Jakarta, IDN Times - Sebuah insiden yang melibatkan yacht mewah milik CEO Meta, Mark Zuckerberg, sedang hangat diperbincangkan di dunia internasional setelah kapal tersebut dilaporkan mengabaikan panggilan bantuan dari sebuah perahu kecil yang kehabisan bahan bakar di lepas pantai Alaska pada awal Agustus 2026. Kapal pesiar kecil bernama Wilderness Legacy akhirnya harus turun tangan untuk menarik perahu sepanjang 21 kaki tersebut ke Teluk Farragut setelah superyacht seharga USD 300 juta bernama Launchpad itu tidak memberikan respons.
Kritik tajam dari publik segera mengalir setelah seorang penumpang Wilderness Legacy membagikan kisah penyelamatan ini di media sosial hingga memicu perdebatan mengenai kewajiban moral dan hukum di laut. Menanggapi situasi ini, pihak juru bicara Zuckerberg segera memberikan klarifikasi bahwa awak kapal mereka tidak mendengar panggilan darurat tersebut karena sedang memantau saluran radio yang berbeda.
