Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Temui Menhan Thailand, Sjafrie Sepakat Perkuat Patroli Selat Malaka
Menteri Pertahanan, Sjafrie Sjamsoeddin (kanan) ketika menerima kunjungan Menhan Thailand, Letnan Jenderal Adul Boonthumjaroen di kantor Kemhan, Jakarta Pusat. (IDN Times/Santi Dewi)
  • Indonesia dan Thailand sepakat menaikkan kerja sama pertahanan ke kemitraan strategis, mencakup latihan, pendidikan, pertukaran personel, industri pertahanan, serta agenda multilateral ASEAN.
  • Kedua negara akan memperkuat patroli terkoordinasi di Selat Malaka bersama Malaysia dan Singapura demi stabilitas kawasan, melanjutkan kerja sama Malsindo yang berjalan sejak 2004.
  • Sjafrie mendorong pertukaran dan latihan pasukan khusus dengan Thailand, serta mengundang Thailand mengirim personel ke latihan multinasional Super Garuda Shield 2026 di Indonesia.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
2004

Indonesia, Thailand, Malaysia, dan Singapura mulai menjalankan patroli terkoordinasi Malsindo di Selat Malaka.

24 Februari 2026

Latihan militer bersama Cobra Gold ke-45 dimulai, dengan TNI turut serta bersama lebih dari 8.000 personel dari sejumlah negara.

4 Agustus 2026

Menhan Thailand Adul Boonthumjaroen bertemu Menhan Sjafrie Sjamsoeddin di Jakarta. Keduanya sepakat memperkuat kemitraan pertahanan, termasuk patroli terkoordinasi di Selat Malaka dan pertukaran personel pasukan khusus.

31 Agustus mendatang

Latihan multinasional Super Garuda Shield 2026 dijadwalkan dimulai. Sjafrie berharap Thailand mengirimkan personel untuk mengikuti latihan tersebut.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Indonesia dan Thailand menyepakati penguatan kerja sama pertahanan, termasuk peningkatan patroli terkoordinasi di Selat Malaka, pertukaran personel pasukan khusus, serta rencana latihan bersama.
  • Who?
    Menteri Pertahanan Indonesia Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Pertahanan Thailand Letnan Jenderal (Purn) Adul Boonthumjaroen, Kementerian Pertahanan, TNI, dan delegasi pertahanan Thailand terlibat dalam pertemuan tersebut.
  • Where?
    Pertemuan berlangsung di Kantor Kementerian Pertahanan di Jakarta Pusat. Kerja sama patroli yang diperkuat mencakup kawasan Selat Malaka.
  • When?
    Adul Boonthumjaroen bertemu Sjafrie Sjamsoeddin pada Selasa, 4 Agustus 2026. Latihan Super Garuda Shield 2026 dijadwalkan dimulai pada 31 Agustus 2026.
  • Why?
    Kerja sama ditingkatkan untuk mempererat kemitraan strategis pertahanan Indonesia-Thailand dan menjaga stabilitas kawasan ASEAN, khususnya Selat Malaka yang rawan perampokan bersenjata serta aktivitas migas ilegal.
  • How?
    Kedua negara akan mengembangkan Defense Cooperation Agreement melalui latihan, pendidikan, pertukaran personel, industri pertahanan, patroli terkoordinasi, dan rencana latihan pasukan khusus. Waktu latihan pasukan khusus hingga saat ini belum ada kepastian.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Menteri Pertahanan Thailand datang menemui Pak Sjafrie di Jakarta. Indonesia dan Thailand mau bekerja lebih dekat soal tentara. Mereka ingin patroli bersama di Selat Malaka dengan Malaysia dan Singapura supaya aman. Mereka juga mau tukar pasukan khusus dan latihan bersama. Thailand diharap ikut latihan Super Garuda Shield di Indonesia.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Penguatan kemitraan strategis Indonesia–Thailand memberi ruang lebih luas bagi kerja sama pertahanan yang terarah, dari latihan dan pendidikan hingga pertukaran personel. Rencana peningkatan patroli terkoordinasi di Selat Malaka juga mencerminkan perhatian bersama terhadap stabilitas kawasan, sementara keterlibatan dalam latihan multilateral memperlihatkan tumbuhnya solidaritas antarnegara ASEAN.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Menteri Pertahanan (Menhan) Thailand, Letnan Jenderal (Purn) Adul Boonthumjaroen pada Selasa (4/8/2026) menemui Menhan, Sjafrie Sjamsoeddin di Kantor Kemhan, Jakarta Pusat. Adul disambut dengan upacara jajar kehormatan. Sebelumnya, dia telah berjumpa dengan Sjafrie di Istana Kepresidenan saat Perdana Menteri Anutin Charnivirakul bertemu Presiden Prabowo Subianto.

"Kami atas nama Kementerian Pertahanan dan Tentara Nasional Indonesia (TNI) mengucapkan selamat datang kepada Menteri Pertahanan dan delegasi pertahanan Kerajaan Thailand," kata Sjafrie ketika memberikan pernyataan bersama.

Dia mengatakan, Indonesia dan Thailand menegaskan komitmen kerja sama antara kedua negara dengan meningkatkan payung kerja sama ke level kemitraan strategis. Kemitraan itu semakin erat khususnya di bidang pertahanan dan militer.

"Kami semakin mempererat berbagai kegiatan yang menjadi wujud dari Defense Cooperation Agreement (DCA) yang sudah menjadi pegangan kami. Itu yang menjadi payung kerja sama antara Indonesia dan Thailand," kata dia.

Dia mengatakan, bakal terus mengembangkan kerja sama bilateral, baik di bidang latihan, pendidikan, pertukaran personel, industri pertahanan dan kegiatan lain yang berhubungan dengan multilateral dan negara satu rumpun di kawasan ASEAN.

1. Indonesia-Thailand bakal kerja sama demi stabilitas di Selat Malaka

Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin (tengah dan pakai jas abu-abu) ketika menyambut Menhan Thailand Letnan Jenderal (Purn) Adul Boonthumjaroen dalam upacara jajar di kantor Kemhan, Jakarta Pusat. (IDN Times/Santi Dewi)

Sjafrie mengatakan, salah satu kerja sama multilateral yang bakal terus diperkuat yakni stabilitas di kawasan Selat Malaka. Indonesia, Thailand, Malaysia, dan Singapura diketahui rutin melakukan patroli di area tersebut.

"Kami memiliki keyakinan bahwa kami akan melakukan peningkatan patroli terkoordinasi di antara masing-masing negara untuk stabilitas di kawasan ASEAN, khususnya di Selat Malaka," kata mantan Pangdam Jaya itu.

Sejak 2004, negara-negara tersebut ikut dalam patroli terkoordinasi bersama yang dinamakan 'Malsindo.' Jalur pelayaran di Selat Malaka termasuk salah satu yang paling sibuk dan rawan di dunia. Di area tersebut sering terjadi perampokan bersenjata hingga aktivitas migas ilegal.

2. Indonesia dan Thailand sepakat melakukan pertukaran pasukan khusus

Ilustrasi prajurit Kopassus TNI Angkatan Darat (AD) ketika HUT ke-68. (ANTARA FOTO)

Kerja sama kedua negara juga fokus untuk meningkatkan kemampuan pasukan khusus militer. Sjafrie mengatakan, ingin terus melakukan pertukaran personel dengan Negara Gajah Putih.

"Kami ingin mendapatkan komparasi kemampuan militer yang ada di Thailand," kata Sjafrie.

Selain itu, dia juga berniat melakukan latihan bersama pasukan khusus dari kedua negara. Namun, Sjafrie tidak menyebut kapan latihan bersama pasukan khusus itu mulai digelar.

3. Sjafrie sampaikan harapan Thailand ikut latihan Super Garuda Shield

Prajurit korps marinir TNI Angkatan Laut (AL) dan marinir Amerika Serikat (USMC) ketika melakukan latihan Super Garuda Shield 2024. (Dokumentasi Puspen TNI)

Di forum itu, Sjafrie turut menyampaikan harapan kepada Thailand agar bisa ikut mengirimkan personel dalam latihan multilateral militer di Indonesia bernama Super Garuda Shield. Latihan multinasional tahun 2026 dimulai pada 31 Agustus mendatang.

"Kami menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Thailand dan Menteri Pertahanan Thailand di dalam latihan yang sudah kami laksanakan beberapa bulan lalu. Semoga bisa juga ikut Garuda Shield. Ini menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari solidaritas antara negara ASEAN dan negara-negara lainnya," kata dia.

Sedangkan, Thailand dan Amerika Serikat (AS) setiap tahun mengadakan latihan militer bersama yang diberi nama Cobra Gold. TNI ikut serta dalam latihan bersama Cobra Gold ke-45 itu. Total lebih dari 8.000 personel militer dari sejumlah negara ikut latihan yang dimulai pada 24 Februari 2026 lalu.

Curated For You

Editorial Team

Related Article