Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Terminal LPG Tanjung Sekong Raih Sertifikasi GTLC Berkelas Dunia
PT Pertamina (Persero) kembali mencatatkan capaian penting dalam transformasi bisnis berkelanjutan. Terminal LPG Tanjung Sekong yang dikelola PT Pertamina Energy Terminal (PET), anak usaha PT Pertamina International Shipping (PIS), resmi meraih Green Terminal Label Certification (GTLC) bintang 2 dari Bureau Veritas (BV). (Dok. Pertamina)
  • Terminal LPG Tanjung Sekong di Cilegon meraih sertifikasi Green Terminal Label bintang 2 dari Bureau Veritas, menjadi terminal LPG pertama di Indonesia dan dunia dengan predikat tersebut.
  • Sertifikasi menilai operasional berkelanjutan, mencakup energi, lingkungan, digitalisasi, keselamatan, pengurangan emisi, tata kelola, dan keandalan fasilitas berisiko tinggi untuk penyimpanan serta penanganan LPG.
  • Pertamina akan mereplikasi konsep Green Terminal ke enam fasilitas lain, sambil mengembangkan pemanfaatan energi surya dan hidrogen hijau di Tanjung Sekong.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Terminal LPG Tanjung Sekong meraih Green Terminal Label Certification (GTLC) Bintang 2 dari Bureau Veritas, sebagai terminal LPG pertama di Indonesia dan dunia yang memperoleh predikat tersebut.
  • Who?
    PT Pertamina Energy Terminal, anak usaha PT Pertamina International Shipping, mengelola terminal tersebut. Bureau Veritas melakukan audit independen, sementara PT Pertamina mendukung penerapan standar Green Terminal.
  • Where?
    Terminal LPG Tanjung Sekong berada di Cilegon, Banten. Sertifikat diserahkan dalam Closing Ceremony Green Terminal Label Certification di Grand Ballroom PIS, Jakarta.
  • When?
    Penyerahan sertifikat berlangsung pada Rabu, 5 Agustus. Proses sertifikasi dimulai 11 Februari 2026 dan audit final dilakukan pada Juli 2026.
  • Why?
    Sertifikasi diberikan setelah terminal memenuhi penilaian keberlanjutan, termasuk kinerja lingkungan, efisiensi energi, pengurangan emisi, keselamatan kerja, tata kelola, keunggulan operasional, dan keberlanjutan program.
  • How?
    Bureau Veritas memverifikasi data dan bukti lapangan melalui gap assessment, workshop, audit awal, dan audit final. Terminal memperoleh skor 78,86 persen, sehingga mendapatkan GTLC Bintang 2 dari maksimal Bintang 3.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - PT Pertamina (Persero) kembali mencatatkan capaian penting dalam transformasi bisnis berkelanjutan. Terminal LPG Tanjung Sekong yang dikelola PT Pertamina Energy Terminal (PET), anak usaha PT Pertamina International Shipping (PIS), resmi meraih Green Terminal Label Certification (GTLC) bintang 2 dari Bureau Veritas (BV).

Sertifikasi ini menjadikan Terminal LPG Tanjung Sekong sebagai terminal LPG pertama di Indonesia dan dunia yang memperoleh predikat tersebut. Penyerahan sertifikat ini dilakukan dalam acara Closing Ceremony Green Terminal Label Certification, yang diselenggarakan di Grand Ballroom PIS. (Rabu, 5/8).

Direktur Transformasi dan Keberlanjutan Bisnis Pertamina, Agung Wicaksono, mengatakan pencapaian ini menjadi tonggak penting bagi Pertamina sekaligus Indonesia dalam mendorong pengelolaan terminal energi yang lebih ramah lingkungan.

"Sertifikasi ini menjadi kebanggaan bagi Pertamina, dan juga bagi Indonesia karena pertama kalinya sebuah terminal LPG mendapatkan sertifikasi Green Terminal Label bintang 2. Ini menunjukkan transformasi Pertamina dalam membangun bisnis yang berkelanjutan bagi masa depan perusahaan maupun lingkungan," ujar Agung.

1. Terminal LPG Tanjung Sekong terapkan standar operasional berkelanjutan

PT Pertamina (Persero) kembali mencatatkan capaian penting dalam transformasi bisnis berkelanjutan. Terminal LPG Tanjung Sekong yang dikelola PT Pertamina Energy Terminal (PET), anak usaha PT Pertamina International Shipping (PIS), resmi meraih Green Terminal Label Certification (GTLC) bintang 2 dari Bureau Veritas (BV). (Dok. Pertamina)

Pencapaian ini bernilai strategis karena standar Green Terminal diterapkan pada fasilitas energi dengan karakteristik risiko tinggi, terutama dalam kegiatan penyimpanan dan penanganan LPG. Sebagian besar terminal lain yang telah memperoleh sertifikasi GTLC merupakan pelabuhan umum atau terminal peti kemas.

Sertifikasi tersebut juga kata Agung, menunjukkan kemampuan Pertamina dalam mengintegrasikan keandalan operasional dengan prinsip keberlanjutan.

“Pencapaian ini membuktikan bahwa Terminal LPG Tanjung Sekong tidak hanya beroperasi secara andal, tetapi juga telah menerapkan sistem operasional berkelanjutan yang mencakup aspek energi, lingkungan, digitalisasi, keselamatan, hingga komitmen terhadap pengurangan emisi karbon,” jelas Agung.

Salah satu pengembangan utama dalam program Green Terminal Tanjung Sekong adalah integrasi energi terbarukan melalui pemanfaatan energi surya dan rencana penggunaan hidrogen hijau. Pertamina tengah mengembangkan fasilitas produksi hidrogen hijau berbasis panas bumi oleh PT Pertamina Geothermal Energy Tbk. di Ulubelu, Lampung, dengan kapasitas produksi hingga sekitar 100 kilogram per hari menggunakan teknologi elektrolisis Anion Exchange Membrane (AEM).

2. Konsep Green Terminal akan direplikasi ke terminal Pertamina lainnya

PT Pertamina (Persero) kembali mencatatkan capaian penting dalam transformasi bisnis berkelanjutan. Terminal LPG Tanjung Sekong yang dikelola PT Pertamina Energy Terminal (PET), anak usaha PT Pertamina International Shipping (PIS), resmi meraih Green Terminal Label Certification (GTLC) bintang 2 dari Bureau Veritas (BV). (Dok. Pertamina)

Hidrogen tersebut direncanakan akan dimanfaatkan di Terminal LPG Tanjung Sekong sebagai bagian dari pengembangan ekosistem hidrogen Pertamina dari hulu hingga hilir. Integrasi energi dari sumber hidrogen hijau tersebut ditujukan untuk meningkatkan porsi pemanfaatan energi terbarukan pada kebutuhan listrik terminal.

Agung menambahkan, bahwa penerapan standar Green Terminal pada fasilitas penyimpanan dan penanganan LPG dapat menjadi referensi bagi pengembangan terminal minyak, gas, LNG, dan LPG lainnya, khususnya di lingkungan Pertamina Group.

Pertamina menargetkan enam fasilitas terminalnya juga memperoleh Green Terminal Label di masa depan, di antaranya Terminal LPG Tuban, Fuel Terminal Baubau, Fuel Terminal Kotabaru, dan Integrated Terminal Tanjung Uban.

"Kami ingin mereplikasi konsep Green Terminal ini ke terminal-terminal lainnya sehingga semakin banyak fasilitas Pertamina yang beroperasi dengan prinsip keberlanjutan. Keunggulan Pertamina sebagai perusahaan energi yang terintegrasi dari sektor hulu hingga hilir menjadi modal utama dalam mempercepat transisi energi. Sehingga ini menjadi sesuatu yang menjadi nilai tambah, keunikan, kekhasan Pertamina sehingga sustainability tadi bisa dicapai, dan dengan kolaborasi antar perusahaan semua bisa dicapai," katanya.

3. Sertifikasi berkelas dunia perkuat standar operasional berkelanjutan

PT Pertamina (Persero) kembali mencatatkan capaian penting dalam transformasi bisnis berkelanjutan. Terminal LPG Tanjung Sekong yang dikelola PT Pertamina Energy Terminal (PET), anak usaha PT Pertamina International Shipping (PIS), resmi meraih Green Terminal Label Certification (GTLC) bintang 2 dari Bureau Veritas (BV). (Dok. Pertamina)

Terminal LPG Tanjung Sekong berlokasi di Cilegon, Banten, dan berperan sebagai salah satu pusat energi strategis yang mendukung penerimaan, penyimpanan, serta distribusi LPG kepada masyarakat dan industri. Terminal tersebut memiliki kapasitas penyimpanan sebesar 98.000 MT (Metrik Ton) atau 196.000 CBM (Cubic Meter), atau setara dengan 35-40 persen kebutuhan LPG Nasional dengan fasilitas jetty yang dapat melayani kapal berkapasitas sekitar 3.500 hingga 65.000 DWT (Deadweight Tonnage).

Proses sertifikasi sendiri dimulai sejak kick-off pada 11 Februari 2026, dilanjutkan dengan gap assessment and refreshment workshop, audit awal, serta audit final pada Juli 2026. Hasil audit final menunjukkan Terminal LPG Tanjung Sekong mendapatkan skor 78,86 persen dan mengantarkannya memperoleh predikat Bintang 2 dari maksimal Bintang 3.

"Audit ini dilakukan oleh BV sebagai Lembaga auditor independen internasional dan membuktikan bahwa standar yang diterapkan sudah berkelas dunia," kata Agung.

Sementara itu, BV Southeast Asia Industry Director Joko Prakoso menjelaskan proses sertifikasi dilakukan dengan mengedepankan verifikasi berbasis data dan bukti lapangan. Penilaian Green Terminal Label tidak hanya berfokus pada satu aspek, melainkan mencakup berbagai indikator keberlanjutan, mulai dari kinerja lingkungan, efisiensi penggunaan energi, pengurangan emisi gas rumah kaca, aspek keselamatan dan kesehatan kerja (HSE), tata kelola perusahaan atau good governance, operation excellence, komitmen para pemangku kepentingan, hingga keberlanjutan program perusahaan.

"Kami melakukan proses verifikasi secara independen. Penilaiannya harus berdasarkan bukti dan data yang nyata, bukan hanya pernyataan. Setelah seluruh aspek memenuhi persyaratan, kami menyatakan terminal ini layak memperoleh sertifikasi Green Terminal Label bintang 2," jelas Joko.

Lebih lanjut, Joko menyampaikan sebagai terminal LPG pertama di dunia yang memperoleh sertifikasi ini, pencapaian tersebut menetapkan tolok ukur baru di tingkat global untuk operasional terminal yang berkelanjutan. "Kami berharap pencapaian ini dapat menginspirasi penerapan praktik-praktik berkelanjutan yang lebih luas di seluruh sektor energi," kata Joko.

Capaian Green Terminal LPG Tanjung Sekong menjadi bukti nyata komitmen Pertamina terhadap penerapan prinsip ESG, kepatuhan terhadap regulasi lingkungan, serta dukungan terhadap pencapaian target Net Zero Emission pada 2060 atau lebih cepat.

Melalui inisiatif ini, Pertamina menegaskan perannya sebagai perusahaan energi nasional yang terus mendorong inovasi rendah karbon dan memperkuat kontribusi terhadap agenda transisi energi Indonesia, termasuk pada sektor transportasi dan storage yang memiliki peran strategis dalam rantai pasok energi nasional. (WEB)

Sponsored Content: This article is a paid collaboration. While this content is sponsored, all insights, reviews, and editorial standards remain entirely our own.

Curated For You

Editorial Team

Related Article