Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Update: Anak Krakatau Masih Level III, Kemenkes Catat 68.919 Kasus ISPA
Pengamatan aktivitas Gunung Anak Krakatau di kantor Pusdalops BPBD Lampung. (IDN Times/Tama Yudha Wiguna).
  • Sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau tidak terdeteksi melalui citra satelit hingga Kamis pukul 13.00 WIB.
  • Status Gunung Anak Krakatau masih Level III atau Siaga, dengan larangan aktivitas dalam radius 3 km dari kawah aktif.
  • Kemenkes mencatat 68.919 kasus ISPA dan menyiapkan pemantauan, layanan darurat, pos kesehatan, serta rumah sakit di daerah terdampak.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Kamis siang

Analisis citra satelit menunjukkan sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau sudah tidak terdeteksi.

Kamis (10/9/2026)

Hingga pukul 13.00 WIB, sebaran abu tidak terdeteksi melalui citra satelit. Status Gunung Anak Krakatau tetap Level III atau Siaga, sementara Kemenkes mencatat 68.919 kasus ISPA.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Gunung Anak Krakatau masih berstatus Level III atau Siaga, sementara 68.919 kasus ISPA tercatat di wilayah terdampak abu vulkanik.
  • Who?
    Berton SP Panjaitan dari BNPB dan Widyawati dari Kementerian Kesehatan menyampaikan perkembangan situasi.
  • Where?
    Wilayah terdampak abu vulkanik yang tersebar di empat provinsi dan 23 kabupaten/kota.
  • When?
    Hingga Kamis (10/9/2026) pukul 13.00 WIB.
  • Why?
    Aktivitas Gunung Anak Krakatau masih berada pada Level III atau Siaga sehingga rekomendasi keselamatan tetap berlaku.
  • How?
    Kemenkes menyiapkan pemantauan penyakit, surveilans kualitas udara, edukasi, layanan darurat 119, 830 pos pelayanan kesehatan, dan 413 rumah sakit.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Gunung Anak Krakatau masih Siaga, walau abunya sudah tidak terlihat dari satelit. Pak Berton dari BNPB bilang orang, wisatawan, dan pendaki jangan mendekat sampai 3 km dari kawah. Bu Widyawati dari Kemenkes bilang ada 68.919 orang kena ISPA. Pemerintah menyiapkan layanan kesehatan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Kesiapan layanan kesehatan di daerah terdampak mencakup pemantauan penyakit, surveilans kualitas udara, edukasi pengurangan risiko, serta layanan darurat. Ketersediaan 830 pos pelayanan kesehatan dan 413 rumah sakit menunjukkan penanganan kesehatan dilakukan bersamaan dengan upaya menjaga masyarakat tetap mematuhi batas aman Gunung Anak Krakatau.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau sudah tidak terdeteksi melalui citra satelit hingga Kamis (10/9/2026) pukul 13.00 WIB. Namun, status gunung masih Level III atau Siaga, sementara Kementerian Kesehatan mencatat 68.919 kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di wilayah terdampak abu vulkanik.

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Berton SP Panjaitan, mengimbau masyarakat tetap mematuhi batas aman, meski abu tak lagi terpantau.

“Kami sedikit melakukan update Gunung Anak Krakatau bahwa aktivitas masih berada di Level III atau artinya Siaga. Pada status level ini tentu otoritas kegunungapian tetap merekomendasikan masyarakat, wisatawan, atau pun pendaki untuk tidak melakukan aktivitas dalam radius 3 kilometer dari kawah aktif,” kata Berton dalam keterangannya, Kamis.

1. Abu tak lagi terpantau

Suasana penumpang di Bandara Soekarno-Hatta usai ditutup dampak abu vulkanik Gunung Anak Krakatau (IDN Times/Maya Aulia Aprilianti)

Berton menjelaskan analisis citra satelit pada Kamis siang menunjukkan sebaran abu vulkanik sudah tidak terdeteksi. Meski demikian, rekomendasi keselamatan tetap berlaku, karena aktivitas Gunung Anak Krakatau masih berada pada Level III atau Siaga.

“Pada status level ini tentu otoritas kegunungapian tetap merekomendasikan masyarakat, wisatawan, atau pun pendaki untuk tidak melakukan aktivitas dalam radius 3 kilometer dari kawah aktif,” kata Berton.

2. ISPA mencapai 68.919 kasus

Warga menyerbu pedagang masker di Pasar Esemka efek dari abu Gunung Anak Krakatau, Senin (7/9/2026). (IDN Times/Dini Suciatiningrum)

Juru Bicara Kementerian Kesehatan Widyawati mengatakan laporan kumulatif ISPA di wilayah terdampak abu vulkanik mencapai 68.919 kasus. Sebanyak 14.439 kasus terjadi pada anak usia 0-5 tahun, sedangkan 54.480 kasus pada kelompok usia di atas 5 tahun, tersebar di empat provinsi dan 23 kabupaten/kota.

“Situasi ISPA pada wilayah terdampak abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau, laporan kasusnya terkini adalah ada 68.919 kumulatif kasus ISPA,” kata Widyawati.

3. Pemerintah siapkan layanan kesehatan

Ilustrasi Anak penyakit ISPA. (IDN Times/Anjani Asra)

Kemenkes menyiapkan pemantauan penyakit, surveilans kualitas udara, edukasi pengurangan risiko, hingga surat edaran kesiapsiagaan. Pemerintah juga menyediakan layanan darurat 119, 830 pos pelayanan kesehatan, 413 rumah sakit, serta mobilisasi bantuan kesehatan di daerah terdampak.

“Strategi penanganannya ada di promotif kesehatan. Seperti biasa kita akan lakukan edukasi dan juga promosi kesehatan pengurangan risiko, lakukan pemantauan penyakit, melaksanakan surveilans kualitas udara dan dampak kesehatan, serta tetapkan surat edaran kesiapsiagaan dampak kesehatan,” ujar Widyawati.

Curated For You

Editorial Team

Related Article