Jakarta, IDN Times - Aktivitas Gunung Anak Krakatau (GAK) mulai meningkat sejak pekan lalu. Meskipun sudah menurun, tetapi pada Kamis (10/9/2026), erupsi tetap terjadi.
TNI Angkatan Laut (AL) kemudian bergerak dengan mengerahkan unsur kapal perang KRI Lepu-861 untuk memantau situasi keamanan navigasi pelayaran sekaligus menyiagakan personel Search and Rescue (SAR) dan bantuan logistik bagi masyarakat pesisir di sekitar perairan Laut Sunda sejak Selasa (8/9/2026) lalu.
Komandan Lanal (Danlanal) Lampung, Letnan Kolonel Laut (P) Irianto Kurniawan, sudah berkoordinasi dengan Asops Komandan Gugus Tempur Laut Koarmada I dan Komandan KRI Lepu-861 untuk melaksanakan peninjauan langsung di lapangan. Dari hasil pengamatan visual KRI Lepu-861 pada jarak 1,5 mil laut dari lokasi, dilaporkan kondisi erupsi masih terjadi.
"Gunung tertutup kabut tebal dengan jarak pandang di sekitar area gunung kurang lebih 3 mil laut, tinggi gelombang tercatat 0,5 hingga 1 meter dengan arah angin dari selatan ke utara pada kecepatan 7-10 knot. Sebaran abu vulkanik masih terpantau hingga radius 6 mil laut," demikian isi keterangan tertulis dari TNI AL, dikutip Jumat (11/9/2026).
Oleh sebab itu, kapal-kapal yang melintas Selat Sunda diminta untuk waspada karena berpotensi mengganggu jalur navigasi.
"TNI AL terus memantau perkembangan situasi dari dekat guna memastikan jalur pelayaran tetap aman sekaligus menyiapkan langkah mitigasi cepat bagi masyarakat perairan pesisir," ujar TNI AL.
