PT Pertamina (Persero) kembali mencatatkan capaian penting dalam transformasi bisnis berkelanjutan. Terminal LPG Tanjung Sekong yang dikelola PT Pertamina Energy Terminal (PET), anak usaha PT Pertamina International Shipping (PIS), resmi meraih Green Terminal Label Certification (GTLC) bintang 2 dari Bureau Veritas (BV). (Dok. Pertamina)
Terminal LPG Tanjung Sekong berlokasi di Cilegon, Banten, dan berperan sebagai salah satu pusat energi strategis yang mendukung penerimaan, penyimpanan, serta distribusi LPG kepada masyarakat dan industri. Terminal tersebut memiliki kapasitas penyimpanan sebesar 98.000 MT (Metrik Ton) atau 196.000 CBM (Cubic Meter), atau setara dengan 35-40 persen kebutuhan LPG Nasional dengan fasilitas jetty yang dapat melayani kapal berkapasitas sekitar 3.500 hingga 65.000 DWT (Deadweight Tonnage).
Proses sertifikasi sendiri dimulai sejak kick-off pada 11 Februari 2026, dilanjutkan dengan gap assessment and refreshment workshop, audit awal, serta audit final pada Juli 2026. Hasil audit final menunjukkan Terminal LPG Tanjung Sekong mendapatkan skor 78,86 persen dan mengantarkannya memperoleh predikat Bintang 2 dari maksimal Bintang 3.
"Audit ini dilakukan oleh BV sebagai Lembaga auditor independen internasional dan membuktikan bahwa standar yang diterapkan sudah berkelas dunia," kata Agung.
Sementara itu, BV Southeast Asia Industry Director Joko Prakoso menjelaskan proses sertifikasi dilakukan dengan mengedepankan verifikasi berbasis data dan bukti lapangan. Penilaian Green Terminal Label tidak hanya berfokus pada satu aspek, melainkan mencakup berbagai indikator keberlanjutan, mulai dari kinerja lingkungan, efisiensi penggunaan energi, pengurangan emisi gas rumah kaca, aspek keselamatan dan kesehatan kerja (HSE), tata kelola perusahaan atau good governance, operation excellence, komitmen para pemangku kepentingan, hingga keberlanjutan program perusahaan.
"Kami melakukan proses verifikasi secara independen. Penilaiannya harus berdasarkan bukti dan data yang nyata, bukan hanya pernyataan. Setelah seluruh aspek memenuhi persyaratan, kami menyatakan terminal ini layak memperoleh sertifikasi Green Terminal Label bintang 2," jelas Joko.
Lebih lanjut, Joko menyampaikan sebagai terminal LPG pertama di dunia yang memperoleh sertifikasi ini, pencapaian tersebut menetapkan tolok ukur baru di tingkat global untuk operasional terminal yang berkelanjutan. "Kami berharap pencapaian ini dapat menginspirasi penerapan praktik-praktik berkelanjutan yang lebih luas di seluruh sektor energi," kata Joko.
Capaian Green Terminal LPG Tanjung Sekong menjadi bukti nyata komitmen Pertamina terhadap penerapan prinsip ESG, kepatuhan terhadap regulasi lingkungan, serta dukungan terhadap pencapaian target Net Zero Emission pada 2060 atau lebih cepat.
Melalui inisiatif ini, Pertamina menegaskan perannya sebagai perusahaan energi nasional yang terus mendorong inovasi rendah karbon dan memperkuat kontribusi terhadap agenda transisi energi Indonesia, termasuk pada sektor transportasi dan storage yang memiliki peran strategis dalam rantai pasok energi nasional. (WEB)