Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Tim Forensik Kantongi Riwayat Sakit Sutrimo: Diabet dan Jantung
Sutrimo saat tiba di UGD RS Muhammadiyah, Kamis (23/7/2026). (Beredar di WhatsApp)
  • Tim forensik telah mengantongi riwayat diabetes mellitus dan penyakit jantung Sutrimo untuk pemeriksaan lanjutan.
  • Analisis Laboratorium Forensik masih berjalan sehingga riwayat kesehatan belum menjadi indikasi penyebab kematian.
  • Pembusukan lanjut pada jenazah menjadi tantangan, sementara hasil pemeriksaan diperkirakan selesai dua sampai tiga pekan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Apakah hasil pemeriksaan laboratorium perlu ditunggu?
Vote Now
Kamis (23/7/2026)

Sutrimo dinyatakan meninggal dunia. Jenazahnya dimakamkan oleh keluarga di Banyumas.

Rabu (12/8/2026)

Polda Metro Jaya melakukan ekshumasi jenazah Sutrimo di Banyumas, Jawa Tengah. Tim Forensik Gabungan mengambil sampel dari berbagai bagian tubuh.

Rabu (19/8/2026)

Sumy menyatakan tim forensik telah mengantongi riwayat diabetes mellitus dan jantung Sutrimo. Analisis Laboratorium Forensik masih berjalan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Apakah hasil pemeriksaan laboratorium perlu ditunggu?
Vote Now
  • What?
    Tim forensik mengantongi riwayat sakit Sutrimo dan melanjutkan analisis laboratorium setelah ekshumasi.
  • Who?
    Brigjen Pol Sumy Hastry Purwanti, Ahmad Yudianto, Tim Forensik Gabungan, Polda Metro Jaya, dan Polda Jawa Tengah terlibat dalam proses pemeriksaan.
  • Where?
    Ekshumasi dilakukan di Banyumas, Jawa Tengah.
  • When?
    Ekshumasi dilakukan Rabu (12/8/2026), sedangkan Sumy menyampaikan perkembangan pemeriksaan pada Rabu (19/8/2026).
  • Why?
    Pemeriksaan dilakukan untuk keperluan forensik lanjutan dan mengungkap penyebab kematian Sutrimo.
  • How?
    Sampel diambil dari berbagai bagian tubuh, lalu diperiksa melalui histopatologi, toksikologi, dan DNA di laboratorium.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Apakah hasil pemeriksaan laboratorium perlu ditunggu?
Vote Now

Dokter sudah tahu Sutrimo punya sakit diabetes dan jantung. Polisi membongkar makamnya di Banyumas supaya dokter bisa mengambil sampel tubuhnya. Tubuh Sutrimo sudah membusuk, jadi pemeriksaannya susah. Sekarang laboratorium masih memeriksa sampel untuk mencari penyebab Sutrimo meninggal. Hasilnya diperkirakan selesai dua sampai tiga minggu.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Apakah hasil pemeriksaan laboratorium perlu ditunggu?
Vote Now

Pendataan riwayat diabetes mellitus dan jantung memberi dasar informasi bagi pemeriksaan forensik lanjutan. Pengambilan sampel dari berbagai bagian tubuh serta pemeriksaan histopatologi, toksikologi, dan DNA menunjukkan proses pemeriksaan tetap dilakukan secara detail meski kondisi jenazah telah memasuki pembusukan lanjut dalam bagian penyidikan yang berlangsung.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Apakah hasil pemeriksaan laboratorium perlu ditunggu?
Vote Now

Jakarta, IDN Times - Ketua Persatuan Dokter Forensik Medikolegal Indonesia (PMFI), Brigjen Pol Sumy Hastry Purwanti mengaku pihaknya telah mengantongi riwayat sakit bawaan Sutrimo untuk keperluan pemeriksaan forensik lanjutan.

Polda Metro Jaya telah melakukan ekshumasi terhadap jenazah Sutrimo di Banyumas, Jawa Tengah pada Rabu (12/8/2026).

“Data riwayat sakit ya, sakit diabetes mellitus (kencing manis) dan jantung,” kata Sumy saat dihubungi, Rabu (19/8/2026).

1. Proses analisis dari Laboratorium Forensik masih berjalan

Rumah Sakit Muhammadiyah Taman Puring, Jakarta Selatan (IDN Times/Irfan Fathurohman)

Sumy menjelaskan, riwayat kesehatan belum bisa menjadi indikasi dalam menentukan penyebab kematian. Karena proses analisis dari Laboratorium Forensik sampai saat ini masih berjalan.

“Belum selesai hasil pemeriksaan lab nya,” ujarnya.

2. Pembusukan jenazah jadi tantangan

Klinik Mordent di Kramat Pela, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. (IDN Times/Irfan Fathurohman)

Sumy mengaku, pemeriksaan terhadap jenazah Sutrimo tidaklah mudah. Karena jenazah telah memasuki tahapan pembusukan sejak dinyatakan meninggal dunia pada Kamis (23/7/2026).

“Karena jenazah sudah 19 hari tentu sudah busuk sekali itulah tantangannya,” ucap Sumy.

3. Hasil autopsi akan keluar 2-3 pekan setelah ekshumasi

Ilustrasi jenazah. (IDN Times/Mia Amalia)

Sebelumnya, Tim Forensik Gabungan telah selesai mengambil seluruh sampel bagian tubuh Sutrimo, sebagaimana proses ekshumasi yang digelar Polda Metro Jaya bersama Polda Jawa Tengah (Jateng) bagian dari penyidikan.

Ketua Tim Dokter Forensik, Ahmad Yudianto mengatakan, sampel diambil dari berbagai bagian tubuh, mulai dari kepala hingga bagian tubuh bawah untuk bisa mengungkap penyebab dari kematian Sutrimo.

"Sampel-sampel yang diambil itu bukan hanya satu, dua, tetapi hampir dari bagian tubuh. Dari mulai dari kepala sampai bagian tubuh bagian bawah, kami coba untuk dilakukan pemeriksaan," kata Yudi saat konferensi pers usai Ekshumasi di Banyumas, Jawa Tengah, Rabu (12/8/2026).

Pengambilan sampel menjadi penting lantaran kondisi jasad Sutrimo sudah mengalami pembusukan lanjut. Sejak yang bersangkutan dimakamkan 23 Juli 2026 oleh keluarga di kampungnya daerah Banyumas.

"Di ilmu kedokteran forensik ini sudah masuk pada proses pembusukan lanjut. Sehingga secara visual itu hampir semua sama warnanya dan semuanya. Sehingga ini perlu dilakukan pemeriksaan secara laboratorium secara detail," ucap dia.

Yudi menyebut, proses pemeriksaan itu akan memakan waktu dua sampai tiga pekan. Pemeriksaan ini meliputi pemeriksaan histopatologi (jaringan), pemeriksaan toksikologi dan pemeriksaan DNA.

"Jadi perkiraan, ini perkiraan ya, antara sekitar 2 sampai 3 minggu. Itu artinya pemeriksaan laboratoriumnya bisa terselesaikan semua," ujarnya.

Sampaikan pilihanmu soal hasil pemeriksaan Sutrimo

Apakah hasil pemeriksaan laboratorium perlu ditunggu?

See More
Perlu ditunggu
A*** has voted
B*** has voted
C**** has voted
Tidak perlu ditunggu

Curated For You

Editorial Team

Related Article