Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Suami-Istri Produksi Vape Etomidate di Kos Kemang, Dipandu Video Call
Kamar kos di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, disulap menjadi tempat produksi vape yang diduga berisi narkotika jenis etomidate. (Dok. Bareskrim Polri)
  • Bareskrim Polri membongkar dugaan produksi vape etomidate di kamar kos kawasan Kemang, Jakarta Selatan.
  • Polisi menyita 176 cartridge yang diduga berisi etomidate, bahan baku, serta peralatan produksi dari lokasi.
  • Fajar Safarudin, Fauziah, Jibon, dan X Man terlibat dalam pengembangan perkara, sementara Koko Cong diburu.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Selasa, 4 Agustus 2026

Fajar disebut dihubungi Raden Fatwan Seftiono alias Jibon melalui Facebook Messenger. Percakapan kemudian berlanjut melalui WhatsApp.

Rabu, 5 Agustus

Tim bergerak ke NP Residence sekitar pukul 03.30 WIB dan masuk ke kamar 14 lantai 2 sekitar pukul 04.00 WIB. Fajar ditemukan sedang melakukan produksi vape yang diduga berisi etomidate.

Sabtu (8/8/2026) malam

Eko menyampaikan keterangan tertulis mengenai informasi masyarakat yang menjadi awal penggerebekan.

kini

Koko Cong diburu dan telah diterbitkan DPO terhadapnya. Sosoknya sedang dalam pencarian.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Bareskrim Polri membongkar dugaan produksi vape berisi etomidate dan menyita 176 cartridge diduga etomidate.
  • Who?
    Fajar Safarudin alias Ajay, istrinya Fauziah, Raden Fatwan Seftiono alias Jibon, dan Hardi Septa Santoso alias X Man terlibat dalam pengembangan perkara.
  • Where?
    Kamar 14 lantai 2 NP Residence, Jalan Kemang Timur No. 11, Kelurahan Bangka, Kecamatan Mampang, Jakarta Selatan.
  • When?
    Tim masuk ke kamar sekitar pukul 04.00 WIB pada Rabu, 5 Agustus.
  • Why?
    Penggerebekan berawal dari informasi masyarakat mengenai dugaan pembuatan narkotika dalam bentuk vape di Jakarta Selatan.
  • How?
    Polisi menyelidiki lokasi, memeriksa sekuriti kos, melakukan profiling kamar, lalu menemukan Fajar sedang memproduksi vape yang diduga berisi etomidate.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Polisi menemukan Fajar dan Fauziah di kamar kos di Kemang. Mereka diduga membuat cairan vape etomidate. Polisi membawa cartridge, cairan, dan alat-alat dari kamar itu. Jibon dan X Man juga diamankan. Koko Cong yang memberi panduan lewat video call sekarang sedang dicari polisi.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Pengungkapan ini memperlihatkan tindak lanjut atas informasi masyarakat melalui penyelidikan, pemeriksaan sekuriti, dan koordinasi dengan tim analis. Penyitaan cartridge, bahan baku, serta peralatan produksi memberi dasar bagi pengembangan perkara. Polisi juga masih mendalami peran orang-orang yang terlibat dan menelusuri aliran uang terkait.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times – Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri membongkar tempat produksi vape yang diduga berisi narkotika jenis etomidate di sebuah kamar kos di kawasan Kemang, Jakarta Selatan.

Dari kamar tersebut, disita 176 cartridge diduga etomidate, bahan baku, dan peralatan lengkap untuk meraciknya.

Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen Pol Eko Hadi Santoso, mengungkapkan, penggerebekan berawal dari informasi masyarakat mengenai adanya pembuatan narkotika dalam bentuk vape di wilayah Jakarta Selatan.

Tim kemudian melakukan penyelidikan di sekitar Kemang. Pihaknya juga berkoordinasi dengan tim analis untuk melakukan profiling terhadap kamar kos yang dicurigai menjadi tempat produksi vape etomidate.

“Kami mendapat informasi dari masyarakat adanya pembuatan narkotika dalam bentuk vape yang diduga berisikan cairan narkotika di daerah Jakarta Selatan,” demikian keterangan Eko dalam keterangan tertulis, Sabtu (8/8/2026) malam.

1. Berawal dari kecurigaan paket besar

Penampakan ratusan vape etomidate yang coba diselundupkan Muel lewat Bandara Kualanamu (dok. Bareskrim Polri)

Eko menjelaskan, pihaknya melakukan pengecekan terhadap sekuriti kos sekitar pukul 01.30 WIB. Kepada polisi, sekuriti, mengaku melihat seseorang menerima paket berukuran besar.

Saat dilakukan pemeriksaan, aktivitas dari kamar tersebut juga menimbulkan kecurigaan.

Terdengar suara seperti botol kaca terbentur dan tercium bau yang tidak biasa dari sekitar kamar lantai 2 nomor 14.

“Security melihat ada orang yang menerima paket boks besar sebelumnya. Saat dilakukan pemeriksaan, terdengar seperti suara botol kaca yang terbentur serta bau yang tidak biasa di sekitar kamar,” kata Eko.

Tim bergerak ke NP Residence, Jalan Kemang Timur No. 11, Kelurahan Bangka, Kecamatan Mampang, Jakarta Selatan pada Rabu, 5 Agustus sekitar pukul 03.30 WIB.

Pihaknya masuk ke kamar 14 lantai 2 sekitar pukul 04.00 WIB. Di dalamnya, didapati Fajar Safarudin alias Ajay sedang melakukan produksi vape yang diduga berisi etomidate.

“Tim melaksanakan RPE pada kamar lantai 2 nomor 14 NP Residence sehingga menemukan terduga pelaku Fajar Safarudin alias Ajay sedang melakukan produksi vape diduga etomidate,” ujar Eko.

2. Polisi sita barang bukti etomidate

Polisi temukan ratusan catridge isi etomidate (Dok. Istimewa)

Dari kamar itu, disita 50 gram serbuk putih yang diduga bahan baku. Kemudian satu gelas kaca berukuran 2.000 mililiter dan empat botol kaca berisi cairan diduga etomidate.

Barang bukti paling mencolok adalah cartridge. Sebanyak 23 kemasan merek Gucci berisi cartridge, 10 kemasan Very Good, serta 141 cartridge berada di dalam tray. Ditambah satu cartridge warna hitam dan satu warna hijau.

“Barang bukti yang diamankan antara lain 23 buah kemasan merek Gucci, 10 buah kemasan merek Very Good dan 141 buah cartridge diduga etomidate yang berada di dalam tray,” kata Eko.

Jika seluruhnya dihitung, terdapat 176 cartridge yang diduga berisi etomidate.

Polisi juga menemukan jerigen dan enam botol berisi Propylene Glycol (PG).

Sejumlah alat produksi turut disita, mulai dari alat pres atau penyegel, power supply, magnetic stirrer, hotplate atau heater, empat spuit, tray, cartridge kosong, botol liquid vape hingga kemasan cetak merek Gucci dan Very Good.

Dari pemeriksaan terhadap Fajar, polisi kemudian mengungkap dugaan jaringan yang merekrutnya.

Eko mengatakan, Fajar sebelumnya dihubungi Raden Fatwan Seftiono alias Jibon melalui Facebook Messenger pada Selasa, 4 Agustus 2026. Percakapan kemudian berlanjut melalui WhatsApp.

Jibon menawarkan pekerjaan meracik dan mengisi cairan etomidate ke dalam cartridge. Imbalannya cukup besar, yakni Rp30 juta per minggu, ditambah uang makan Rp2 juta per hari.

“Jibon menawarkan pekerjaan meracik dan mengisikan cairan Etomidate ke dalam cartridge dengan janji upah Rp30 juta per minggu plus uang makan Rp2 juta per hari,” ujar Eko.

3. Pelaku ajak istri produksi etomidate

Barang bukti dari sebuah rumah yang dijadikan laboratorium vape etomidate di Jalan Raya Medan Tenggara, Kota Medan, Sumatera Utara. (Dok. Dittipidnarkoba Bareskrim)

Fajar menerima tawaran tersebut. Dia kemudian mengajak istrinya, Fauziah, menuju NP Residence sesuai arahan Jibon.

Di kamar kos, Fajar bertemu seseorang bernama Exel sebagai perantara untuk mengambil kunci kamar.

Selanjutnya, Fajar dihubungi kontak berinisial X-Man melalui WhatsApp. Dia diperintahkan mengambil paket bahan baku yang dikirim menggunakan jasa kurir instan ke lobi kos.

Namun, menurut hasil pemeriksaan yang disampaikan Eko, paket tersebut juga berisi sabu sekitar 0,5 gram. Sabu itu kemudian dikonsumsi Fajar bersama Fauziah.

Proses pembuatan vape diduga etomidate juga dibongkar. Eko mengatakan, seseorang yang mengaku bernama Koko Cong, dengan nama kontak KOHKOHKU, melakukan video call dengan kamera dimatikan.

Koko Cong memandu Fajar. Percobaan pertama gagal karena campuran terlalu panas hingga mendidih. Racikan kemudian diulangi sampai serbuk larut sempurna.

“Percobaan pertama sempat gagal karena terlalu panas atau mendidih. Kemudian diulangi pada percobaan kedua hingga serbuk larut sempurna,” kata Eko.

Setelah cairan dingin, liquid dimasukkan ke dalam cartridge menggunakan botol runcing. Cartridge kemudian dikemas.

Selain Fajar, polisi mengamankan Jibon dan Hardi Septa Santoso alias X Man untuk pengembangan perkara.

Eko mengatakan, pihaknya masih mendalami peran masing-masing orang yang terlibat. Rekening milik Hardi juga ditelusuri karena diduga menerima uang transport dari Koko Cong.

“Kami masih mendalami rekening yang mengirimkan uang transport ke rekening Hardi Septa Santoso alias X Man dari saudara Koko Cong,” ujar Eko.

Hasil cek urine terhadap Fajar dan Fauziah juga menunjukkan keduanya positif mengandung metamfetamina (MET) dan amfetamina (AMP).

Untuk Fauziah, penyidik akan melakukan asesmen ke BNN RI. Polisi juga akan memeriksa security kos dan ketua RT sebagai saksi sipil yang mengetahui aktivitas di lokasi.

Koko Cong saat ini tengah diburu. Pihaknya telah menerbitkan DPO terhadapnya.

“Rencana tindak lanjut adalah melakukan pencarian terhadap Koko Cong dan menerbitkan DPO Koko Cong,” tegas Eko.

Dalam kasus ini, para prlaku dijerat Pasal 118 Ayat 2 UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika juncto Pasal 610 Ayat 2 huruf b Lampiran II UU Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana, subsidair Pasal 117 Ayat 2 UU Narkotika Juncto Pasal 609 Ayat 2 huruf b Lampiran II UU Nomor 1 Tahun 2026 Juncto Pasal 132 Ayat 1 UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Curated For You

Editorial Team

Related Article