Menteri Kehutanan (Menhut), Raja Juli Antoni (IDN Times/Ilman Nafi'an)
Pada daftar sebaliknya, Raja Juli Antoni memperoleh penilaian tertinggi sebagai menteri atau pejabat negara dengan kinerja terburuk, yakni 19,8 persen. Posisi berikutnya ditempati Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana dengan 11,2 persen.
Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Nusron Wahid berada di urutan ketiga dengan 9,3 persen. Sementara itu, Menteri Hak Asasi Manusia Natalius Pigai memperoleh 6,5 persen.
Penilaian terhadap empat nama teratas dalam daftar tersebut memiliki selisih cukup lebar dengan nama-nama berikutnya. Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo memperoleh 0,7 persen, sedangkan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto serta Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin masing-masing mendapat 0,3 persen.
Dua posisi terakhir ditempati Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, dengan 0,2 persen serta Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Arifah Fauzi dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Rini Widyantini, masing-masing 0,1 persen.
Berikut daftar 10 menteri atau pejabat negara dengan penilaian kinerja terburuk versi survei PPI:
Raja Juli Antoni, Menteri Kehutanan: 19,8 persen.
Widiyanti Putri Wardhana, Menteri Pariwisata: 11,2 persen.
Nusron Wahid, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN: 9,3 persen.
Natalius Pigai, Menteri Hak Asasi Manusia: 6,5 persen.
Dody Hanggodo, Menteri Pekerjaan Umum: 0,7 persen.
Agus Andrianto, Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan: 0,3 persen.
Budi Gunadi Sadikin, Menteri Kesehatan: 0,3 persen.
Yassierli, Menteri Ketenagakerjaan: 0,2 persen.
Arifah Fauzi, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak: 0,1 persen.
Rini Widyantini, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi: 0,1