ilustrasi peretasan (unsplash.com/FlyD)
Kepolisian Metropolitan London menerima laporan ancaman terhadap empat pesawat yang dijadwalkan berangkat atau tiba di Bandara Heathrow serta satu penerbangan di Bandara Manchester pada Selasa. Di Yunani, ancaman bom juga memicu evakuasi 1.537 penumpang dan awak dari kapal pesiar berbendera Panama, Crown Iris, yang tengah berlabuh di Pulau Syros sebelum menuju Haifa, Israel. Penjaga pantai Yunani mengerahkan penyelam dan anjing pelacak setelah seseorang melaporkan klaim pemasangan bom di lambung kapal, tetapi hasil pemeriksaan awal dinyatakan nihil.
Hingga kini belum ada pihak yang mengklaim bertanggung jawab dan otoritas negara-negara Eropa belum menuding pelaku tertentu atas insiden tersebut. Pakar keamanan penerbangan dari perusahaan penasihat risiko Osprey Flight Solutions, Rhys Jones, menilai tujuh ancaman bom terkonfirmasi dalam sehari terhadap penerbangan merupakan hal yang tidak biasa. Otoritas dari berbagai negara kini bekerja sama untuk menyelidiki kemungkinan adanya serangan terkoordinasi guna mengacaukan wilayah udara.
"Kurangnya target negara, maskapai, atau rute yang jelas menunjukkan bahwa gangguan umum terhadap operasional penerbangan adalah tujuannya," ujar Jones, dilansir Al Jazeera.
Rentetan teror ini terjadi di tengah tudingan pejabat Eropa terhadap Rusia dan Iran terkait aksi sabotase serta serangan hibrida, meski Moskow dan Teheran membantah tuduhan itu. Pada pekan yang sama, peretas tak dikenal juga mematikan sistem pendingin di ratusan toko swalayan di sejumlah negara Eropa. Para pakar menduga ancaman bom palsu ini merupakan bagian dari pola gangguan berbiaya rendah yang mudah disangkal oleh pelakunya.