Prancis Bakal Kirim Militer ke Arab Saudi untuk Lindungi Kota Yanbu

- Prancis akan mengirim tentara, radar, dan sistem pertahanan ke Yanbu, Arab Saudi, untuk melindungi fasilitas pelabuhan yang rusak akibat serangan tanpa terlibat konflik.
- Yanbu menjadi jalur alternatif penting ekspor minyak Saudi di Laut Merah dan menghadapi serangan rudal Houthi; Paris juga mendorong pembukaan Selat Hormuz lewat diplomasi.
- Macron membantah CIA memperingatkan Prancis soal potensi serangan drone Rusia, tetapi menyebut Rusia meningkatkan tindakan bermusuhan terhadap Eropa dan memerintahkan perlindungan infrastruktur penting.
Jakarta, IDN Times - Prancis akan mengirimkan pasukan dan sistem pertahanan ke Arab Saudi untuk membantu melindungi Yanbu, kota pelabuhan di Laut Merah yang menjadi jalur penting transportasi energi. Presiden Prancis Emmanuel Macron mengumumkan keputusan tersebut dalam wawancara televisi pada Kamis (24/9/2026).
Pengiriman itu dilakukan untuk melindungi fasilitas di Yanbu yang telah rusak akibat serangan. Ia menegaskan bahwa militer Prancis tidak akan terlibat dalam konflik.
1. Prancis bakal kirim pasukan dan sistem pertahanan

ilustrasi bendera Prancis (unsplash.com/Rafael Garcin) Macron mengatakan bahwa keputusan tersebut telah difinalisasi bersama otoritas Saudi. Prancis akan mengirimkan tentara, sistem radar, dan sistem pertahanan ke Yanbu.
"Kami akan mengirimkan aset militer, yakni tentara, radar, dan sistem pertahanan untuk melindungi lokasi ini," ujar Macron dalam wawancara dengan stasiun TV TF1 dan France 2.
2. Yanbu merupakan jalur penting ekspor minyak

ilustrasi bendera Arab Saudi (unsplash.com/Akhilesh Sharma) Yanbu merupakan jalur alternatif utama ekspor minyak Saudi melalui Laut Merah. Jalur tersebut mendapat serangan rudal dari kelompok Houthi yang berbasis di Yaman dan didukung oleh Iran.
Macron mengatakan, Prancis mengupayakan perlindungan fasilitas tersebut tanpa melibatkan militernya dalam pertempuran. Ia juga berujar bahwa Paris berupaya mendorong pembukaan kembali Selat Hormuz melalui diplomasi. Mengutip Le Monde, upaya tersebut dilakukan, khususnya, lewat pembicaraan dengan Iran dan Oman.
3. Macron bantah CIA beri peringatan soal Rusia

ilustrasi bendera Rusia (pixabay.com/IGORN) Dalam wawancara yang sama, Macron juga membantah laporan surat kabar Spanyol, El Mundo, yang menyebut Badan Intelijen Pusat (CIA) telah memperingatkan negara-negara Eropa soal kemungkinan serangan drone dari kawasan Mediterania.
"Saya bisa membantahnya. CIA tidak memberi tahu badan intelijen Prancis," tutur Macron.
Meski membantah adanya peringatan tersebut, Macron mengatakan bahwa Rusia meningkatkan tindakan bermusuhan dan kriminal terhadap negara-negara Eropa. Ia menyebut Prancis dapat menghadapi serangan seperti upaya serangan drone yang gagal di Bandara Leipzig, Jerman.
Macron sebelumnya mengumpulkan para pemimpin partai politik Prancis di Istana Élysée untuk membahas ancaman dari Rusia. Ia lantas memerintahkan pemerintahannya menyusun rencana guna melindungi infrastruktur penting dari serangan drone dan siber.


![[INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_9c2883de31fbc7ad993691764c90e6e3_dfc3c6ee-e42f-48f6-9f1a-cde1ce74477c.jpg)



















