Ia menambahkan angka korban tersebut akan terus diperbarui bila ada korban yang ditemukan. Sementara, jumlah korban yang mengalami luka mencapai 213 jiwa.
AHY Pastikan Pemerintah Tak Biarkan NTT Terisolasi Usai Dihantam Gempa

- Pemerintah memastikan tidak ada wilayah NTT terisolasi pascagempa M7,7, dengan prioritas menjaga konektivitas, mendukung evakuasi, serta memulihkan infrastruktur dasar, air, dan listrik.
- BNPB mencatat sementara 2.969 rumah rusak di enam kabupaten, 68 orang meninggal dan 213 luka-luka; pendataan kerusakan jalan hingga fasilitas air bersih masih berlangsung.
- BNPB mengirim dua rumah sakit lapangan ke Manggarai dan Nagakeo, sementara Kementerian Kesehatan menempatkan tim manajemen krisis di Sikka dan Ende karena fasilitas kesehatan terdampak.
Jakarta, IDN Times - Menteri Koordinasi Bidang Infrastruktur, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) memastikan pemerintah tak akan ada daerah di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang terisolasi usai dihantam gempa berkekuatan magnitudo 7,7. Berdasarkan data sementara dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) ada 2.969 rumah yang rusak akibat gempa di NTT. Rumah-rumah yang rusak itu tersebar di enam kabupaten.
Pria yang akrab disapa AHY itu mengatakan ada tiga prioritas pemerintah dalam menangani dampak gempa di NTT. Salah satunya memastikan konektivitas antardaerah tetap terjaga.
"Selain itu, prioritas kami adalah mendukung proses evakuasi dan memulihkan infrastruktur dasar yang menjadi kebutuhan masyarakat," ungkap Agus di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat pada Senin (17/8/2026).
"Tidak boleh ada daerah yang terisolasi akibat gempa atau longsor," imbuhnya.
Sedangkan, prioritas ketiga yakni fasilitas pendukung infrastruktur dasar seperti air dan listrik harus bisa beroperasi normal kembali.
1. Pemerintah masih data kerusakan infrastruktur akibat bencana

Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) salurkan bantuan air bersih ke pesantren-pesantren di Madura. (Dok. Demokrat) Lebih lanjut AHY mengatakan pemerintah hingga saat ini masih terus melakukan pendataan dan penghitungan terhadap berbagai kerusakan infrastruktur akibat bencana. Mulai dari ruas jalan yang rusak dan terputus hingga fasilitas air bersih.
"Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan proses pemulihan dapat segera dilaksanakan secara efektif dan tepat sasaran," kata AHY.
2. BNPB catat korban meninggal sementara sudah mencapai 68 jiwa

Rumah warga di Bima yang mengalami kerusakan dampak gempa NTT, Sabtu (15/8/2026). (dok. BPBD NTB) Sementara, berdasarkan data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada Senin (17/8/2026), jumlah korban meninggal dunia sudah bertambah menjad 68 jiwa. Korban meninggal dunia paling banyak ditemukan di Kabupaten Manggarai sebanyak 26 jiwa.
"Data yang kami peroleh sementara ini sudah ada 68 jiwa, sekali lagi 68 jiwa yang meninggal. Dengan rincian, di Kabupaten Manggarai sebanyak 26 jiwa, Kabupaten Manggarai Timur 24 jiwa, Kabupaten Nadekeo sebanyak 8 jiwa, Kabupaten Sikka 4 jiwa, Kabupaten Ende sebanyak 2 jiwa, Kabupaten Manggarai Barat 2 jiwa dan Kabupaten Ngada 2 jiwa," ungkap Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton Suar Panjaitan di dalam pemberian keterangan pers virtual pada sore ini.
Ia mengatakan sejauh ini sudah ada 1.576 gempa susulan sejak gempa pertama terjadi pada Sabtu pekan lalu. Magnitude tertinggi di angka M6,2. Gempa dengan magnitudo itu terjadi satu kali. Sedangkan, gempa lainnya memiliki magnitudo kecil di bawah M5.
"Data-data ini akan tetap kami update terus," katanya.
3. Dua unit rumah sakit lapangan sudah dikirimkan ke NTT

Rumah warga di Bima yang mengalami kerusakan dampak gempa NTT, Sabtu (15/8/2026). (dok. BPBD NTB) BNPB menambahkan dua unit rumah sakit lapangan sudah dikirim ke NTT. yaitu ke Manggarai dan Nagakeo. Keberadaan dua unit rumah sakit lapangan itu sangat membantu untuk mengobati warga yang mengalami luka. Berdasarkan data terbaru yang dirilis oleh BNPB pada hari ini, 213 jiwa mengalami luka-luka.
"Diharapkan rumah sakit ini dapat melayani warga kita yang menjadi korban akibat gempa bumi dan harus dievakuasi," kata Berton.
Ia menambahkan banyak rumah sakit dan puskesmas yang terdampak gempa berkekuatan magnitudo 7,7 yang menghantam NTT pada Sabtu, 15 Agustus 2026. Selain rumah sakit lapangan, Kementerian Ksehatan juga mengirimkan dua tim manajemen krisis kesehatan.
"Satu tim ditempatkan di Kabupaten Sikka dan satu tim lagi di Kabupaten Ende untuk mengawal koordinasi lapangan di mana sektor kesehatan menjadi fokus penting untuk diatasi secara maksimal," tutur dia.




















