Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Warga Desa Sukajaya Demo Kantor Bupati Bogor Minta Camat Dicopot
Masyarakat Desa Sukajaya bersama aliansi mahasiswa Bogor di Kantor Bupati, Rabu (17/06/2026). IDN Times/Linna Susanti
  • Ratusan warga Sukajaya bersama mahasiswa berunjuk rasa di Kantor Bupati Bogor menuntut penyelesaian konflik agraria dengan PT PMC dan pencopotan Camat Tamansari yang dianggap berpihak pada korporasi.
  • Massa menolak perpanjangan SHGB PT PMC yang dinilai telantar hampir 30 tahun, serta mengecam intimidasi dan kriminalisasi terhadap petani lokal yang mempertahankan lahan garapan turun-temurun.
  • Pemerintah Kabupaten Bogor melalui Satpol PP menyebut perwakilan warga sudah dua kali diterima Sekda untuk membahas sengketa lahan, meski pimpinan daerah tidak hadir saat aksi berlangsung.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
17 Juni 2026

Ratusan warga Desa Sukajaya bersama Aliansi Mahasiswa dan Masyarakat Sukajaya menggelar demonstrasi di depan Kantor Bupati Bogor menuntut penyelesaian konflik agraria dengan PT PMC dan pencopotan Camat Tamansari. Aksi dikawal ketat oleh aparat Polres Bogor dan Satpol PP.

setahun terakhir

Perusahaan PT PMC disebut melakukan intimidasi dan kriminalisasi terhadap petani lokal yang mempertahankan lahan garapan mereka di Desa Sukajaya.

sebelum aksi hari ini

Pemerintah Kabupaten Bogor telah dua kali menerima perwakilan warga Sukajaya melalui Sekretaris Daerah untuk membahas konflik agraria terkait PT PMC.

kini

Warga tetap menuntut audit SHGB PT PMC, penghentian intimidasi terhadap petani, serta pencopotan Camat Tamansari yang dianggap berpihak pada korporasi.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Ratusan warga dan mahasiswa dari Desa Sukajaya menggelar demonstrasi di depan Kantor Bupati Bogor menuntut penyelesaian konflik agraria dengan PT PMC serta pencopotan Camat Tamansari.
  • Who?
    Massa aksi berasal dari Aliansi Mahasiswa dan Masyarakat Sukajaya, didampingi aparat Polres Bogor, Satpol PP Kabupaten Bogor, serta perwakilan pemerintah daerah termasuk Kepala Satpol PP Cecep Imam Nagarasid.
  • Where?
    Aksi berlangsung di depan Kantor Bupati Bogor, sementara warga yang berunjuk rasa berasal dari Desa Sukajaya, Kecamatan Tamansari, wilayah kaki Gunung Salak.
  • When?
    Demonstrasi terjadi pada Rabu sore, 17 Juni 2026, dan berlangsung hingga menjelang malam tanpa kehadiran pimpinan daerah di lokasi.
  • Why?
    Massa menolak klaim lahan oleh PT PMC yang dianggap telantar serta menilai Camat Tamansari berpihak pada korporasi dalam izin pembangunan perumahan di Desa Sukajaya.
  • How?
    Aksi dilakukan dengan orasi bergantian sambil membentangkan atribut tuntutan; situasi dikawal ketat aparat keamanan dan sempat terjadi dialog singkat antara massa dan pejabat Satpol PP.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Banyak orang dari Desa Sukajaya datang ke kantor Bupati Bogor. Mereka marah dan minta camat diganti. Katanya tanah di desa mereka diambil oleh perusahaan besar bernama PT PMC. Polisi dan Satpol PP jaga di depan kantor supaya aman. Orang-orang mau bicara dengan bupati, tapi bupatinya tidak datang. Sekarang mereka masih menunggu jawaban dari pemerintah tentang tanah itu.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Aksi warga Sukajaya menunjukkan kuatnya semangat partisipasi masyarakat dalam memperjuangkan keadilan agraria secara terbuka dan tertib. Kehadiran aparat keamanan yang menjaga situasi tetap kondusif serta pengakuan bahwa perwakilan warga telah dua kali diterima oleh Sekda menandakan adanya ruang dialog dan mekanisme komunikasi yang terus dijaga antara pemerintah dan masyarakat.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Bogor, IDN Times Ratusan massa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa dan Masyarakat Sukajaya menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Bupati Bogor pada Rabu (17/6/2026) sore. Kedatangan warga dari kaki Gunung Salak, Desa Sukajaya, Kecamatan Tamansari ini mendesak penyelesaian konflik agraria dengan PT PMC, sekaligus menuntut pencopotan Camat Tamansari yang dinilai memihak korporasi.

​Pantauan di lokasi menunjukkan situasi demonstrasi dikawal ketat oleh personel gabungan Kepolisian Resor (Polres) Bogor dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Bogor yang berjaga sebagai barikade utama di depan pintu masuk. Sembari membentangkan atribut aksi, perwakilan pemuda hingga orang tua secara bergantian berorasi menyuarakan jeritan hati serta tuntutan mereka akibat sengketa lahan tersebut.

​Warga menuntut untuk bertemu langsung dengan pimpinan daerah, baik bupati, wakil bupati, maupun sekretaris daerah (Sekda). Namun, hingga sore hari, tidak ada satu pun dari jajaran pimpinan tersebut yang keluar menemui massa.

Massa justru dihampiri oleh Kepala Satpol PP Kabupaten Bogor didampingi jajaran aparatur sipil negara (ASN), khususnya dari Dinas Lingkungan Hidup.

​1. Desak audit SHGB telantar dan stop kriminalisasi petani

Pendamping Aliansi Mahasiswa dan Masyarakat Sukajaya, Agus. (IDN Times/Linna Susanti)

Pendamping Aliansi Mahasiswa dan Masyarakat Sukajaya, Agus, mengatakan, ​massa aksi memprotes klaim sepihak PT PMC atas lahan produktif yang telah digarap warga secara turun-temurun melalui Hak Guna Bangunan (HGB).

Warga menolak keras adanya rencana perpanjangan maupun oper alih surat hak tersebut karena dinilai cacat secara fakta di lapangan. Selain itu, aliansi mengecam gelombang intimidasi serta upaya pelaporan hukum yang menyasar para petani lokal.

​"PT PMC mengeklaim menguasai lahan melalui HGB, namun faktanya HGB perusahaan tersebut telah telantar selama hampir 30 tahun dan habis masa berlakunya tanpa ada aktivitas pembangunan apa pun. Sebaliknya, lahan telah dikelola secara produktif oleh masyarakat dari generasi ke generasi. Namun setahun terakhir, perusahaan justru menebar ketakutan, melakukan intimidasi, hingga mengkriminalisasi warga yang bersuara mempertahankan haknya, " ujar Agus.

​2. Tuntut copot camat Tamansari

Warga Desa Sukaraja yang seorang petani menyatakan aspirasi di hadapan pejabat daerah Kabupaten Bogor. (IDN Times/Linna Susanti)

Salah satu poin krusial yang disuarakan lantang oleh massa aksi di lapangan adalah desakan pencopotan jabatan Camat Tamansari dan investigasi terhadap Kepala Desa Sukajaya. Warga menganggap aparatur wilayah yang seharusnya menjadi pelindung dan penyambung lidah rakyat justru menunjukkan keberpihakan pada kepentingan korporat dalam izin pembangunan perumahan di Desa Sukajaya.

​Berdasarkan lembar pernyataan sikap resmi aliansi, poin-poin tuntutan yang dilayangkan kepada Pemerintah Kabupaten Bogor meliputi:

  • ​Tolak perpanjangan dan oper alih SHGB PT PMC, serta desak penghentian premanisme dan intimidasi di lapangan

  • ​Investigasi dan audit SHGB PT PMC, kinerja Camat Tamansari, serta Kepala Desa Sukajaya

  • ​Copot Camat Kecamatan Tamansari dan cabut izin pembangunan perumahan di Desa Sukajaya

  • ​Mendesak pemerintah daerah segera menerbitkan kebijakan redistribusi tanah melalui sidang Gugus Tugas Reforma Agraria (GTRA) dengan melibatkan ATR/BPN serta Dinas Lingkungan Hidup

​3. Pemkab Bogor sebut perwakilan warga sudah dua kali diterima sekda

Kepala Satpol PP Kabupaten Bogor, yang menemui massa aksi sebagai perwakilan Kepala Daerah. (IDN Times/Linna Susanti)

Kepala Satpol PP Kabupaten Bogor, Cecep IImam Nagarasid yang menyampaikan alasan ketidakhadiran pimpinan daerah sempat memicu kekecewaan demonstran.

Kendati demikian, pihak keamanan dan penegak perda mengatakan, ruang komunikasi sebenarnya telah dibuka oleh pemerintah daerah guna mencari jalan tengah atas masalah agraria di kaki Gunung Salak tersebut sebelum aksi hari ini digelar.

​"Pertama, Bapak Bupati tidak hadir dan yang kedua kebetulan Pak Wakil Bupati juga sedang tidak ada di tempat. Namun sebetulnya, masyarakat yang datang perwakilan dari Sukajaya ini sudah dua kali diterima secara resmi di ruangan Pak Sekda Kabupaten Bogor untuk membicarakan masalah ini bersama-sama. Kebetulan beberapa perwakilan warga yang ada di sini juga ikut bertemu dengan saya dan Pak Sekda saat itu," ucap dia.

Editorial Team

Related Article