Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Puncak Haji, Jemaah Diimbau Jaga Fisik dan Mental

Puncak Haji, Jemaah Diimbau Jaga Fisik dan Mental
Jemaah haji Indonesia saat melakukan wukuf di tenda Arafah, Arab Saudi, Kamis (9/6/2025). (Media Center Haji/Rochmanudin)
Intinya Sih
  • Kemenhaj mengimbau jemaah menjaga kesiapan fisik dan mental saat memasuki puncak ibadah haji 1447 H, dengan keberangkatan ke Arafah dibagi tiga sesi untuk mencegah penumpukan.
  • Jemaah pria diingatkan tidak memakai pakaian berjahit atau alas kaki menutupi mata kaki, sementara jemaah wanita dilarang mengenakan cadar dan sarung tangan selama ihram.
  • Maria Ulfa menekankan pentingnya menjaga kesehatan dengan istirahat cukup, minum air putih, membawa obat pribadi, serta memanfaatkan pos kesehatan di Arafah dan Mina.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Jakarta, IDN Times - Jemaah kini sudah masuk tahap puncak pelaksanaan ibadah haji 1447 Hijriah/2026 Masehi. Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj), Maria Ulfa Assegaf, mengimbau jemaah untuk menjaga kesehatan fisik dan juga mental.

"Ini adalah fase yang sangat penting dan membutuhkan kesiapan fisik, mental, serta kedisiplinan seluruh jemaah,” ujar Maria dalam keterangannya, dikutip Selasa (26/5/2026).

Maria mengatakan, jemaah sudah bergerak ke Arafah pada Senin (25/5/2026). Keberangkatan dibagi menjadi tiga sssi agar tidak terjadi penumpukan yakni pukul 07.00, 11.30, dan 16.30 waktu Arab Saudi.

1. Jemaah pria jangan gunakan pakaian berjahit

WhatsApp Image 2025-06-10 at 15.10.00.jpeg
Jemaah haji Indonesia saat melakukan wukuf di tenda Arafah, Arab Saudi, Kamis (9/6/2025). (Media Center Haji/Rochmanudin)

Maria kemudian mengingatkan kepada jemaah terkait hal teknis. Salah satunya, Jemaah laki-laki untuk tidak menggunakan pakaian berjahit. Jemaah senantiasa menggunakan kain ihram selama menjalani rangkaian ibadah.

“Bagi jemaah laki-laki, kami ingatkan agar tidak memakai pakaian berjahit yang membentuk anggota badan, tidak menutup kepala dengan penutup yang melekat seperti peci atau sorban, serta tidak menggunakan alas kaki yang menutupi mata kaki dan tumit,” kata dia.

2. Jemaah wanita tidak pakai cadar

WhatsApp Image 2025-06-10 at 15.15.22.jpeg
Jemaah haji Indonesia saat melakukan wukuf di tenda Arafah, Arab Saudi, Kamis (9/6/2025). (Media Center Haji/Rochmanudin)

Sementara itu, bagi jemaah wanita, tidak diperkenankan menggunakan cadar dalam keadaan ihram. Larangan selama ihram juta harus senantiasa dipatuhi.

“Sedangkan bagi jemaah perempuan, selama dalam keadaan ihram tidak diperkenankan menutup wajah dengan cadar maupun menggunakan sarung tangan. Seluruh jemaah juga harus menjaga diri dari larangan ihram lainnya seperti memotong kuku, mencabut rambut, menggunakan wangi-wangian setelah niat ihram, serta menjaga lisan dan perilaku agar ibadah tetap khusyuk,” ucap dia.

3. Jaga kesehatan dan bawa obat pribadi

20260525_082920.jpg
Jemaah haji BDJ 18 asal Kalimantan Selatan memasuki areal tenda di Arafah (IDN Times/Yogie Fadila/MCH 2026)

Lebih lanjut, Maria juga mengimbau jemaah untuk menjaga kesehatan saat fase ibadah di Arafah, Mina dan Muzdalifah (Armuzna). Sebab, prosesi ini membutuhkan stamina yang baik.

“Kami meminta seluruhy jemaah untuk menjaga kondisi tubuh dengan istirahat cukup, makan teratur, memperbanyak minum air putih, serta menghindari aktivitas yang tidak perlu agar energi tetap terjaga selama puncak ibadah haji,” ujar dia.

“Gunakan payung, masker, dan alas kaki yang nyaman saat beraktivitas di luar ruangan untuk mengurangi risiko6 kelelahan akibat cuaca panas. Bagi jemaah yang memiliki riwayat penyakit tertentu, pastikan obat pribadi selalu dibawa dan mudah dijangkau,” sambungnya.

Maria mengingatkan kepada jemaah untuk membawa obat pribadi. Apabila terjadi masalah kesehatan, tersedia pos kesehatan.

“Kami menyiagakan masing-masing satu Pos Kesehatan Indonesia di Arafah dan di Mina untuk memastikan layanan kesehatan dapat diberikan secara cepat dan optimal selama fase Armuzna,” kata Maria.

Share Article
Topics
Editorial Team
Anata Siregar
EditorAnata Siregar

Related Articles

See More