Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Gelombang Panas, Hongaria dan Rumania Terapkan Hemat Energi

Gelombang Panas, Hongaria dan Rumania Terapkan Hemat Energi
Ilustrasi Bendera Hongaria (magnific.com/wirestock)
Intinya Sih
  • Gelombang panas dan kekeringan di Eropa Tengah mengganggu pasokan listrik Hongaria dan Rumania, sementara lonjakan penggunaan pendingin menekan stabilitas jaringan.
  • Debit Sungai Danube yang menyusut membuat Hongaria mengurangi operasi pembangkit nuklir; Rumania membatasi listrik industri dan memadamkan sebagian lampu jalan demi kebutuhan dasar.
  • Hongaria mematikan penerangan dekoratif ikon Budapest untuk mengurangi beban listrik, sekaligus menurunkan polusi cahaya yang membantu mayfly di Sungai Danube berkembang biak.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Gelombang panas dan kekeringan melanda wilayah Eropa Tengah. Fenomena cuaca ini memicu gangguan pasokan listrik di Hongaria dan Rumania hingga memaksa kedua negara menerapkan langkah penghematan energi.

Kebijakan tersebut mencakup pengurangan penerangan fasilitas umum, pembatasan konsumsi listrik industri, serta penyesuaian operasional berbagai sektor. Langkah ini diambil untuk menjaga stabilitas jaringan listrik di tengah lonjakan penggunaan alat pendingin.

1. Debit Sungai Danube surut ganggu operasional pembangkit nuklir

Hongaria terpaksa mengurangi operasional pembangkit listrik tenaga nuklir setelah debit air Sungai Danube menyusut drastis. Pembangkit tersebut bergantung pada aliran air sungai untuk mendinginkan reaktor.

Di saat bersamaan, pemerintah Rumania memadamkan sebagian lampu jalan dan membatasi penggunaan listrik di sektor industri. Langkah ini dilakukan agar pasokan daya untuk kebutuhan dasar masyarakat tetap stabil.

"Kita sampai pada kondisi ini akibat rentetan keputusan buruk dalam menghadapi krisis iklim selama berpuluh-puluh tahun," kata seorang insinyur pangan, Mircea.

2. Pemadaman lampu ikon kota demi kurangi beban listrik

Pemerintah Hongaria mematikan penerangan dekoratif di sejumlah tempat bersejarah di Kota Budapest. Ikon wisata yang terdampak antara lain Gedung Parlemen, Kastel Buda, dan Jembatan Rantai.

Langkah tersebut diambil demi memangkas beban jaringan listrik selama gelombang panas berlangsung. Meski beberapa wisatawan merasa kecewa karena pemandangan malam berkurang, mereka dapat memahami keputusan tersebut.

"Kebijakan ini memang cukup mengganggu, tetapi saya bisa memahaminya dan tetap bersyukur bisa berkunjung ke sini," kata seorang wisatawan, Benjamin Thomas Tucker, dilansir Daily Sabah.

3. Pengurangan penerangan bantu jaga ekosistem Sungai Danube

Pemadaman lampu di sepanjang aliran Sungai Danube ternyata memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar. Para peneliti mencatat bahwa penurunan polusi cahaya membantu melindungi populasi serangga mayfly yang sedang memasuki musim kawin.

"Polusi cahaya sangat berbahaya bagi serangga mayfly karena mereka mudah tertarik oleh lampu di sepanjang tepi sungai," kata akademisi Eotvos Lorand University, Gyorgy Kriska.

Menurut para ahli, berkurangnya paparan cahaya buatan membantu serangga mayfly menyelesaikan siklus reproduksi secara alami. Kebijakan penghematan energi ini pun secara tidak langsung mendukung kelestarian ekosistem sungai.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More