Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
Breaking News

Kaesang dan Kahiyang Dampingi Jokowi ke Sidang PN Jaktim, Gibran Tak Tampak

2 min read
Kaesang dan Kahiyang Dampingi Jokowi ke Sidang PN Jaktim, Gibran Tak Tampak
Presiden Ketujuh RI, Jokowi menghadiri sidang polemik ijazah di PN Jaktim pada Kamis (5/11/2026) pagi. (IDN Times/Yosafat)
  • Jokowi menghadiri sidang di PN Jakarta Timur pada 5 November 2026 sebagai saksi perkara dugaan pencemaran nama baik terkait tuduhan ijazah palsu.

  • Jokowi tiba sekitar pukul 08.30 WIB didampingi Kahiyang Ayu dan Kaesang Pangarep, sementara Gibran Rakabuming Raka tidak terlihat.

  • Sebanyak 6.770 personel gabungan TNI-Polri dikerahkan, didukung water cannon dan mobil penerangan untuk mengamankan sidang serta mengatur massa pendukung.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Presiden Ketujuh RI, Joko "Jokowi" Widodo menghadiri sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Timur (PN Jaktim) pada Kamis (5/11/2026) pagi. Jokowi tiba di lokasi sekitar pukul 08.30 WIB dengan didampingi kedua anaknya yakni Kahiyang Ayu dan Kaesang Pangarep. Sementara, putra sulung Jokowi yakni Gibran Rakabuming Raka tidak terlihat.

Pendukung yang mengenakan atribut serba putih tampak menyambut kedatangan Jokowi. Mereka meneriakkan dukungan sembari membawa spanduk.

Sesaat Jokowi turun dari mobil, awak media hingga ratusan massa pendukung berupaya mendekat. Namun Paspampres yang berjaga dengan sigap mengurai massa yang ingin mendekat.

Jokowi tampak menyapa dan melempar senyum ke massa yang hadir. Ia kemudian bersama kedua anaknya masuk ke gedung PN Jaktim.

Hari ini, Pengadilan Jakarta Timur menggelar sidang perkara dugaan pencemaran nama baik terkait tuduhan ijazah palsu yang menjerat Roy Suryo dan Tifauzia Tyassuma. Pada sidang kedelapan ini, Presiden ketujuh RI, Joko "Jokowi" Widodo diagendakan hadir sebagai saksi.

Untuk mengamankan jalannya persidangan, sebanyak 6.770 personel gabungan TNI dan Polri dikerahkan. Kapolres Jakarta Timur Kombes Pol Alfian Nurrizal mengatakan, ribuan personel tersebut terdiri dari 1.200 personel TNI dan 5.570 personel Polri.

Polisi juga menyiapkan dua unit mobil water cannon atau AWC serta mobil penerangan untuk menyampaikan imbauan kepada massa agar menjaga ketertiban.

    Related Articles

    See More