Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Menko Kumham Imipas) Yusril Ihza Mahendra saat konferensi pers di Jakarta, Rabu (23/9/2026). (IDN Times/Lia Hutasoit)
  • Menko Kumham Imipas Yusril Ihza Mahendra menyatakan belum menerima informasi atau arahan Presiden Prabowo Subianto terkait kabar pengamanan sejumlah jenderal Polri.
  • Hingga Selasa, 3 November 2026, Yusril mengatakan belum ada pembicaraan dengan Presiden mengenai isu yang disebut berkaitan dugaan penyadapan terhadap Prabowo.
  • Yusril meminta publik menunggu penjelasan pejabat berwenang, sementara Mabes Polri menjanjikan konferensi pers pada Selasa sore hingga malam.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Selasa (3/11/2026)

Yusril Ihza Mahendra menyatakan belum menerima informasi, arahan, atau komunikasi dari Presiden Prabowo Subianto terkait isu pengamanan sejumlah jenderal Polri dan dugaan penyadapan.

Selasa sore hingga malam

Mabes Polri menjanjikan rilis dari Divhumas untuk menjelaskan dinamika yang berkembang.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Yusril Ihza Mahendra belum menerima informasi atau arahan Presiden Prabowo Subianto untuk mendalami kabar pengamanan sejumlah jenderal Polri yang dikaitkan dengan dugaan penyadapan terhadap Presiden.
  • Who?
    Menko Kumham Imipas Yusril Ihza Mahendra, Presiden Prabowo Subianto, sejumlah perwira tinggi Polri, serta Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Johnny Edison Isir terlibat dalam perkembangan informasi ini.
  • Where?
    Pernyataan Yusril disampaikan di Jakarta. Mabes Polri melalui Divhumas juga akan menyampaikan penjelasan mengenai dinamika yang berkembang.
  • When?
    Hingga Selasa, 3 November 2026, Yusril menyatakan belum ada pembicaraan dengan Presiden. Mabes Polri menjadwalkan rilis pada Selasa sore hingga malam.
  • Why?
    Kabar pengamanan sejumlah jenderal Polri disebut berkaitan dengan dugaan penyadapan terhadap Presiden Prabowo. Kebenaran kabar tersebut per saat ini masih belum diketahui.
  • How?
    Yusril meminta publik menunggu penjelasan resmi dari pejabat berwenang, sementara Divhumas Mabes Polri menjanjikan konferensi pers untuk menjelaskan dinamika yang berkembang.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Yusril bilang Presiden Prabowo belum menghubunginya soal kabar beberapa jenderal polisi diamankan. Kabar itu katanya berkaitan dengan dugaan menyadap Presiden. Yusril juga belum tahu apakah kabar itu benar. Sekarang, ia meminta orang-orang menunggu penjelasan resmi. Polisi berjanji akan memberi penjelasan pada sore atau malam hari.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Sikap Yusril yang tidak berspekulasi dan memilih menunggu penjelasan dari pihak berwenang menunjukkan kehati-hatian dalam menyikapi isu sensitif. Di saat yang sama, komitmen Mabes Polri untuk menggelar konferensi pers membuka ruang bagi klarifikasi resmi, sehingga informasi yang berkembang dapat ditempatkan pada dasar yang lebih jelas.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Menko Kumham Imipas), Yusril Ihza Mahendra, mengaku belum menerima informasi maupun arahan dari Presiden Prabowo Subianto untuk mendalami kabar pengamanan sejumlah jenderal Polri yang tengah beredar.

Yusril mengatakan, hingga Selasa (3/11/2026), belum ada pembicaraan dengan Presiden tentang isu yang disebut-sebut berkaitan dengan dugaan penyadapan terhadap Presiden Prabowo tersebut.

"Belum sama sekali," ujar Yusril saat ditanya apakah Presiden telah berkomunikasi dengannya untuk mendalami persoalan tersebut, di Jakarta, Selasa (3/11/2026).

Yusril mengaku belum mengetahui kebenaran kabar pengamanan sejumlah perwira tinggi Polri. Dia meminta publik menunggu penjelasan resmi dari pejabat yang memiliki kewenangan.

"Saya juga belum tahu apa yang terjadi. Jadi, nanti kita akan tunggu saja. Mungkin nanti akan ada penjelasan resmi mengenai soal itu dari pejabat yang memang punya otoritas untuk menjelaskan," kata dia.

Sementara itu, Mabes Polri menjanjikan konferensi pers untuk menjelaskan dinamika yang berkembang. Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Johnny Edison Isir, mengatakan, penjelasan tersebut akan disampaikan pada Selasa sore hingga malam.

"Berkaitan sama dinamika yang nanti mungkin rekan-rekan akan bertanya, dalam sore menjelang malam nanti, nanti kami dari Divhumas akan melaksanakan rilis," ujar Johnny.

Curated For You

Editorial Team

Related Article