Jakarta, IDN Times - Setelah berjibaku selama dua hari, tim gabungan mengevakuasi jenazah terakhir korban jatuhnya helikopter Mi-17V5 milik TNI Angkatan Darat (AD). Jenazah terakhir diketahui atas nama Sertu Heri Prasetyo.
Helikopter milik Puspenerbad itu jatuh pada Rabu, 4 November 2026, ketika sedang melakukan misi water bombing untuk memadamkan kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Tengah. Dua hari lalu, tim gabungan menemukan tujuh prajurit TNI AD di wilayah perairan Kabupaten Seruyan di Kalimantan Tengah. Dua anggota TNI AD di antaranya ditemukan dalam keadaan meninggal dunia.
"Proses evakuasi dipimpin langsung oleh Pangdam XXII/Tambun Bungai, Mayjen TNI Zainul Arifin dengan melibatkan berbagai unsur terkait. Gubernur Kalteng, Agustiar Sabran juga ikut mendampingi," ungkap Kepala Dinas Penerangan TNI AD, Brigjen TNI Donny Pramono di dalam keterangan pada Jumat (6/11/2026).
Ia menjelaskan sebelum jenazah Sertu Heru berhasil dievakuasi, tim gabungan terlebih dahulu membalikan badan helikopter yang berada di dasar perairan. Proses tersebut, kata Donny, menggunakan bantuan kapal tugboat yang menarik badan helikopter.
"Sehingga, tim penyelam dapat menjangkau dan mengevakuasi korban dari dalam badan pesawat," tutur dia.