Pentolan PSI Hadir di Massa Pendukung Jokowi Jelang Sidang PN Jaktim

- Sejumlah petinggi PSI, termasuk Bestari Barus, Ronald Aristone Sinaga, dan Elva Farhi Qolbina, hadir di tengah massa pendukung Jokowi di PN Jakarta Timur.
- Ratusan pendukung Jokowi berdatangan sejak pukul 07.30 WIB dengan atribut putih, spanduk, serta dua mobil komando untuk mengawal agenda persidangan.
- Sidang dugaan pencemaran nama baik terkait tuduhan ijazah palsu Jokowi melibatkan terdakwa Roy Suryo dan Tifauzia Tyassuma; Jokowi dipastikan hadir pukul 09.00 WIB.
Jakarta, IDN Times - Sejumlah pentolan kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI) tampak hadir di tengah-tengah massa pendukung Presiden Ketujuh RI, Joko "Jokowi" Widodo yang memadati Pengadilan Negeri Jakarta Timur (PN Jaktim) pada Kamis (5/11/2026) pagi. Mereka yang hadir di antaranya, Ketua DPP PSI, Bestari Barus; Wakil Ketua Umum PSI, Ronald Aristone Sinaga; dan Ketua DPW PSI Jakarta, Elva Farhi Qolbina.
Berdasarkan pantauan IDN Times di lokasi, ratusan massa pendukung Jokowi tampak memadati sekitar PN Jaktim. Massa sudah mulai berdatangan sekitar pukul 07.30 WIB. Mereka datang dengan mengenakan atribut serba putih.
Massa pendukung Jokowi menggelar aksi dengan membawa berbagai spanduk dan dua unit mobil komando. Spanduk tersebut di antaranya bertuliskan "Pak Jokowi tidak sendiri, rakyat hadir, kebenaran pasti menang".
"Pak Jokowi jujur kami jadi saksi," bunyi narasi dalam poster yang dibawa.
Sementara di bagian pintu masuk, ratusan aparat kepolisi tampak berjaga. Tampak pula beberapa kendaraan taktis (rantis) milik Brimob bersiaga di sekitar lokasi.
Adapun Jalan Dr Soemarno yang melintasi kawasan Eramas 2000, Jakarta Timur, ditutup sementara. Penutupan dilakukan sehubungan dengan persidangan perkara dugaan pencemaran nama baik terkait tuduhan ijazah palsu Jokowi, dengan terdakwa Roy Suryo dan Tifauzia Tyassuma.
Persidangan dijadwalkan berlangsung di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur pada pukul 09.00 WIB. Jokowi dipastikan akan hadir dalam persidangan tersebut. Kepastian itu disampaikan ajudan Jokowi, Syarif M Fitriansyah, kepada wartawan, Rabu (4/11/2026).




















