Jakarta, IDN Times - Direktur Eksekutif Amnesty Internasional, Usman Hamid mendorong kepolisian untuk membongkar skandal penyadapan ilegal terhadap Presiden Prabowo Subianto yang melibatkan empat orang jenderal polisi termasuk Mantan Kapolri Listyo Sigit Prabowo. Menurut dia, pengguna akhir (end-user) dalam skandal penyadapan ilegal ini harus ditelusuri.
Usman turut mendorong agara Presiden ke-7 RI Joko "Jokowi" Widodo diperiksa terkait skandal penyadapan ilegal terhadap Presiden Prabowo.
Hal ini disampaikan Usman Hamid dalam sebuah Diskusi Media bertajuk Skandal Penyadapan, Intervensi Politik dan Ancaman Terhadap Integritas Pemilu" di Jakarta, Minggu (8/11/2026). Bukan tanpa alasan, polikus PSI itu pernah mengakui sebagai presiden telah menggunakan informasi-informasi intelijen, baik di kepolisian, militer, maupun Badan Intelijen Negara (BIN), untuk tujuan-tujuan politiknya.
"Saya kira end-user-nya itu, pengguna akhirnya harus ditelusuri. Dan mungkin Pak Jokowi perlu diperiksa, karena Pak Jokowi pernah mengatakan di publik, di hadapan para relawan Pro Jokowi, bahwa ia menggunakan data-data intelijen, baik itu Badan Intelijen Keamanan Kepolisian, Badan Intelijen Negara, Badan Intelijen Strategis Militer, untuk memantau gerak-gerik tokoh politik, nah itu menjelang pemilu," kata Usman.