Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
TNI AU Janji Usut Tuntas Dugaan Penganiayaan Serda AMF oleh Senior
Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara (Kadispenau), Marsekal Pertama I Nyoman Suadnyana. (Dokumentasi TNI AU)
  • TNI AU berjanji mengusut transparan dugaan penganiayaan terhadap Serda Ahmad Muzammul Farisa hingga meninggal di Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, pada 10 September 2026.
  • Empat prajurit berinisial MTSA, JM, MAD, dan AH diduga terlibat; TNI AU menyatakan pelaku yang terbukti akan diproses sesuai hukum tanpa intervensi.
  • Wakil Ketua Komisi I DPR Dave Laksono meminta evaluasi pembinaan dan disiplin TNI, sementara jenazah Serda Ahmad dimakamkan tanpa upacara militer di Magetan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Serda Ahmad Muzammul Farisa meninggal setelah diduga dipukul oleh empat senior di Halim, Jakarta. TNI AU bilang akan mencari tahu semuanya dengan adil. Empat orang itu akan diperiksa dan bisa dihukum. Ahmad sudah dimakamkan di Magetan. DPR juga meminta cara melatih tentara diperbaiki supaya hal seperti ini tidak terjadi lagi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Komitmen TNI AU untuk membuka fakta berdasarkan pemeriksaan dan alat bukti, serta memproses pihak yang terbukti bersalah tanpa intervensi, memberi ruang bagi akuntabilitas. Dorongan evaluasi pembinaan dari Komisi I DPR juga menempatkan penegakan disiplin pada koridor hukum dan profesionalisme yang lebih kuat.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Mabes TNI Angkatan Udara (AU) berjanji bakal mengusut tuntas dugaan penganiayaan yang dialami oleh Sersan Dua Ahmad Muzammul Farisa (AMF) hingga meninggal dunia. AMF diduga tewas akibat dianiaya oleh empat seniornya di Kompleks Skadron Lanud Halim Perdana Kusuma, Jakarta Timur. Ahmad tewas pada Kamis, 10 September 2026.

"TNI AU berkomitmen mengusut tuntas dugaan pembinaan berlebihan yang menyebabkan Serda AMF meninggal pada Kamis kemarin secara transparan," ungkap Kepala Dinas Penerangan TNI AU, Marsekal Pertama I Nyoman Suadnyana di dalam keterangan pada Sabtu (12/9/2026).

Perwira tinggi di TNI AU itu menambahkan fakta-fakta terkait kejadian tersebut bakal diungkap berdasarkan hasil pemeriksaan dan alat bukti yang diperoleh. Prajurit yang terbukti melakukan penganiayaan akan dimintai pertanggung jawaban.

Berdasarkan informasi, ada empat prajurit yang terlibat dalam penganiayaan. Mereka berinsial Serda MTSA, Serda JM, Serda MAD dan Serda AH.

"Prajurit TNI AU itu akan diproses sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku," tutur dia.

1. TNI AU tidak akan berikan ruang bagi tindakan melanggar hukum

Ilustrasi penganiayaan. (IDN Times)

Lebih lanjut, kata Nyoman, TNI AU menegaskan tidak akan memberikan ruang bagi tindakan yang melanggar hukum di lingkungan militer.

"TNI AU memastikan proses tersebut berjalan transparan, adil, dan tanpa intervensi dengan tetap berpedoman pada ketentuan peraturan perundang-undangan," katanya.

2. Anggota Komisi I DPR minta TNI evaluasi pembinaan di lingkungan militer

Wakil Ketua Komisi I DPR Dave Laksono (IDN Times/Aryodamar)

Sementara, Wakil Ketua Komisi I DPR, Dave Laksono menilai kasus meninggalnya Serda Ahmad Muzammil Farisa harus menjadi bahan evaluasi terhadap proses pembinaan dan penegakan disiplin di lingkungan TNI. Tindakan kekerasan terhadap sesama prajurit, kata Dave, tidak dapat dibenarkan, terlebih jika sampai menyebabkan hilangnya nyawa.

"Kejadian ini juga perlu menjadi bahan evaluasi agar proses pembinaan dan penegakan di lingkungan satuan dapat terus diperkuat," ujar Dave ketika dihubungi pada Sabtu (12/9/2026).

Menurut dia, disiplin dan ketegasan merupakan bagian kehidupan militer. Namun, keduanya tetap harus diterapkan sesuai ketentuan dan tidak boleh menjadi pembenaran sebagai tindakan kekerasan.

Politisi dari Partai Golkar itu juga meminta proses penyelidikan kasus tersebut dilakukan secara profesional, objektif, dan menyeluruh.

"Yang terpenting, kasus ini dapat ditangani secara tuntas dan menjadi pembelajaran untuk terus memperkuat profesionalisme, disiplin, serta pembinaan prajurit, sehingga kejadian serupa tidak terulang kembali," tutur dia.

3. Jenazah Serda Ahmad dimakamkan di Magetan

Ilustrasi meninggal dunia. (IDN Times/Mardya Shakti)

Serda Ahmad Muzammul Farisa diketahui bertugas di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta. Almarhum menjalani tugas di lingkungan Dinas Psikologi Mabes TNI AU selama sekitar 1,5 tahun sebelum meninggal dunia diduga dianiaya oleh seniornya.

Jenazah Ahmad dimakamkan tanpa upacara militer di tempat pemakaman umum (TPU) yang lokasinya tidak jauh dari rumah duka, Magetan, Jawa Timur, pada Kamis, 10 September 2026 lalu.

Curated For You

Editorial Team

Related Article