Partai Ummat: Kami Seribu Persen Dukung Pernyataan Amien Rais Soal Teddy

- Ketua Umum Partai Ummat, Ridho Rahmadi, menegaskan dukungan penuh terhadap pernyataan Amien Rais terkait isu kedekatan Presiden Prabowo Subianto dan Seskab Teddy Indra Wijaya.
- Kementerian Komunikasi dan Digital menyatakan video Amien Rais berisi tuduhan hubungan khusus Prabowo-Teddy sebagai hoaks, fitnah, serta berpotensi memecah belah masyarakat.
- Kepala Bakom Pemerintah, Muhammad Qodari, menyayangkan Amien Rais diduga terpengaruh hoaks media sosial dan mengimbau publik lebih waspada terhadap informasi digital yang menyesatkan.
Jakarta, IDN Times - Ketua Umum Partai Ummat, Ridho Rahmadi memastikan, partainya mendukung penuh pernyataan Ketua Majelis Syura Partai Ummat, Amien Rais tentang isu kedekatan Sekretaris Kabinet (Seskab), Teddy Indra Wijaya dan Presiden RI, Prabowo Subianto.
“Kami seluruh kader Partai Ummat seribu persen mendukung pernyataan Ketua Majelis Syura kami Pak Amien Rais,” kata Ridho kepada IDN Times dikutip Selasa (5/5/2026).
1. Menyuarakan kegelisahan masyarakat

Ridho menjelaskan, pernyataan Amien adalah sebagai bentuk kegelisahan yang beredar di masyarakat tentang Seskab Teddy. Sikap Amien ini juga sebagai bentuk kepedulian dan kecintaan terhadap negara dan sahabat lamanya Presiden RI, Prabowo Subianto.
“Kalau kita amati, sesungguhnya apa yang disampaikan oleh pak Amien Rais tersebut sudah banyak beredar di masyarakat. Adapun yang disampaikan pak Amien sebenarnya menyuarakan kegelisahan tersebut dalam bahasa yang lugas sebagaimana ciri khas beliau, rekam jejak kritis dan keberanian beliau sudah kita saksikan bersama sejak zaman orde baru,” ungkap Ridho.
2. Menkomdigi sebut tuduhan Amien Rais soal relasi Prabowo dan seskab hoaks

Sebelumnya, Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) juga menanggapi soal video pernyataan Ketua Majelis Syura Partai Ummat, Amien Rais. Dalam video berdurasi 8 menit dan diunggah ke akun YouTube pribadinya, Amien menuding Presiden Prabowo Subianto memiliki kedekatan khusus dengan Sekretaris Kabinet, Letkol Teddy Indra Wijaya.
Kedekatan khusus tersebut, kata Amien, bukan sebatas relasi profesional dan pekerjaan. Melainkan ada kedekatan personal secara khusus. Kemkomdigi tegas menyebut narasi dalam video Amien merupakan hoaks dan fitnah.
"Isi video itu hoaks, fitnah dan mengandung ujaran kebencian," ujar Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, dikutip dari situs resmi Kemkomdigi, Jumat, 1 Mei 2026.
Narasi itu, kata Meutya, merupakan upaya untuk merendahkan martabat pimpinan tertinggi negara dan tak didasari fakta. "Di dalamnya juga terdapat upaya provokasi untuk menciptakan kegaduhan publik. Hal ini berpotensi memecah belah bangsa," kata mantan jurnalis itu.
3. Qodari prihatin Amien Rais tuduh Prabowo-Teddy punya hubungan spesial

Sementara, Kepala Badan Komunikasi (Bakom) Pemerintah, Muhammad Qodari, prihatin terhadap pernyataan tokoh Partai Ummat, Amien Rais, yang menuduh Presiden Prabowo Subianto dan Sekretaris Kabinet (Seskab), Teddy Indra Wijaya, memiliki hubungan spesial.
Menurut Qodari, Amien Rais yang merupakan tokoh reformasi juga bisa mendapat informasi yang tidak benar dan kemudian menyebarkan ulang atau korban hoaks.
“Kalau saya prihatin ya, setelah melihat video Pak Amien Rais itu, prihatinnya itu adalah Pak Amien Rais sebagai tokoh, sebagai akademisi, sebagai profesor doktor, telah menjadi korban dari hoaks,” ujar Qodari dalam keterangannya, dikutip Minggu (3/5/2026).
Pernyataan Amien Rais itu diunggah ke media sosial. Amin juga menyoroti lagu berjudul "Aku Bukan Teddy" yang dianggap dinyanyikan Titiek Soeharto untuk Prabowo.
Qodari menjelaskan judul lagu tersebut seharusnya tidak dijadikan rujukan Amien Rais. Sebab, penyanyi dalam video tersebut bukan Titiek Soeharto.
Qodari menyebut Titiek Soeharto dalam video tersebut hanya tampilan potongan gambar. Tetapi, kata dia, tidak langsung menyanyikan lagu yang dianggap Amien Rais sebagai hubungan segitiga antara Prabowo, Titiek, dan Teddy.
Menurut Qodari, konten yang dikutip Amien Rais juga mencantumkan keterangan materi hiburan. Karena itu, Qodari mengimbau kepada siapa saja agar berhati-hati dalam menyerap informasi di media sosial.
“Jadi ini contoh dari bahaya hoaks dalam medsos, bahaya dari AI (Akal Imitasi), bagaimana seorang tokoh sepintar, sesenior seperti Pak Amien Rais itu bisa menjadi korban hoaks. Jadi statement dari Pak Amien Rais tentang Pak Teddy itu adalah dasarnya hoaks,” ucap dia.


















