Jakarta, IDN Times - Kementerian Pertahanan (Kemhan) meniadakan latihan menembak dan kegiatan taktis militer dalam program latihan dasar militer (latsarmil) bagi calon manajer Koperasi Desa atau Kelurahan Merah Putih dan Kampung Nelayan Merah Putih. Ini merupakan bagian program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI).
Penghapusan dilakukan sebagian bagian dari evaluasi program latihan dasar militer yang menyebabkan lima peserta meninggal dunia di beberapa satuan pendidikan TNI. Implementasi kebijakan itu dilakukan sejak Sabtu, 28 Juni 2026.
"Kegiatan saat ini tidak lagi ditekankan sebagai latsarmil, tetapi diarahkan menjadi latihan pembekalan bela negara dan manajerial. Dari sisi aktivitas, materi yang bersifat teknis dan taktis militer dikurangi, termasuk kegiatan menembak dan kegiatan lain yang tak relevan langsung dengan kebutuhan calon manajer koperasi," kata Kepala Biro Informasi Pertahanan Kemhan, Brigjen TNI Rico Sirait, kepada IDN Times melalui pesan pendek, Senin, 29 Juni 2026.
Latihan menembak merupakan salah satu aktivitas yang diajarkan sejak program Komcad bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) dan pengelola dapur atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Bagi peserta yang lulus program ini, mereka masuk barisan komponen cadangan (Komcad). Sedangkan, calon manajer Kopdes Merah Putih kini tidak dilatih menjadi Komcad.
"Penyesuaian ini dilakukan untuk memperjelas bahwa tujuan kegiatan bukan membentuk peserta menjadi prajurit atau Komcad. Melainkan membangun karakter, disiplin, kepemimpinan, kerja sama, wawasan kebangsaan serta kesiapan manajerial sebagai calon pengelola Kopdes Merah Putih dan Koperasi Kampung Nelayan Merah Putih," tutur jenderal bintang satu itu.
