Legislator Bantah Klaim BNPB Warga Korban Karhutla Kalimantan Beraktivitas Normal

BNPB melaporkan aktivitas warga di Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah kembali berjalan normal meski karhutla masih menyisakan asap.
Bambang Purwanto membantah klaim tersebut dan menyebut asap masih mengganggu kesehatan, mobilitas, pertanian, serta peternakan masyarakat.
Dalam rapat terbatas, pemerintah membahas kondisi karhutla, termasuk 209,78 hektare lahan yang masih dipadamkan dan operasi modifikasi cuaca.
Jakarta, IDN Times - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto melaporkan kepada Presiden RI, Prabowo Subianto bahwa aktivitas warga di Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah kini sudah kembali berjalan normal meski masih terdampak asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Menanggapi laporan itu, Anggota DPR RI Fraksi Partai Demokrat, Bambang Purwanto menegaskan klaim kondisi saat ini sudah bida beraktivitas normal adalah tidak benar.
Legislator asal dapil Kalimantan Tengah dan Anggota Komisi IV ini menyebut, karhutla masih menganggu aktivitas kehidupan masyarakat, terutama munculnya penyakit ispa yang terus meningkat.
1. Ganggu peternak dan petani

Pemadaman lahan karhutla. (IDN Times/istimewa). Bahkan kondisi saat ini mempersulit para peternak mencari makanan ternak yang dipelihara. Kondisi ini tentu akan mengancam kelangsungan hidup ternak masyarakat.
Karhutla juga berdampak kepada masyarakat di bidang pertanian. Asap tebal menghambat sinar matahari sehingga akan mengganggu pertumbuhan tanaman.
"Banyak masyarakat kehilangan tanaman perkebunan baik sawit dan karet juga tanaman pangan, yang artinya mereka kehilangan pendapatan, apa lagi ada beberapa rumah ikut hangus terbakar. Hal-hal seperti ini, sesuai fakta dilapangan yg semestinya dilaporkan kepada Presiden agar Presiden tidak salah mengambil keputusan," ujarnya.
2. Kepala BNPB diminta tidak asal memberikan laporan secara umum

Anggota DPR RI Fraksi Partai Demokrat, Bambang Purwanto (dok. DPR RI) Bambang meminta kepada kepala BNPB tidak asal memberikan laporan secara umum kepada presiden. Informasi yang disampaikan harus detail. Menurutnya, tim BNPB harus secara detail memberikan laporan tidak hanya dampak kebakaran teratasi, namun akibat dampak dari semua itu yang perlu di atasi.
"Mencegah hal yang penting, tapi pemerintah juga harus merespon cepat bagaimana mengatasi dari dampak semua itu," tuturnya.
3. Kepala BNPB sampaikan laporan kepada presiden

Presiden Prabowo Subianto menggelar rapat terbatas membahas penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Indonesia, Rabu (23/9/2026) (dok. Sekretariat Presiden) Presiden Prabowo Subianto menggelar rapat terbatas membahas penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Indonesia, Rabu (23/9/2026). Rapat digelar secara hybrid dari Istana Merdeka, Jakarta, dengan diikuti sejumlah pejabat terkait melalui konferensi video.
Pembahasan dalam rapat tersebut berfokus pada perkembangan terbaru karhutla di wilayah Sumatra dan Kalimantan. Presiden Prabowo meminta laporan mengenai kondisi kebakaran, termasuk penanganan yang dilakukan di daerah dengan aktivitas karhutla yang masih berlangsung.
Sekretaris Kabinet (Seskab), Teddy Indra Wijaya, mengatakan, Presiden Prabowo ingin mendapatkan informasi terbaru mengenai kondisi karhutla, terutama di Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah. Laporan juga mencakup situasi kebakaran di wilayah Kalimantan secara keseluruhan serta sejumlah daerah di Sumatra.
“Pada siang hari ini Bapak Presiden menginginkan laporan terkini dari Bapak Kepala BNPB terkait kondisi kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan, khususnya Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah, serta Kalimantan secara keseluruhan, kemudian juga di Sumatra,” ujar Teddy dalam keterangannya.
Dalam rapat tersebut, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto, melaporkan masih ada 209,78 hektare lahan yang kebakaran.
“Kami laporkan saat ini per hari ini terdapat 209,78 hektare yang masih dipadamkan terus. Ini kami ikuti terus hari per hari sehingga kami upayakan setiap hari yang dipadamkan itu besar,” kata Suharyanto.
Pemerintah juga melanjutkan langkah penanganan melalui berbagai strategi, termasuk operasi modifikasi cuaca (OMC). Operasi tersebut dilakukan untuk membantu menciptakan kondisi cuaca yang mendukung upaya pemadaman karhutla.
Suharyanto kemudian melaporkan kepada Presiden Prabowo, aktivitas warga di daerah terdampak karhutla tetap berjalan.
"Tapi kami pastikan roda kehidupan masyarakat ini berjalan normal. Jadi lalu lintas, toko-toko, rumah makan dan lain sebagainya juga biasa, Bapak Presiden, tidak ada yang terganggu. Hanya memang untuk keluar masuk khususnya di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat ini yang sedikit terganggu," ujar dia.


![[INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_9c2883de31fbc7ad993691764c90e6e3_dfc3c6ee-e42f-48f6-9f1a-cde1ce74477c.jpg)
















