Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Ummat: Pernyataan Amien Rais soal Prabowo-Teddy Bentuk Kecintaan ke RI
Presiden Prabowo Subianto memegang pundak Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya di acara di Universitas Pertahanan. (www.instagram.com/@sekretariat.kabinet)
  • Ridho Rahmadi menjelaskan pernyataan Amien Rais tentang kedekatan Prabowo dan Teddy sebagai bentuk kecintaan pada negeri serta kepedulian terhadap sahabat lamanya, bukan serangan politik.
  • Partai Ummat menyatakan dukungan penuh terhadap Amien Rais yang dikenal kritis sejak era Orde Baru, menilai ucapannya mewakili keresahan masyarakat yang jarang diungkapkan secara terbuka.
  • Kementerian Komunikasi dan Digital menegaskan video pernyataan Amien berisi hoaks dan ujaran kebencian, sementara pemerintah menilai Amien menjadi korban informasi palsu terkait isu hubungan pribadi tersebut.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Ketua Umum Partai Ummat, Ridho Rahmadi, menjelaskan tujuan di balik pernyataan Amien Rais soal kedekatan Sekretaris Kabinet (Seskab), Teddy Indra Wijaya dengan Presiden RI, Prabowo Subianto.

Ridho mengatakan, pernyataan itu disampaikan sebagai wujud kecintaan Amien Rais terhadap negara dan kepedulian kepada Prabowo sebagai sahabat lama.

"Pernyataan Pak Amien tersebut adalah bentuk kecintaan pada negeri ini dan sahabat lamanya Pak Prabowo," kata dia kepada IDN Times, Selasa (5/5/2026).

1. Amien Rais hanya menyuarakan keresahan masyarakat

Ketua Majelis Syura Partai Ummat, Amien Rais. (www.instagram.com/@amienraisofficial)

Ridho yang juga merupakan putra dari Amien Rais ini mengatakan, pernyataan yang disampaikan juga sebagai bentuk keresahan masyarakat.

"Beliau hanya menyuarakan keresahan yang sudah beredar luas di masyarakat, hanya tidak ada yang berani menyampaikan," ujar dia.

2. Jejak kritis Amien Rais

Amien Rais (Yotube: Amien Rais Official)

Terlebih, kata dia, Amien Rais memang dikenal sebagai tokoh yang kritis. Bahkan kritikannya sudah disampaikan sejak era orde baru.

"Rekam jejak kritis Pak Amien bukan baru kemarin, tapi sudah kita saksikan bersama sejak zaman orde baru," kata Ridho.

Ridho memastikan, partainya mendukung penuh pernyataan Amien Rais tentang isu kedekatan Seskab, Teddy Indra Wijaya dan Presiden RI, Prabowo Subianto. Amien Rais sendiri saat ini menjabat sebagai Ketua Majelis Syura Partai Ummat.

“Kami seluruh kader Partai Ummat 1.000 persen mendukung pernyataan Ketua Majelis Syura kami Pak Amien Rais,” kata Ridho.

3. Tanggapan pemerintah soal pernyataan Amien Rais

Amien Rais (kiri) bersama Ketua Umum Partai Ummat, Ridho Rahmadi saat berada di Kampung Tua Pasir Panjang, Pulau Rempang (IDN Times / Putra Gema Pamungkas)

Atas hal tersebut, Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) juga menanggapi soal video pernyataan Ketua Majelis Syura Partai Ummat, Amien Rais. Dalam video berdurasi 8 menit dan diunggah ke akun YouTube itu, Amien menuding Presiden Prabowo Subianto memiliki kedekatan khusus dengan Sekretaris Kabinet, Letkol Teddy Indra Wijaya.

Kedekatan khusus tersebut, kata Amien, bukan sebatas relasi profesional dan pekerjaan. Melainkan ada kedekatan personal secara khusus. Kemkomdigi tegas menyebut narasi dalam video Amien merupakan hoaks dan fitnah.

"Isi video itu hoaks, fitnah dan mengandung ujaran kebencian," ujar Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, dikutip dari situs resmi Kemkomdigi, Jumat (1/5/2026).

Narasi itu, kata Meutya, merupakan upaya untuk merendahkan martabat pimpinan tertinggi negara dan tak didasari fakta.

"Di dalamnya juga terdapat upaya provokasi untuk menciptakan kegaduhan publik. Hal ini berpotensi memecah belah bangsa," kata mantan jurnalis senior di televisi itu.

Sementara, Kepala Badan Komunikasi (Bakom) Pemerintah, Muhammad Qodari, prihatin terhadap pernyataan Amien Rais yang menuduh Presiden Prabowo Subianto dan Sekretaris Kabinet (Seskab), Teddy Indra Wijaya, memiliki hubungan spesial.

Menurut Qodari, Amien Rais yang merupakan tokoh reformasi juga bisa mendapat informasi yang tidak benar dan kemudian menyebarkan ulang atau korban hoaks.

“Kalau saya prihatin, ya, setelah melihat video Pak Amien Rais itu, prihatinnya itu adalah Pak Amien Rais sebagai tokoh, sebagai akademisi, sebagai profesor doktor, telah menjadi korban dari hoaks,” ujar Qodari dalam keterangannya, dikutip Minggu (3/5/2026).

Pernyataan Amien Rais itu diunggah ke media sosial. Amien juga menyoroti lagu berjudul "Aku Bukan Teddy" yang dianggap dinyanyikan Titiek Soeharto untuk Prabowo.

“Karena dasar penilaian atau tudingan bahwa Pak Seskab, Pak Teddy adalah gay, itu adalah sebuah akun yang di dalamnya berisi lagu berjudul Aku Bukan Teddy, yang dianggap oleh Pak Amien Rais bahwa yang menyanyi itu adalah Ibu Titiek (Soeharto),” kata Qodari.

Qodari menjelaskan, judul lagu tersebut seharusnya tidak dijadikan rujukan Amien Rais. Sebab, penyanyi dalam video tersebut bukan Titiek Soeharto.

Qodari menyebut Titiek Soeharto dalam video tersebut hanya tampilan potongan gambar. Namun, kata dia, tidak langsung menyanyikan lagu yang dianggap Amien Rais sebagai cinta segitiga antara Prabowo, Titiek, dan Teddy.

Menurut Qodari, konten yang dikutip Amien Rais juga mencantumkan keterangan materi hiburan. Oleh karena itu, Qodari mengimbau kepada siapa saja agar berhati-hati dalam menyerap informasi di media sosial.

“Jadi ini contoh dari bahaya hoaks dalam medsos, bahaya dari AI (Akal Imitasi), bagaimana seorang tokoh sepintar, sesenior seperti Pak Amien Rais itu bisa menjadi korban hoaks. Jadi statement dari Pak Amien Rais tentang Pak Teddy itu adalah dasarnya hoaks,” ucap dia.

Editorial Team