Amien Rais (kiri) bersama Ketua Umum Partai Ummat, Ridho Rahmadi saat berada di Kampung Tua Pasir Panjang, Pulau Rempang (IDN Times / Putra Gema Pamungkas)
Atas hal tersebut, Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) juga menanggapi soal video pernyataan Ketua Majelis Syura Partai Ummat, Amien Rais. Dalam video berdurasi 8 menit dan diunggah ke akun YouTube itu, Amien menuding Presiden Prabowo Subianto memiliki kedekatan khusus dengan Sekretaris Kabinet, Letkol Teddy Indra Wijaya.
Kedekatan khusus tersebut, kata Amien, bukan sebatas relasi profesional dan pekerjaan. Melainkan ada kedekatan personal secara khusus. Kemkomdigi tegas menyebut narasi dalam video Amien merupakan hoaks dan fitnah.
"Isi video itu hoaks, fitnah dan mengandung ujaran kebencian," ujar Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, dikutip dari situs resmi Kemkomdigi, Jumat (1/5/2026).
Narasi itu, kata Meutya, merupakan upaya untuk merendahkan martabat pimpinan tertinggi negara dan tak didasari fakta.
"Di dalamnya juga terdapat upaya provokasi untuk menciptakan kegaduhan publik. Hal ini berpotensi memecah belah bangsa," kata mantan jurnalis senior di televisi itu.
Sementara, Kepala Badan Komunikasi (Bakom) Pemerintah, Muhammad Qodari, prihatin terhadap pernyataan Amien Rais yang menuduh Presiden Prabowo Subianto dan Sekretaris Kabinet (Seskab), Teddy Indra Wijaya, memiliki hubungan spesial.
Menurut Qodari, Amien Rais yang merupakan tokoh reformasi juga bisa mendapat informasi yang tidak benar dan kemudian menyebarkan ulang atau korban hoaks.
“Kalau saya prihatin, ya, setelah melihat video Pak Amien Rais itu, prihatinnya itu adalah Pak Amien Rais sebagai tokoh, sebagai akademisi, sebagai profesor doktor, telah menjadi korban dari hoaks,” ujar Qodari dalam keterangannya, dikutip Minggu (3/5/2026).
Pernyataan Amien Rais itu diunggah ke media sosial. Amien juga menyoroti lagu berjudul "Aku Bukan Teddy" yang dianggap dinyanyikan Titiek Soeharto untuk Prabowo.
“Karena dasar penilaian atau tudingan bahwa Pak Seskab, Pak Teddy adalah gay, itu adalah sebuah akun yang di dalamnya berisi lagu berjudul Aku Bukan Teddy, yang dianggap oleh Pak Amien Rais bahwa yang menyanyi itu adalah Ibu Titiek (Soeharto),” kata Qodari.
Qodari menjelaskan, judul lagu tersebut seharusnya tidak dijadikan rujukan Amien Rais. Sebab, penyanyi dalam video tersebut bukan Titiek Soeharto.
Qodari menyebut Titiek Soeharto dalam video tersebut hanya tampilan potongan gambar. Namun, kata dia, tidak langsung menyanyikan lagu yang dianggap Amien Rais sebagai cinta segitiga antara Prabowo, Titiek, dan Teddy.
Menurut Qodari, konten yang dikutip Amien Rais juga mencantumkan keterangan materi hiburan. Oleh karena itu, Qodari mengimbau kepada siapa saja agar berhati-hati dalam menyerap informasi di media sosial.
“Jadi ini contoh dari bahaya hoaks dalam medsos, bahaya dari AI (Akal Imitasi), bagaimana seorang tokoh sepintar, sesenior seperti Pak Amien Rais itu bisa menjadi korban hoaks. Jadi statement dari Pak Amien Rais tentang Pak Teddy itu adalah dasarnya hoaks,” ucap dia.