Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
ilustrasi pesawat. (unsplash.com/Artturi Jalli)
  • Sedikitnya tujuh penerbangan dan satu kapal pesiar di Eropa menerima ancaman bom pada 3 November 2026, memicu pemeriksaan darurat, evakuasi, serta gangguan operasional bandara.
  • Pesawat terdampak di Polandia, Italia, Spanyol, Bulgaria, dan Hungaria mendarat selamat; pemeriksaan terhadap pesawat, penumpang, dan bagasi tidak menemukan bahan peledak.
  • Otoritas lintas negara menyelidiki kemungkinan serangan terkoordinasi, tanpa pelaku atau pihak tertentu yang ditetapkan bertanggung jawab atas rentetan ancaman tersebut.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Sedikitnya tujuh penerbangan penumpang dan satu kapal pesiar di Eropa menerima ancaman bom pada Selasa (3/11/2026). Rangkaian teror ini memicu pemeriksaan darurat, penutupan sementara sebuah bandara di dekat Warsawa, serta pengerahan jet tempur Angkatan Udara Italia untuk mengawal pesawat menuju Roma.

Seluruh pesawat berhasil mendarat dengan selamat di bandara tujuan maupun lokasi pengalihan di Polandia, Italia, Spanyol, dan Bulgaria. Maskapai yang terdampak meliputi Ryanair, Wizz Air, Scandinavian Airlines, dan LOT Polish Airlines. Pemerintah Inggris menyebut rentetan insiden ini sebagai ancaman palsu yang jahat karena petugas tidak menemukan bahan peledak di seluruh lokasi.

1. Bandara di Polandia sempat ditutup dan jet tempur Italia dikerahkan

ilustrasi bandara. (unsplash.com/starocker)

Dua penerbangan menuju Warsawa, Polandia, menjadi sasaran ancaman bom pada Selasa pagi. Pesawat Boeing 737 MAX milik maskapai LOT Polish Airlines dari Bandara Heathrow London menuju Bandara Chopin Warsawa terpaksa dialihkan ke Bandara Modlin. Pesawat yang membawa 181 orang itu mendarat pada pukul 10.01 waktu setempat dan memicu penutupan sementara Bandara Modlin.

"Para penumpang dievakuasi dan pesawat menjalani pemeriksaan keamanan. Tidak ada yang ditemukan. Bandara telah dibuka kembali dan beroperasi normal," kata juru bicara Bandara Modlin, Adam Szablowski, dilansir Deutsche Welle.

Ancaman serupa menimpa pesawat Scandinavian Airlines nomor penerbangan SK751 dari Kopenhagen yang tetap mendarat sesuai jadwal di Bandara Chopin Warsawa. Otoritas bandara sempat menutup satu landasan pacu selama pemeriksaan berlangsung sebelum memastikan situasi aman. Setelah pemeriksaan selesai, para penumpang LOT Polish Airlines di Bandara Modlin menjalani pemeriksaan perbatasan lalu diangkut menggunakan bus menuju Bandara Chopin.

Di Italia, dua jet tempur Eurofighter dikerahkan untuk mengawal pesawat Ryanair nomor penerbangan FR9611 dari Dublin hingga mendarat di Bandara Fiumicino Roma pada pukul 10.45 waktu setempat. Sebelumnya, pesawat Ryanair lain dari Lisbon yang mendarat di bandara tersebut pada pukul 09.40 juga menjalani prosedur pemeriksaan penjinak bom. Pihak pengelola bandara memastikan tidak ada bom yang ditemukan setelah pemeriksaan terhadap seluruh penumpang, bagasi, dan kedua pesawat.

2. Ancaman turut menyasar penerbangan ke Spanyol dan Bulgaria

Ilustrasi bendera Spanyol. (unsplash.com/Daniel Prado)

Di Spanyol, pesawat Ryanair dari Manchester yang membawa 114 penumpang dan tujuh awak menerima ancaman bom sebelum mendarat di Bandara Internasional Region Murcia pada pukul 10.30 waktu setempat. Otoritas bandara mengisolasi sebagian area landasan dan mengerahkan polisi, pemadam kebakaran, serta anjing pelacak untuk memeriksa pesawat beserta barang bawaan. Seluruh penumpang ditahan di dalam pesawat selama 30 menit setelah mendarat sebelum dievakuasi ke hanggar selama tiga jam tanpa barang bawaan mereka.

Di Bulgaria, polisi perbatasan menerima email pada pukul 10.35 waktu setempat mengenai keberadaan alat peledak rakitan di pesawat Wizz Air dari Bergamo dan pesawat Ryanair dari Dublin menuju Sofia. Pesawat Wizz Air tersebut mengangkut 176 penumpang, sedangkan pesawat Ryanair membawa 186 penumpang. Kedua pesawat tetap mendarat di Bandara Sofia tanpa pengalihan rute dan tidak ditemukan bahan peledak dalam pemeriksaan petugas.

"Kami tidak diberitahu apa pun selama penerbangan. Pesawat berhenti mendadak lalu kami ditahan di landasan pacu selama sekitar 30 menit," tutur seorang penumpang tujuan Spanyol bernama Sarah, dilansir BBC.

Sehari sebelumnya pada Senin (2/11/2026), pesawat Wizz Air dari Bandara Luton London menuju Sofia juga menerima ancaman bom di udara hingga harus dialihkan ke Bandara Internasional Liszt Ferenc di Budapest, Hungaria. Menteri Pertahanan Hungaria Romulusz Ruszin-Szendi menyatakan bahwa layanan peringatan pertahanan udara NATO menandai penerbangan tersebut. Angkatan Udara Hungaria langsung menerbangkan jet tempur Gripen dalam hitungan menit untuk mengawal pesawat mendarat dengan aman.

3. Diduga bagian dari kampanye serangan hibrida

ilustrasi peretasan (unsplash.com/FlyD)

Kepolisian Metropolitan London menerima laporan ancaman terhadap empat pesawat yang dijadwalkan berangkat atau tiba di Bandara Heathrow serta satu penerbangan di Bandara Manchester pada Selasa. Di Yunani, ancaman bom juga memicu evakuasi 1.537 penumpang dan awak dari kapal pesiar berbendera Panama, Crown Iris, yang tengah berlabuh di Pulau Syros sebelum menuju Haifa, Israel. Penjaga pantai Yunani mengerahkan penyelam dan anjing pelacak setelah seseorang melaporkan klaim pemasangan bom di lambung kapal, tetapi hasil pemeriksaan awal dinyatakan nihil.

Hingga kini belum ada pihak yang mengklaim bertanggung jawab dan otoritas negara-negara Eropa belum menuding pelaku tertentu atas insiden tersebut. Pakar keamanan penerbangan dari perusahaan penasihat risiko Osprey Flight Solutions, Rhys Jones, menilai tujuh ancaman bom terkonfirmasi dalam sehari terhadap penerbangan merupakan hal yang tidak biasa. Otoritas dari berbagai negara kini bekerja sama untuk menyelidiki kemungkinan adanya serangan terkoordinasi guna mengacaukan wilayah udara.

"Kurangnya target negara, maskapai, atau rute yang jelas menunjukkan bahwa gangguan umum terhadap operasional penerbangan adalah tujuannya," ujar Jones, dilansir Al Jazeera.

Rentetan teror ini terjadi di tengah tudingan pejabat Eropa terhadap Rusia dan Iran terkait aksi sabotase serta serangan hibrida, meski Moskow dan Teheran membantah tuduhan itu. Pada pekan yang sama, peretas tak dikenal juga mematikan sistem pendingin di ratusan toko swalayan di sejumlah negara Eropa. Para pakar menduga ancaman bom palsu ini merupakan bagian dari pola gangguan berbiaya rendah yang mudah disangkal oleh pelakunya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article