5 Orang Tewas akibat Gempa 7,7 M Guncang Filipina yang Picu Tsunami

- Gempa berkekuatan 7,7 magnitudo mengguncang lepas pantai Mindanao, Filipina selatan, memicu peringatan tsunami dan operasi tanggap darurat di sejumlah wilayah terdampak.
- Lima orang dilaporkan tewas di Kota General Santos, sementara petugas masih menilai kerusakan serta mengumpulkan data korban dan dampak infrastruktur.
- Pemerintah Filipina di bawah Presiden Ferdinand Marcos Jr bergerak cepat mengoordinasikan respons bencana, sementara peringatan tsunami sempat dikeluarkan lalu dicabut setelah evaluasi.
Jakarta, IDN Times - Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang wilayah lepas pantai Pulau Mindanao, Filipina selatan, pada Senin (8/6/2026). Gempa memicu peringatan tsunami dan operasi tanggap darurat di sejumlah wilayah terdampak.
Otoritas Filipina menyatakan sedikitnya lima orang yang dilaporkan meninggal dunia di Kota General Santos. Kepala Badan Penanggulangan Bencana General Santos, Agripino Dacera, mengatakan laporan korban jiwa tersebut masih dalam proses pengecekan seiring petugas melakukan penilaian kerusakan di lapangan.
Gempa kuat tersebut mendorong pihak berwenang mengeluarkan peringatan tsunami bagi wilayah pesisir yang berpotensi terdampak. Peringatan serupa juga sempat dikeluarkan di Indonesia yang berbatasan dengan Filipina, sebelum akhirnya dicabut setelah evaluasi lebih lanjut.
Dikutip The National, Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr mengatakan, pemerintah pusat bergerak cepat untuk mengoordinasikan respons bencana di wilayah terdampak.
“Pemerintah nasional sedang bergerak dan kami tidak akan meninggalkan Mindanao,” kata Marcos Jr.
Hingga kini, tim tanggap darurat masih menyisir sejumlah lokasi untuk menilai dampak gempa, termasuk kemungkinan kerusakan infrastruktur dan jumlah korban. Otoritas setempat juga terus mengumpulkan informasi dari daerah-daerah yang terdampak paling parah.
Peringatan tsunami yang sempat diberlakukan meningkatkan kewaspadaan masyarakat di kawasan pesisir. Namun, otoritas belum merinci besaran gelombang yang terpantau maupun dampak yang ditimbulkan sebelum peringatan tersebut dicabut.
Filipina dan Indonesia termasuk negara yang kerap mengalami aktivitas gempa bumi karena berada di kawasan “Cincin Api Pasifik” (Pacific Ring of Fire), jalur seismik aktif yang membentang dari Amerika Selatan hingga wilayah timur jauh Rusia. Kawasan ini dikenal sebagai salah satu wilayah dengan aktivitas tektonik tertinggi di dunia.

















