Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
ilustrasi bendera Guatemala (pixabay.com/ottogarcia)
  • Anggota parlemen oposisi Guatemala Julio Cesar Portillo Paz tewas ditembak orang tak dikenal di Rio Hondo, Zacapa, pada 6 November 2026; tiga polisi PNC turut tewas saat melindunginya.
  • Presiden Bernardo Arevalo menyampaikan belasungkawa dan memerintahkan aparat bekerja sama dengan Kementerian Publik untuk mengusut pelaku, di tengah kritik publik terhadap perlindungan warga.
  • Insiden ini terjadi di tengah krisis keamanan Guatemala, setelah pertempuran geng di Zacapa dan pembunuhan mantan jaksa Juan Francisco Solorzano Foppa yang memicu pencopotan petinggi polisi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Seorang anggota parlemen Guatemala Julio Cesar Portillo Paz tewas ditembak mati orang tak dikenal di Rio Hondo, Zacapa pada Jumat (6/11/2026) malam. Penembakan ini juga menyebabkan tiga anggota Polisi Sipil Nasional Guatemala (PNC) ikut tewas. 

Dilansir Deutsche Welle, pembunuhan Julio Portillo menjadi insiden kekerasan kedua di Zacapa usai pertempuran antar-geng kriminal yang menyebabkan tewasnya 8 orang. Zacapa dikenal sebagai wilayah yang dikuasai oleh Kartel Lorenzana yang punya afiliasi dengan Kartel Sinaloa di Meksiko. 

Setahun terakhir, Guatemala dirundung krisis keamanan imbas maraknya aktivitas geng kriminal. Sebelumnya, mantan Jaksa Antikorupsi Guatemala, Juan Francisco Solorzano Foppa ditembak mati saat menonton laga sepak bola di Guatemala City.

1. Polisi tewas untuk melindungi Julio Portillo

ilustrasi bendera Guatemala (unsplash.com/whoisflo)

Kementerian Dalam Negeri Guatemala menyayangkan pembunuhan kepada Julio Portillo dan 3 anggota polisi. Pihaknya memastikan bahwa ketiga polisi tewas karena melindungi anggota parlemen oposisi tersebut ketika diserang. 

Dilansir Prensa Libre,  petugas pemadam kebakaran menjelaskan bahwa dua polisi yang tewas menggunakan sepeda motor. Sedangkan dua polisi lainnya yang melindungi politikus itu selamat dan tidak mengalami luka. 

Sementara itu, Julio Portillo diketahui terluka parah usai insiden penembakan dan sempat dilarikan ke rumah sakit terdekat. Namun, beberapa jam kemudian, ia dinyatakan tewas imbas terkena beberapa tembakan. 

2. Presiden Guatemala ucapkan belasungkawa atas tewasnya Julio Portillo

Presiden Guatemala, Bernardo Arevalo. (Gobierno de Guatemala, Public domain, via Wikimedia Commons)

Menanggapi peristiwa ini, Presiden Guatemala, Bernardo Arevalo mengucapkan belasungkawa keluarga Julio Portillo dan tiga polisi. Ia menghargai seluruh petugas yang tewas dalam bertugas dan berani mempertaruhkan nyawanya. 

“Saya sudah menginstruksikan aparat keamanan untuk bekerja sama dengan Kementerian Publik dalam mengklarifikasi fakta-fakta dan mengidentifikasi pihak yang bertanggung jawab hingga menerima hukuman setimpal,” katanya dalam unggahan di akun X pada Sabtu (7/11/2026). 

Arevalo menegaskan bahwa kekerasan tidak boleh terus dibiarkan begitu saja merenggut nyawa warga Guatemala. Namun, unggahan ini memicu kritik publik yang kecewa pemerintahan Arevalo yang dianggap gagal menjamin perlindungan warga. 

3. Petinggi polisi Guatemala diberhentikan imbas krisis keamanan

suasana di Antigua, Guatemala (pexels.com/sonia-mk)

Pada akhir Oktober, dua pejabat senior PNC diberhentikan imbas krisis keamanan di Guatemala. Dua pejabat yang diberhentikan adalah Direktur Jenderal PNC, David Custodio Boteo dan Wakil Direktur Operasi PNC, Esvin Jacinto Quiche. Pemberhentian hanya beberapa saat setelah insiden pembunuhan Solorzano Foppa.

Dilansir EFE, pada saat yang sama, sebanyak tujuh anggota polisi sudah diinvestigasi atas keterlibatan dalam pembunuhan Foppa. Ketujuh anggota polisi itu sudah ditahan atas dugaan penyelewengan kekuasaan, simulasi kriminalitas, pengiriman senjata api dan lainnya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article