Kecelakaan itu terjadi pada pukul 11.18 WIB. Proses evakuasi dilakukan oleh TNI AD dan tim gabungan lewat jalur udara dan laut. Peristiwa tersebut merupakan kecelakaan kerja saat pelaksanaan tugas operasi pemadaman karhutla Sedangkan, penyebab kecelakaan masih ditelusuri.
KSAD Tunggu Temuan Kotak Hitam Helikopter Jatuh saat Misi Karhutla

- KSAD Jenderal Tandyo Budi Revita menunggu kotak hitam Mi-17V5 ditemukan untuk mengungkap kendala kecelakaan saat misi water bombing karhutla di Seruyan, Kalimantan Tengah.
- Kecelakaan menewaskan Letkol Cpn Dudi Firmansyah, Kapten Cpn Nurhafiz Akbar, dan Sertu Heri Prasetyo; lima prajurit lain selamat serta dievakuasi ke RS Kuala Pembuang.
- Penanganan karhutla tetap berlangsung dengan 636 sortie, sekitar 1,2 juta liter air ditebarkan, dan 18.989 personel TNI AD dikerahkan di Kalimantan.
Jakarta, IDN Times - Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD), Jenderal Tandyo Budi Revita, menunggu penemuan kotak hitam Helikopter Mi-17V5 milik TNI AD yang jatuh di laut pada Rabu (4/11/2026). Insiden tersebut menewaskan tiga prajurit TNI AD, termasuk pilot utama helikopter, Letnan Kolonel Cpn Dudi Firmansyah. Hingga kini proses pencarian kotak hitam Helikopter Mi-17V5 masih dilakukan.
"(Penyebab helikopter jatuh), kami masih nunggu kotak hitam (ditemukan)," ujar Tandyo di Taman Makam Pahlawan (TMP) Nasional Giri Tunggal, Semarang pada Kamis (5/11/2026).
Dia pun meminta publik untuk mendoakan agar kotak hitam helikopter tersebut dapat segera ditemukan.
"Karena kotak hitam yang ada di situ bisa memberikan jawaban apa kendala yang pada saat terjadi crash heli Mi-17 ini," kata dia.
Selain Letkol Cpn Dudi, ada dua prajurit lainnya yang gugur. Mereka adalah Kapten Cpn Nurhafiz Akbar dan Sertu Heri Prasetyo. Tandyo mengatakan, ketiganya sudah berada di Kalimantan selama dua bulan terakhir.
"Tiga almarhum ini sudah hampir dua bulan di sana," kata dia.
Helikopter Mi-17V5 itu jatuh di laut ketika hendak melakukan misi water bombing di Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan di Kalimantan Tengah.
1. TNI AD telah mengerahkan 636 sortie penerbangan untuk mengatasi karhutla Kalimantan

Ilustrasi pemadaman karhutla. Antara Foto/Nova Wahyudi Tandyo mengatakan, penanganan karhutla tetap berjalan seperti biasa usai jatuhnya satu helikopter milik TNI AD. Sejauh ini, TNI AD telah mengerahkan 636 sortie penerbangan untuk mengatasi karhutla di Kalimantan. Sementara, jumlah prajurit yang dikerahkan telah mencapai 18.989 untuk penanganan karhutla di Pulau Kalimantan.
"Kemarin itu terakhir adalah 636 sortie, kalau dihitung airnya itu kurang lebih 1,2 juta liter air yang sudah ditebarkan untuk membantu kebakaran di Kalimantan. (Penanganan karhutla) tetap berjalan. Sekarang, kami mengerahkan kurang lebih, khusus angkatan darat, 18.989 personel di Kalimantan ini. Jadi, sangat besar (jumlah personel) kita. Ini bukti pemerintah menangani karhutla di sana sangat serius," ujar dia.
2. KSAD Tandyo memimpin upacara pemakaman militer salah satu kru helikopter

Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD), Jenderal Tandyo Budi Revita ketika memimpin upacara pemakaman Kapten Cpn Nurhafiz Akbar Rizky Hartio. (Dokumentasi TNI AD) Tandyo juga memimpin upacara pemakaman militer Kapten Cpn (Anumerta) Nurhafiz Akbar Rizky yang gugur dalam kecelakaan helikopter itu. Upacara dilakukan secara militer di taman makam pahlawan.
Tandyo mengatakan, gugurnya Nurhafiz menjadi duka bagi keluarga besar TNI AD.
"Dedikasi dan keberaniannya dalam menjalankan misi kemanusiaan mencerminkan komitmen prajurit untuk hadir membantu masyarakat, termasuk dalam penanggulangan kebakaran hutan dan lahan," kata dia.
Tandyo turut mengucapkan belasungkawa dan memberikan penghormatan setinggi-tingginya atas pengabdian Nurhafiz.
"Semoga almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan serta ketabahan," kata dia.
3. Lima prajurit TNI AD berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat

Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD), Jenderal Tandyo Budi Revita ketika memimpin upacara pemakaman Kapten Cpn Nurhafiz Akbar Rizky Hartio. (Dokumentasi TNI AD) Selain tiga prajurit TNI AD yang gugur, lima anggota lainnya ikut dievakuasi dalam keadaan selamat. Mereka dibawa ke Rumah Sakit Kuala Pembuang.
Kepala Dinas Penerangan TNI AD, Brigjen TNI Donny Pramono, menjelaskan, Helikopter Mi 17V5 lepas landas dari Kuala Pambuang pada Rabu pukul 09.55 WIB menuju Telaga Pulang untuk melaksanakan misi pemadaman karhutla di Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP).
"Kecelakaan terjadi saat helikopter melakukan pengambilan air laut untuk water bombing," ujar Donny di dalam keterangan tertulis pada Rabu kemarin.




















