Ilustrasi tim SAR Gabungan melakukan pencarian nelayan yang hilang tenggelam di muara Sungai Opak.(Dok.SAR Satlinmas Wilayah IV Bantul)
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Gorontalo, Heriyanto, mengatakan, seluruh unsur SAR akan mengoptimalkan pencarian hingga seluruh area yang telah direncanakan selesai disisir.
"Kami mengerahkan alut dan personel yang tersedia bersama Potensi SAR dan memperkuat koordinasi dengan seluruh unsur terkait agar proses pencarian dapat berlangsung secara maksimal. Kami juga terus memantau perkembangan cuaca dan melakukan evaluasi berkala terhadap pola pencarian. Harapan kami, seluruh korban dapat segera ditemukan. Kami memohon doa dan dukungan masyarakat agar operasi SAR ini berjalan dengan aman dan memperoleh hasil yang diharapkan," ujar Heriyanto.
Operasi SAR hari ini dilaksanakan dengan membagi Tim SAR Gabungan ke dalam tiga Search and Rescue Unit (SRU) untuk memperluas cakupan pencarian di sepanjang jalur pelayaran yang diduga dilalui korban.
SRU 1 menggunakan Kapal Negara KAL Limboto bergerak dari Pelabuhan Gorontalo dengan rencana pencarian seluas kurang lebih 200 nautical mile persegi. SRU 2 menggunakan RIB 03 Gorontalo melakukan pencarian di area seluas sekitar 50 nautical mile persegi di sekitar lintasan pelayaran. Sementara itu, SRU 3 yang menggunakan speed boat milik Sanctum Una-Una Dive Resort melakukan penyisiran pada area pencarian seluas 50 nautical mile persegi guna mempercepat proses pencarian.
Operasi SAR melibatkan berbagai unsur, antara lain Basarnas Gorontalo, Pos SAR Marisa, KN SAR Bisma Kantor SAR Palu, Polairud Marisa, Pos Lanal Marisa, KN Limboto, serta Tim Sanctum Una-Una Dive Resort.
Dalam pencarian tim menghadapi kendala berupa gelombang tinggi yang disertai angin kencang sehingga setiap pergerakan unsur SAR dilakukan dengan memperhatikan keselamatan personel. Berdasarkan informasi BMKG, kondisi cuaca di lokasi operasi terpantau cerah, dengan tinggi gelombang 1–1,5 meter dan kecepatan angin 10–15 knot.