Ilustrasi bendera Filipina. (pexels.com/Janna Regencia)
Insiden penembakan terjadi di Sekolah Menengah Nasional San Jose pada Senin (22/6/2026) saat jam pelajaran dimulai. Selain menewaskan tiga pelajar, peristiwa ini juga menyebabkan puluhan siswa lainnya mengalami luka-luka.
Pihak kepolisian mengungkapkan, aksi bersenjata ini telah direncanakan oleh dua orang siswa yang menjadi pelaku utama sejak dua bulan sebelumnya.
"Dari informasi yang kami dapat, mereka sudah merencanakan aksi ini sejak April atau Mei," kata Kepala Polisi Regional Eastern Visayas, Brigadir Jenderal Jason Capoy, dikutip dari Philippine News Agency.
Dalam melancarkan aksinya, kedua pelaku membawa pistol semi-otomatis kaliber 9 mm dan sebuah revolver. Senjata itu ternyata merupakan pistol dinas milik seorang polisi wanita yang juga bibi dari salah satu pelaku.
Di lokasi kejadian, tim penyidik menemukan lebih dari 40 selongsong peluru. Hasil penyelidikan awal juga menemukan bahwa salah satu pelaku sering memainkan gim gawai berisi kekerasan ekstrem berjudul GoreBox yang diduga memengaruhi kondisi psikologisnya.