Sekjen DPR RI Indra Iskandar dalam konferensi pers usai meninjau rumah dinas DPR di Kalibata, Jaksel. (IDN Times/Amir Faisol)
Sekretariat Jenderal (Sekjen) DPR RI mulai menerapkan sejumlah langkah efisiensi anggaran, sebagai respons atas gejolak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) dunia, yang berpotensi membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Kebijakan ini ditegaskan Sekretaris Jenderal DPR RI, Indra Iskandar, sebagai bentuk komitmen menjaga pengelolaan anggaran negara yang akuntabel dan bertanggung jawab.
Indra menjelaskan, terdapat tiga fokus utama efisiensi yang dilakukan Setjen DPR RI, yakni penghematan penggunaan BBM untuk pejabat eselon I hingga III, pengaturan penggunaan listrik di lingkungan gedung DPR, dan pengetatan perjalanan dinas.
“Langkah ini merupakan bagian dari kesadaran bersama untuk mengelola anggaran negara secara lebih efisien, di tengah dinamika ekonomi global,” ujar Indra dalam keterangan tertulis, Jakarta, Jumat (27/3/2026).
Salah satu kebijakan yang langsung diberlakukan adalah pengaturan penggunaan listrik di kompleks DPR RI. Mulai pukul 18.00 WIB, dilakukan pemadaman listrik secara terjadwal, sebagai bagian dari upaya penghematan energi. “Mulai hari ini kita lakukan pengaturan yang lebih ketat. Jadi bukan sekadar pemadaman, tapi pengaturan waktu penggunaan listrik agar lebih efisien,” jelasnya.
Indra juga menyinggung kemungkinan penerapan kebijakan WFH setiap Jumat. Hal ini diyakini dapat menekan penggunaan BBM, terutama dari operasional bus antar-jemput pegawai.
“Kalau hari Jumat kita terapkan WFH, maka bus jemputan tidak perlu beroperasi. Ini tentu menjadi potensi efisiensi yang cukup besar,” kata dia.