Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Norwegia Selidiki Kematian Belasan Rusa Kutub di Kepulauan Svalbard

Norwegia Selidiki Kematian Belasan Rusa Kutub di Kepulauan Svalbard
Rusa kutub (Unsplash.com/Francesco Ungaro)
Intinya Sih
  • Otoritas Norwegia menyelidiki kematian 13 rusa kutub, terdiri dari 11 betina dan dua jantan, yang ditemukan saat sensus tahunan di dua lembah Svalbard.
  • Kasus ini dinilai tidak biasa karena terjadi pada musim panas dan melibatkan rusa dewasa produktif, ketika kondisi fisik mereka umumnya paling kuat.
  • Peneliti mengumpulkan sampel jaringan dan data lapangan, sementara dokter hewan memeriksa kemungkinan penyakit; penyebab pasti masih menunggu analisis laboratorium.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Otoritas Norwegia menyelidiki kematian 13 rusa kutub yang ditemukan di Kepulauan Svalbard pada Kamis (6/8/2026). Temuan ini menjadi perhatian khusus karena terjadi pada musim panas, saat kondisi fisik rusa kutub umumnya berada dalam keadaan terbaik.

Tim peneliti telah diterjunkan untuk mengungkap penyebab pasti kematian satwa tersebut. Pada saat yang sama, pemerintah memperkuat pemantauan di kawasan Arktik guna mendeteksi potensi adanya kasus serupa.

1. Bangkai 13 rusa kutub ditemukan saat sensus tahunan

ilustrasi rusa kutub (wikimedia.org/Siri Uldal)
ilustrasi rusa kutub (wikimedia.org/Siri Uldal)

Petugas menemukan 13 bangkai rusa kutub yang terdiri atas 11 betina dan dua jantan saat penghitungan populasi tahunan di dua lembah Svalbard. Kepulauan yang berjarak sekitar 1.000 kilometer dari Kutub Utara itu diperkirakan dihuni sekitar 22.000 ekor rusa kutub.

"Sangat tidak biasa betina usia produktif dan jantan dewasa mati pada musim panas. Karena itu, kami memantau perkembangan ini secara ketat," kata juru bicara Kantor Gubernur Svalbard, dilansir Sweden Herald.

Otoritas setempat juga meminta masyarakat segera melapor jika menemukan bangkai rusa atau satwa liar lainnya di sekitar wilayah tersebut.

2. Peneliti belum menemukan penyebab pasti kematian

ilustrasi cemara norwegia (unsplash.com/Arvid Høidahl)
ilustrasi cemara norwegia (unsplash.com/Arvid Høidahl)

Lembaga Penelitian Alam Norwegia menyatakan penyebab kematian rusa-rusa tersebut belum diketahui. Tim peneliti masih mengumpulkan sampel jaringan dan data lapangan sebelum menyimpulkan pemicunya.

Peneliti Vebjorn Veiberg menjelaskan bahwa kasus kematian pada musim panas sangat berbeda dengan pola musim dingin. Pada musim dingin, satwa yang paling rentan mati biasanya adalah individu yang sangat muda atau tua.

"Hewan yang ditemukan mati musim panas ini justru berada dalam periode hidup yang paling kuat dan produktif," kata Veiberg.

3. Tim ahli periksa kemungkinan infeksi penyakit

ilustrasi rusa kutub (commons.m.wikimedia.org/Theo Kruse)
ilustrasi rusa kutub (commons.m.wikimedia.org/Theo Kruse)

Tim dokter hewan telah memeriksa bangkai rusa untuk memastikan ada atau tidaknya peran penyakit dalam insiden ini. Meski begitu, kepastian penyebab kematian masih menunggu hasil analisis laboratorium.

Para ahli menilai fenomena penyakit kemungkinan menjadi pemicu utama. Sebab, satwa yang mati didominasi individu dewasa dengan daya tahan tubuh yang relatif lebih kuat.

"Spesialis veteriner tentu memeriksa kemungkinan penyakit, tetapi kecil peluang infeksi penyakit hanya menyerang hewan yang paling sehat," ujar tim ahli veteriner.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More