Jakarta, IDN Times - Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat mengungkap strateginya untuk mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan di puncak fenomena El Niño. Ketika El Niño berlangsung maka musim kemarau jauh lebih kering.
Selain kebakaran hutan dan lahan, El Niño turut memicu terjadinya kekeringan air. Jumhur mengatakan bakal membasahi lahan yang ada.
"El Niño itu kan kering ya. Maka, area yang berpotensi terbakar akan kami basahi. Apa sih yang potensial (terbakar) yakni hutan hingga lahan gambut. Kalau area tersebut kering, bila ada api yang menyala maka akan merambat hingga bermeter-meter ke dalam seperti bara api," ungkap Jumhur di Balai Kartini, Jakarta Selatan pada Sabtu (1/8/2026).
Maka, aliran air yang berada di area yang rentan terbakar bakal dibendung agar tak langsung mengalir ke sungai. Alat yang digunakan untuk membendung air tersebut dinamakan 'canal blocking.'
"Sehingga, air tidak ke sungai, tetapi menggenangi area tersebut. Sudah ada lebih dari 400 perusahaan pemilik konsesi, entah itu di hutan tanaman industri hingga sawit. Kami sudah mengundang owner atau eksekutifnya dan memberikan briefing," tutur dia.
Di dalam pertemuan itu, Jumhur menyampaikan agar tidak terjadi kebakaran lahan dan hutan di area konsesi yang dimiliki. Bila terjadi, kata Jumhur, maka proses yang akan terjadi tidak akan mudah.
"Kedua, saya sampaikan ke owner perusahaan pemilik konsesi ini tolong bila di tempat kalian ada open access milik masyarakat, agar dibantu. Sebab bila terjadi kebakaran 100-200 meter dari wilayah konsesi dan menyebar ke dalam area konsesi, maka Anda juga salah," imbuhnya.
