Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Pejabat AS Sebut Perang dengan Iran Bisa Berlangsung Bertahun-tahun

Pejabat AS Sebut Perang dengan Iran Bisa Berlangsung Bertahun-tahun
ilustrasi perang antara Iran melawan Amerika Serikat dan Israel (unsplash.com/Saifee Art)
  • Pejabat senior AS menyebut perang dengan Iran berpotensi berlangsung bertahun-tahun; J.D. Vance dan Marco Rubio membahas strategi jika Teheran mampu bertahan lebih lama.
  • Trump mengklaim perang akan segera berakhir setelah pemilu sela 3 November karena Iran disebut kalah militer. Juru Bicara Gedung Putih Olivia Wales mendukung klaim tersebut.
  • Perang yang berlangsung tujuh bulan telah menewaskan 18 tentara AS dan ribuan warga Iran, meluas ke beberapa negara Timur Tengah, sementara kedua pihak masih saling menyerang.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Seorang pejabat senior Amerika Serikat (AS) sekaligus ajudan Donald Trump yang tidak disebut namanya mengatakan perang antara AS dan Iran bisa berlangsung selama bertahun-tahun. Pernyataan itu ia sampaikan secara pribadi kepada Wall Street Journal (WSJ) pada Rabu (9/9/2026). 

Pejabat itu menambahkan, Wakil Presiden AS J.D. Vance dan Menteri Luar Negeri (Menlu) AS Marco Rubio saat ini sedang mendiskusikan strategi guna mengantisipasi kemungkinan Iran akan bertahan lebih lama dalam perang melawan AS. Sebab, jika Iran bertahan dan terus melawan, perang berpotensi berjalan lebih lama.  

  1. 1. Trump mengklaim perang dengan Iran akan segera usai

    Donald Trump sedang berpidato.
    potret Presiden Amerika Serikat, Donald Trump (commons.wikimedia.org/Michael Vadon)

    Di sisi lain, Trump justru memberikan pernyataan berbeda. Trump mengatakan perang antara AS dan Iran akan segera berakhir setelah pemilihan umum sela (mid-term election) yang akan digelar pada 3 November mendatang. Sebab, menurutnya, Teheran kini sudah benar-benar kalah secara militer sehingga mereka tidak bisa lagi melanjutkan perang melawan Washington. 

    "Saya pikir, perang akan berakhir segera setelah pemilihan karena mereka (Iran) tidak bisa bertahan lebih lama lagi. Tepat setelah pemilihan, harga minyak akan anjlok. Saya pikir itu akan memakan waktu sedikit lebih lama daripada pemilihan paruh waktu," kata Trump kepada awak media pada Rabu, seperti dilansir BBC.

  2. 2. Juru Bicara Gedung Putih mendukung pernyataan Trump

    Gedung Putih.
    potret Gedung Putih (unsplash.com/Rene DeAnda)

    Dalam kesempatan lain, Juru Bicara Gedung Putih, Olivia Wales, juga mendukung pernyataan Trump tadi. Wales menilai, Iran saat ini sudah benar-benar kalah dari AS. Sebab, Washington sudah menyerang seluruh kemampuan militer, memblokade pelabuhan, dan meningkatkan sanksi ekonomi terhadap Teheran. Menurutnya, itu semua sudah cukup membuat AS menang telak atas Iran.

    “Presiden Trump telah menghancurkan kemampuan militer Iran dan melumpuhkan sisa-sisa ekonominya yang buruk dengan blokade angkatan laut terkuat dalam sejarah dunia dan sanksi yang menghancurkan. Hanya Presiden Trump yang tahu apa yang akan dia lakukan dan kapan,” jelas Wales.

  3. 3. Perang AS dan Iran sudah berjalan 7 bulan

    Perang antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel.
    ilustrasi perang antara Iran melawan Amerika Serikat dan Israel (unsplash.com/Saifee Art)

    Saat ini, perang antara AS dan Iran sudah berjalan selama 7 bulan. Sejak meletus pada 28 Februari hingga saat ini, perang tersebut sudah menewaskan 18 tentara AS dan ribuan warga Iran. Belum lagi jumlah korban dari negara Timur Tengah lainnya. Sebab, perang antara AS dan Iran juga meluas dan berdampak ke negara-negara seperti Arab Saudi, Uni Arab Emirat (UAE), Qatar, Kuwait, Bahrain, dan Yordania. Iran kerap melakukan serangan ke markas militer AS yang ada di negara-negara tersebut. 

    Hingga saat ini, belum ada tanda-tanda perang antara AS dan Iran akan berakhir. Sebab, Washington dan Teheran masih saling adu serangan. Pada Rabu, Komando Tengah (CENTCOM) militer AS mengklaim pihaknya telah melakukan serangan ke sejumlah fasilitas militer milik Korps Garda Revolusi Iran (IRGC). Beberapa di antaranya, seperti situs pertahanan udara, sistem radar, aset dan fasilitas maritim, sistem ranjau, serta situs komunikasi.  

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More