Kapal Feri Angkut 133 Penumpang Tenggelam di Guyana

- Kapal feri MV Barima milik pemerintah Guyana tenggelam saat berlayar dari Georgetown ke Port Kaituma dengan membawa 133 penumpang, memicu operasi pencarian besar oleh tim SAR dan militer.
- Otoritas Guyana menyelamatkan 67 orang termasuk 15 anak-anak, sementara pemerintah menyiapkan pos informasi korban di Umana Yana untuk membantu keluarga mencari data penumpang.
- Kapten kapal terbukti berada di bawah pengaruh alkohol dan telah ditahan polisi, sedangkan pemerintah membantah isu kelebihan muatan serta menduga arus pasang sebagai penyebab tenggelamnya kapal.
Jakarta, IDN Times - Kapal milik pemerintah Guyana yang mengangkut 133 penumpang dan awal kapal tenggelam pada Sabtu (18/7/2026) malam. Kapal MV Barima tersebut diketahui berlayar dari Georgetown menuju ke Port Kaituma lewat pesisir Atlantik Utara.
Hingga kini, tim search and rescue (SAR) Guyana sudah berkoordinasi dengan militer dan polisi Guyana, beserta institusi lainnya untuk mempercepat proses pencarian korban. Mereka juga meminta bantuan kepada kapal-kapal swasta yang beroperasi di area tersebut.
1. Lebih dari 60 orang berhasil diselamatkan

Otoritas Guyana mengatakan bahwa sebanyak 67 orang, termasuk 15 anak-anak berhasil diselamatkan oleh otoritas setempat. Puluhan korban selamat sudah ditempatkan di Institut Teknikal Essequibo dan mendapatkan makanan sebelum dipulangkan rumahnya.
Dilansir Kiskadee Watch, Menteri Pekerjaan Umum Guyana, Juan Edghill menyebut bahwa pemerintah tidak dapat memberikan identitas korban selamat. Namun, petugas dari Departemen Transportasi dan Pelabuhan akan berada di Umana Yana untuk memberikan informasi korban.
2. Kapten kapal MV Barima dalam pengaruh alkohol

Pada saat yang sama, Edghill mengumumkan bahwa kapten kapal MV Barima sudah menjalani tes untuk mengetahui kemungkinan mengonsumsi obat-obatan atau minuman beralkohol. Hasilnya, kapten kapal feri tersebut diketahui berada dalam pengaruh alkohol.
Menurutnya, temuan ini menunjukkan adanya aksi kriminal. Otoritas Guyana juga sudah membuka investigasi terkait dugaan kelalaian dan kapten kapal MV Barima itu sudah ditahan oleh kepolisian setempat.
3. Tepis dugaan kapal kelebihan muatan

Menanggapi tuduhan kelebihan muatan penumpang atau kargo, Edghill membantah hal tersebut. Menurutnya, kapal feri itu tidak kelebihan muatan dan dilengkapi dengan 250 jaket pelampung, 2 perahu karet penyelamat besar, dan 6 perahu karet penyelamat.
Dilansir Los Angeles Times, Edghill mengatakan, tenggelamnya kapal tersebut bisa disebabkan oleh arus pasang sesuai dengan keterangan dari penumpang. Sementara, kapal MV Barima diketahui berlayar melewati komunitas suku pribumi di dekat Venezuela.




















