Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
[WANSUS] Gowes Bareng Panglima Kolinlamil hingga Obrolan Ancaman di Laut
Panglima Kolinlamil, Laksamana Muda Rudhi Aviantara ketika berada di Markas Kolinlamil Jakarta Utara. (Dokumentasi IDN Times)
  • Laksamana Muda Rudhi Aviantara rutin bersepeda dari rumah dinas di Kelapa Gading ke Markas Kolinlamil Tanjung Priok sejauh hampir tujuh kilometer sebagai bentuk efisiensi BBM dan gaya hidup sehat.
  • Inisiatif bike to work ini merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo dan KSAL untuk mendukung kebijakan penghematan energi serta ketahanan lingkungan dengan mengurangi polusi udara.
  • Kebijakan gowes ke kantor juga diterapkan di seluruh satuan Kolinlamil di Jakarta, Surabaya, dan Makassar agar prajurit yang berdomisili dekat kantor ikut berpartisipasi menjaga kesehatan dan efisiensi energi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Pak Rudhi itu tentara laut yang kerja di Tanjung Priok. Tiap pagi dia naik sepeda dari rumahnya di Kelapa Gading ke kantornya, jaraknya hampir tujuh kilo. Dia bilang naik sepeda bikin sehat dan hemat bensin. Banyak teman kantornya juga ikut naik sepeda kalau jarak rumahnya dekat. Sekarang mereka mau terus gowes kalau cuacanya bagus.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Pukul 05.30 WIB, Panglima Kolinlamil, Laksamana Muda Rudhi Aviantara terlihat bersiap-siap di depan pintu rumah, untuk berangkat kerja menuju ke Markas Kolinlamil, Tanjung Priok. Rudhi terlihat mengenakan pakaian dinas lapangan (PDL) dan sepatu laras TNI untuk berangkat kerja.

Alih-alih menggunakan mobil dinas, Rudhi justru memilih gowes sepeda dari rumah dinas di Kelapa Gading menuju Tanjung Priok. Bike to work ini dimulai sejak Senin, 6 April 2026, sebagai bentuk implementasi dari instruksi Presiden Prabowo Subianto melakukan efisiensi penggunaan BBM.

Kepada IDN Times, Rudhi mengaku gowes sepeda tidak hanya ketika berangkat kerja. Pulang kerja pun ia kembali mengayuh sepeda. Jarak dari Kelapa Gading ke Kolinlamil hampir 7 kilometer, dan dapat ditempuh dengan waktu 20 menit saja.

"Saya hobi olahraga dan dengan bersepeda kan bisa mengurangi polusi udara," ujar Rudhi dalam wawancara Ngobrol Seru yang tayang di YouTube IDN Times, Selasa, 14 April 2026.

IDN Times sempat ikut gowes bareng Rudhi. Begitu tiba di kantor pukul 06.20 WIB, Rudhi langsung memulai aktivitasnya.

Dalam sesi wawancara itu, Rudhi juga mengisahkan perjalanan kariernya menjadi komandan lima kapal perang berbeda. Bahkan, ketika menjadi komandan KRI Layang-635, ia sempat mengusir kapal patroli Malaysia yang dianggap masuk wilayah perairan Indonesia di Ambalat.

Simak perbincangan lengkap IDN Times dengan Rudhi berikut ini.

Berapa jauh jarak yang ditempuh dari rumah dinas ke Mako Kolinlamil?

Panglima Kolinlamil, Laksamana Muda Rudhi Aviantara ketika gowes sepeda dari rumah dinas di Kelapa Gading menuju ke Markas Kolinlamil di Tanjung Priok. (Dokumentasi IDN Times)

Tadi kita jarak dari rumah jabatan Panglima Kolinlamil, Sunter Kodamar, sampai ke Tanjung Priok ke Markas Kolinlamil kurang lebih 6,8 kilometer. Kecepatannya rata-rata 20 kilometer per jam. Dengan kecepatan itu, maka per menit jarak yang ditempuh mencapai 333,3 meter dan ditempuh dengan jarak waktu sekitar 20 menit.

Begitu pula sebaliknya, saat pulang kerja dari Mako Kolinlamil ke rumah dinas, saya juga gowes sepeda. Tapi kita juga harus bijak ya dan melihat situasi. Kalau hujan pasti gak mungkin kita naik sepeda atau misalkan siang ada rapat di Cilangkap (Mabes TNI AL).

Apa yang mendorong Pak Panglima mencetuskan ide gowes sepeda dari rumah dinas ke Mako Kolinlamil?

Arahan Bapak Presiden kan agar ASN, aparatur negara dan aparatur pemerintah sebaiknya menggunakan sepeda ke kantor. Bike to work.

Kemudian juga atas arahan dari pimpinan, dari Bapak KSAL (Kepala Staf TNI Angkatan Laut) kita harus mendukung kebijakan pemerintah, apapun itu kebijakannya. Yang kedua, alasan mengapa saya harus naik sepeda ke kantor maupun sebaliknya jika memungkinkan, yaitu mewujudkan ketahanan lingkungan.

Ketahanan lingkungan di sini maksudnya kalau kita bersepeda maka kita akan mengurangi polusi udara. Kita tahu kan di jalan raya banyak transportasi menimbulkan gas emisi karbon dari knalpot, gas buang sehingga menyebabkan polusi udara.

Alasan ketiga, kami menerapkan kebijakan ketahanan energi, sehingga harus hemat penggunaan bahan bakar. Lagi pula, jarak dari rumah dinas jabatan ke kantor tergolong dekat kan, semakin bisa mewujudkan kebijakan penghematan bahan bakar itu.

Kebetulan, saya juga hobi olahraga mulai dari tenis hingga bersepeda. Tenis rutin saya lakukan pada Sabtu dan Minggu sore. Rabu, saya melakukan olahraga mandiri. Lalu, Selasa dan Jumat, kami olahraga bersama di Mako Kolinlamil.

Apakah gowes sepeda ini juga disosialisasikan ke satuan Kolinlamil di Surabaya dan Makassar?

Bukan lagi disosialisasikan. Sejak awal bulan ini sudah kami perintahkan ke satuan jajaran kami di Kolinlamil. Kolinlamil itu memiliki tiga komando pelaksana, pembinaan unsur-unsur dan personil Kolinlamil, yaitu Satlin Lamil 1 di Jakarta, Satlin Lamil 2 di Surabaya, dan Satlin Lamil 3 di Makassar. Sudah kami arahkan untuk bersepeda jika domisili ke kantor dekat.

Jadi, bike to work ini bukan sekadar formalitas dan akan dibuat rutin?

Saya bercita-cita ingin membuat rutin gowes sepeda selama situasinya memungkinkan. Misalnya situasinya tidak hujan atau ada kegiatan yang jauh dari kantor.

Prajurit yang tinggal di sekitar sini juga sudah naik sepeda. Yang berangkat dari Tanjung Priok, Kompleks Dewa Ruci, Marunda, sehari-hari sudah naik sepeda. Yang saya sarankan untuk bersepeda dari rumah ke kantor ya seperti saya saja dengan jarak hampir tujuh kilometer.

Apa tips bike to work agar bisa dilakukan secara aman dan nyaman?

Saya juga punya prinsip saat naik sepeda, kalau kamu ingin selamat, tidak jatuh, maka kamu harus terus mengayuh pedalnya. Begitu juga dalam hidup ini kan? Kita harus terus bergerak, jangan sampai diam.

Nah, dalam bersepeda, kita tidak hanya harus mengutamakan keselamatan diri sendiri. Kita juga wajib mengutamakan keselamatan orang lain. Makanya, ketika saya gowes tadi di jalan, saya gowes di jalur sepeda yang sudah disiapkan oleh pemerintah. Saya memilih gowes di jalur sepeda juga untuk keselamatan pengendara lain.

Apa tupoksi Kolinlamil di TNI Angkatan Laut?

Panglima Kolinlamil, Laksamana Muda Rudhi Aviantara ketika berbincang secara khusus dengan IDN Times di Mako Kolinlamil, Jakarta Utara. (Dokumentasi IDN Times)

Kalinlamil memiliki 12 KRI yang terdiri dari lima KRI di bawah pembinaan Satlinlamil I Jakarta. Lima KRI berada di bawah pembinaan tanggung jawab Satlinlamil II Surabaya, dan dua KRI di bawah jajaran Satlinlamil III di Makassar.

Tugas pokok kami yang pertama, kami sebagai kotama (komando utama) operasional memiliki tugas pokok melaksanakan operasi angkutan laut militer, dalam rangka mendukung operasi militer untuk perang dan operasi militer selain perang.

Selain itu, kami juga mendukung angkutan laut untuk menunjang pembangunan nasional. Sedangkan sebagai kotama pembinaan, kami sebagai kotama pembinaan bertanggung jawab kepada Bapak KSAL. Sedangkan, sebagai komando utama operasi, kami melaksanakan operasi dari Mabes TNI.

Jadi sebagai komando utama pembinaan, kami memiliki fungsi, satu, sebagai pembina tunggal angkutan laut militer. Kedua, membina kemampuan sistem angkutan laut militer. Ketiga, membina angkutan laut nasional untuk kepentingan pertahanan dan keamanan negara di laut. Keempat, melaksanakan atau menyiapkan operasional Kolinlamil untuk melaksanakan pergeseran pasukan,

Kemudian, alat peralatan dan perbekalan baik yang bersifat administratif maupun bersifat taktis strategis.

Bisa diceritakan perjalanan karier Pak Panglima saat menjadi komandan di lima kapal perang?

Ilustrasi KRI Ki Hajar Dewantara-364 ketika sedang bersandar. (Dokumentasi TNI AL)

Pengalaman saya sebagai komandan KRI, yang pertama 2006. Saya pernah menjabat komandan KRI Untung Suropati-372. Kemudian, 2007 saya pindah menjadi komandan KRI Rencong-622 di Koarmada II.

Baik KRI Untung Suropati dan KRI Rencong sama-sama docking di Koarmada II Surabaya. Kemudian 2009 setelah saya mengikuti pendidikan Seskoal pada 2008, saya menjabat komandan KRI Layang-635 selama satu tahun pada 2009. Pangkat saya ketika itu Letkol (Letnan Kolonel) saat menjadi komandan KRI Layang-635.

Kemudian, saya menjadi komandan KRI Malahayati-362 pada 2011 selama satu tahun. Pada 2013, saya menjabat sebagai Komandan Lanal Timika, Papua. Saya bertugas di sana kurang lebih 10 bulan. Setelah itu pangkat saya naik menjadi kolonel.

Kemudian, saya kembali ke Koarmada II dengan menjadi Komandan KRI Ki Hajar Dewantara-364. Itu kali terakhir saya menjadi komandan KRI. Jadi, sudah lima kali menjadi komandan kapal perang.

Bagaimana ceritanya Anda pernah mengusir kapal patroli Malaysia saat menjadi komandan kapal perang?

Waktu itu saya menjabat Komandan KRI Layang-635, kami melaksanakan patroli di pengamanan di perbatasan Ambalat, Kalimantan Utara. Nah, ketika itu ada salah satu kapal perang Malaysia waktu itu mengarah ke selatan, dan terus memasuki wilayah Indonesia.

Harusnya kalau dia belok ke arah timur berarti ya sah-sah saja, gitu kan. Dia karena melintas damai kan. Tapi ini arahnya terus ke selatan. Pas di sana, ketemu di trek, di sana ada kapal perang Malaysia. Kami tanya katanya mengaku sedang patroli.

Saya dekati dan hadang haluannya dia. Saya bilang kita saling menjaga kedaulatan masing-masing. Anda sudah memasuki wilayah kami.

Setelah kami komunikasikan akhirnya ya mereka mengerti. Sama-sama negara tetangga ya. Jadi kita saling menjaga keamanan masing-masing.

Akhirnya dia mengikuti arahan kami. Mereka akhirnya ke selatan dan pulang ke arah timur terus ke utara. Karena mereka dari Tawau mau ke Sandakan.

Apa langkah mitigasi yang Pak Panglima lakukan saat masih menjabat komandan kapal perang dalam menghadapi sinyal alam di laut?

Jadi selama saya di Kolonlaim, saya selalu mendekankan kepada seluruh KRI dan jajaran Kolonlamil bhwa kita harus meng-update ramalan cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG). Kami memperhatikan ramalan cuaca setiap hari yang dirilis oleh BMKG.

Bahkan, kami juga sudah punya kan prediksi cuaca hingga satu minggu ke depan. Di situ ada arah anginnya dari mana, arusnya ke mana, kemudian tinggi gelombangnya berapa.

Selain itu, setiap hari kami harus melakukan latihan. Jadi, ada namanya di KRI itu, peran menghadapi cuaca buruk. Jadi, prajurit harus tahu siapa saja di dalam kapal, berbuat apa. Ketika cuaca buruk terjadi kami akan announce agar mengikat benda-benda yang mudah bergerak.

Kemudian seluruh prajurit menggunakan life jacket, swim vest. Kemudian kita harus meng-update, harus komunikasi dengan komunikasi radio, jadi supaya bisa tahu situasi dan berbagai informasi.

Adakah pesan khusus dari Pak Panglima untuk mengikuti jejak Anda bike to work?

Selagi kita masih bisa melaksanakan olahraga sambil bekerja ke kantor mari kita naik sepeda, itu yang pertama.

Yang kedua, bersepeda ke kantor itu hemat dan ekonomis. Karena kan tidak bayar biaya bensin, tidak bayar ongkos. Jadi, kita naik sepeda aja. Enjoy aja.

Dan seperti yang tadi saya katakan bisa mengurangi polusi udara dengan bersepeda. Selain itu, dengan rutin bersepeda, stamina tubuh itu jadi makin prima dan enak gitu untuk bekerja.

Editorial Team