Pelaksanaan program makan bergizi gratis di sekolah di kawasan DKI Jakarta pada Senin (6/1/2025). (IDN/Yosafat Diva Bayu Wisesa)
Hanta juga mengungkap rapor merah penyelanggaraan program MBG. Di mana mayoritas publik sebesar 49,2 persen merasa sangat tidak puas dan kurang puas terhadap MBG.
"Ternyata ini kabar kurang baiknya, saya kira ini catatan kritis buat pemerintah untuk memperbaiki peforma ke depan, yang menilai sangat tidak puas dan kurang puasnya lebih tinggi yakni 49,2 persen," ucapnya.
Menurutnya, temuan survei ini menjadi peringatan bagi pemerintah untuk terus memperbaiki penyelenggaraan dan implementasi MBG di lapangan.
Hanta menjelaskan, kepuasan publik terhadap MBG sempat stagnan. Pada survei Oktober 2025, 53,5 persen publik puas dengan MBG, kemudian Maret 2026 55 persen; dan Mei 2026 53,7 persen. Raihan itu menurun pada Juli 2026 dengan 45,6 persen dan Agustus 2026 hanya 46,4 persen.
"Lagi-lagi ini MBG bisa dikatakan rapor merah dan perigatan penting bagi pemerintah untuk memperbaiki dari sisi penyelenggaraan dan implementasi. Meskipun program awalnya ini diapresiasi positif tetapi karena implementasinya eksekusinya dalam persepsi publik menjadi negatif," tegas Hanta.