Jakarta, IDN Times - Sebanyak 1.211 titik panas (hotspot) terdeteksi di kawasan ASEAN bagian selatan berdasarkan citra satelit National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA) yang dianalisis oleh ASEAN Specialised Meteorological Centre (ASMC) di Singapura.
Dari jumlah tersebut, 1.180 hotspot berada di Kalimantan, 18 titik Sumatra, dan 13 Malaysia. Data tersebut menunjukkan tingginya aktivitas kebakaran hutan dan lahan di wilayah Indonesia yang turut meningkatkan risiko kabut asap lintas batas kawasan.
Wakil Direktur Jenderal (Pengembangan) Departemen Lingkungan Hidup Malaysia, Azuri Azizah Saedon, mengatakan kondisi kering masih mendominasi sebagian besar kawasan ASEAN bagian selatan. Hanya sejumlah wilayah, terutama Sumatra bagian utara dan Semenanjung Malaysia, yang menerima hujan.
"Titik panas tersebar luas terdeteksi di Kalimantan, sementara titik panas yang terisolasi tercatat di Sulawesi serta Sumatra bagian selatan dan tengah. Beberapa titik panas juga terdeteksi terutama di Sarawak bagian tengah dan Jawa bagian timur," kata Azuri dalam pernyataan, seperti dikutip Bernama, Minggu (30/8/2026).
