Jakarta, IDN Times - Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) memperkuat operasi pencarian dan pertolongan (SAR) pascagempa bumi magnitudo 7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT). Selain mengandalkan jalur darat dan laut, Basarnas mengerahkan helikopter untuk mendukung evakuasi maupun distribusi logistik ke wilayah terdampak.
Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii mengatakan, helikopter Basarnas telah bergabung dalam operasi SAR pada hari kedua penanganan. Saat memberikan keterangan di Mako Polisi Udara Pondok Cabe, ia menyebut helikopter tersebut tengah bergerak dari Bima menuju Labuan Bajo.
Pengerahan sarana udara dilakukan karena sejumlah akses darat masih mengalami hambatan akibat longsor. Kondisi tersebut membuat tim SAR membutuhkan alternatif untuk menjangkau lokasi terdampak sekaligus menggeser bantuan.
