Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Apa Saja Hasil dari Negosiasi AS dan Iran di Qatar?
Kapal AS di Selat Hormuz. (Specialist Noah Martin, Public domain, via Wikimedia Commons)
  • Iran dan AS sepakat membentuk saluran komunikasi khusus untuk memantau pelanggaran MoU, dengan Qatar dan Pakistan sebagai mediator yang melaporkan hasil positif dari negosiasi di Doha.
  • Perundingan menyoroti stabilitas Selat Hormuz dan gencatan senjata 60 hari, sementara harga minyak dunia turun 2 persen akibat optimisme pasar terhadap kemajuan dialog kedua negara.
  • Iran akan menggunakan sebagian aset senilai 6 miliar dolar AS yang dibebaskan untuk kebutuhan domestik, sementara AS belum memastikan tidak akan kembali berkonflik sebelum tenggat kesepakatan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Iran dan Amerika Serikat (AS) mengakhiri putaran terbaru perundingan tidak langsung di Qatar pada Rabu (1/7/2026). Kedua negara sepakat membentuk saluran komunikasi khusus untuk melaporkan dan mencatat dugaan pelanggaran terhadap nota kesepahaman (MoU) yang telah disepakati pada Juni lalu.

Qatar dan Pakistan, yang menjadi mediator dalam perundingan, melaporkan adanya perkembangan positif selama proses negosiasi. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Qatar, Majed Al-Ansari, mengatakan kedua belah pihak juga sepakat untuk melanjutkan pembicaraan dalam waktu dekat.

"Kedua pihak sepakat melanjutkan pembahasan pada periode berikutnya, dengan pertemuan selanjutnya akan dijadwalkan sesegera mungkin setelah rangkaian prosesi pemakaman pemimpin tertinggi Iran selesai," ungkap Al-Ansari, dikutip dari Al Jazeera.

1. Selat Hormuz menjadi fokus utama perundingan

Perundingan di Doha difokuskan pada upaya menjaga kelancaran pelayaran di Selat Hormuz sekaligus mempertahankan gencatan senjata yang berlaku sejak kesepakatan Iran-AS bulan lalu. Kesepakatan itu mencakup gencatan senjata selama 60 hari, pembukaan kembali Selat Hormuz, serta penyusunan peta jalan menuju kesepakatan akhir terkait perang dan program nuklir Teheran.

Meski lalu lintas di jalur perairan vital tersebut telah sebagian pulih, status Selat Hormuz masih belum jelas. Pekan lalu, Iran dan AS saling melancarkan serangan setelah sebuah kapal kargo diserang di kawasan tersebut.

Menyusul rampungnya dialog pada Rabu, harga minyak dunia turun sekitar 2 persen ke level terendah sejak Februari. Penurunan itu dipicu optimisme pasar terhadap perkembangan dialog Teheran dan Washington yang dinilai dapat mengurangi kekhawatiran terhadap gangguan pasokan energi global.

2. Sebagian aset Iran yang dibekukan akan digunakan untuk membeli kebutuhan dalam negeri

Gharibabadi mengatakan salah satu pembahasan dalam pertemuan dengan pejabat Qatar berkaitan dengan penggunaan sebagian dana Iran yang sebelumnya dibekukan. Kedua belah pihak meninjau mekanisme penggunaan sebagian dari total 6 miliar dolar AS (sekitar Rp108 triliun) aset Teheran yang dibebaskan berdasarkan kesepakatan sebelumnya, mengutip France24.

Diplomat Teheran itu menjelaskan bahwa sebagian dana tersebut akan digunakan untuk membeli berbagai barang yang dibutuhkan di dalam negeri. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri, Esmaeil Baghaei, menegaskan bahwa pemerintah Iran akan menentukan sendiri penggunaan dana yang telah dibebaskan tersebut sesuai kepentingan nasional.

3. AS belum bisa memastikan tidak akan kembali berperang

Presiden AS, Donald Trump, mengatakan perundingan tidak langsung dengan Iran menunjukkan perkembangan yang positif. Trump menilai pembahasan mengenai pembatasan program nuklir Teheran terus bergerak ke arah yang diharapkan.

"Denuklirisasi Iran berjalan dengan baik. Mereka mengadakan pertemuan yang sangat baik, dan kita lihat nanti hasilnya," ungkap Trump, dilansir The Japan Times.

Meski demikian, Wakil Presiden AS, JD Vance, mengatakan pihaknya tidak dapat menjamin Washington tidak akan kembali menggunakan kekuatan militer sebelum tenggat kesepakatan berakhir bulan depan. Vance menyebut keputusan tersebut sepenuhnya bergantung pada langkah yang akan diambil Iran dalam beberapa pekan mendatang.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article