Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Apa Saja Isu yang Bakal Dibahas di Sidang Umum PBB 2026?
potret sidang Majelis Umum PBB (commons.wikimedia.org/Basil D Soufi)
  • Sidang Umum PBB ke-81 digelar di New York pada 22-29 September 2026 dan dihadiri sejumlah pemimpin negara untuk membahas isu global.
  • Perubahan iklim serta hak, kesetaraan, dan inklusi dibahas pada hari kedua, termasuk upaya menghadapi dampak iklim dan memberantas rasisme, xenophobia, serta intoleransi.
  • Agenda lain mencakup evaluasi krisis kesehatan global pasca-COVID-19 dan bahaya senjata nuklir; sidang ini menjadi yang terakhir bagi Antonio Guterres sebagai Sekjen PBB.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) akan digelar di New York, Amerika Serikat (AS), pada Selasa (22/9/2026). Sidang agung ini akan digelar selama kurang lebih sepekan, yakni hingga Selasa (29/9/2026) mendatang. Ini akan menjadi sidang umum ke-81 yang digelar PBB. Sidang ini akan dihadiri oleh sejumlah pemimpin negara. 

Dalam sidang ini, ada sejumlah isu yang akan dibahas oleh negara-negara yang hadir. Isu-isu tersebut menyangkut kemaslahatan seluruh negara di dunia. Lantas, apa saja isu yang akan dibahas dalam sidang PBB 2026 ini? Berikut rinciannya.

1. Perubahan iklim jadi salah satu isu yang dibahas di sidang umum PBB 2026

ilustrasi perubahan iklim (pexels.com/Alejandro J. Paredes Perez)

Isu pertama yang akan dibahas di sidang umum PBB 2026 ini adalah perubahan iklim. Isu ini rencananya akan dibahas pada hari kedua sidang, yakni Rabu (23/9/2026). Isu perubahan iklim ini berkaitan dengan peningkatan suhu global, pencairan gletser di kutub utara dan selatan, hingga kenaikan permukaan air laut. 

Dalam kesempatan tersebut, Sekretaris Jenderal (Sekjen) PBB, Antonio Guterres, bakal menyampaikan pidatonya untuk mendorong seluruh negara di dunia agar lebih memperhatikan isu perubahan iklim. Sebab, isu ini sedang jadi sorotan. Selain itu, ia juga akan mendorong seluruh negara di dunia untuk menyiapkan bagaimana cara menghadapinya.

2. Isu hak hingga inklusi juga jadi topik pembahasan di sidang PBB

ilustrasi isu hak (pexels.com/Lara Jameson)

Isu hak, kesetaraan, dan inklusi juga akan menjadi topik pembahasan dalam sidang PBB tahun ini. Sama dengan isu perubahan iklim, isu yang satu ini juga akan dibahas pada Rabu atau pada hari ke-2 sidang. 

Dalam kesempatan ini, negara peserta sidang akan membahas kerangka kerja untuk memberantas rasisme, diskriminasi ras, xenophobia (fobia terhadap orang asing), dan intoleransi. Langkah ini bertujuan agar dunia bisa bebas dari tindakan yang bisa memecah belah persatuan dan kesatuan.

3. Negara peserta sidang juga bakal membahas penanganan krisis kesehatan global

ilustrasi COVID-19 (unsplash.com/Fusion Medical Animation)

Selain kedua isu tadi, negara peserta sidang PBB tahun ini juga akan membahas isu penanganan krisis kesehatan global seperti Pandemik COVID-19 yang terjadi pada 2020 silam. Isu ini akan menjadi agenda pada Jumat (25/9/2026) mendatang atau pada hari ke-4 persidangan. 

Dalam kesempatan tersebut, seluruh negara yang menjadi peserta sidang akan membahas kembali Pandemik COVID-19 yang merebak 6 tahun lalu. Langkah ini dilakukan untuk mempelajari kembali segala hal yang berkaitan dengan peristiwa tersebut. Ini bertujuan untuk menjadi bahan evaluasi agar seluruh negara di dunia bisa mengantisipasi pandemik selanjutnya.

4. Peserta sidang PBB juga akan membahas isu senjata nuklir

ilustrasi senjata nuklir (unsplash.com/Sergey Koznov)

Isu terakhir yang akan dibahas dalam sidang PBB tahun ini adalah senjata nuklir. Isu ini akan menjadi agenda pada hari terakhir sidang, yakni pada 29 September mendatang. 

Isu ini akan diangkat untuk menyadarkan seluruh negara di dunia akan bahaya senjata nuklir. Selain itu, pembahasan isu ini dilakukan untuk mendorong seluruh negara di dunia agar patuh terhadap perjanjian proliferasi nuklir yang melarang pengembangan, produksi, dan penggunaan senjata nuklir dalam peperangan. 

Sidang PBB 2026 ini akan menjadi sidang terakhir bagi Guterres. Sebab, ia akan mengakhiri jabatannya sebagai Sekjen PBB pada akhir Desember mendatang setelah menjabat selama 10 tahun sejak 2016 silam.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article