Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
APMF 2026 Ajak Industri Siapkan Strategi Hadapi Era AI
Chair APMF Andi Sadha. (Dok. APMF)
  • APMF 2026 digelar 5-7 Agustus di BNDCC Bali, membahas strategi adaptif menghadapi AI, creator economy, dan perubahan perilaku konsumen melalui tema Blueprint the Beyond.
  • Forum ini menekankan pengolahan data, teknologi, dan tren menjadi keputusan efektif serta strategi jangka panjang, bukan sekadar respons terhadap generative AI dan ekosistem kreator.
  • APMF menghadirkan kelas implementatif, diskusi, showcase teknologi, dan forum kepemimpinan dengan lebih dari 25 pembicara untuk mendorong kolaborasi lintas industri Asia Pasifik.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
2005

Asia Pacific Media Forum (APMF) telah berlangsung sejak tahun ini.

5-7 Agustus 2026

APMF 2026 akan digelar di Bali Nusa Dua Convention Center, Bali, dengan tema Blueprint the Beyond. Forum akan mempertemukan pemimpin industri untuk membahas strategi consumer engagement di Asia Pasifik serta menghadirkan forum AI, teknologi, dan kolaborasi lintas sektor.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Asia Pacific Media Forum (APMF) 2026 akan menggelar forum industri marketing dan komunikasi bertema “Blueprint the Beyond”, membahas strategi menghadapi AI, ekonomi kreator, teknologi, dan perubahan perilaku konsumen.
  • Who?
    APMF, Chairman APMF Andi Sadha, pemimpin brand, media, teknologi, agensi, platform digital, ekonomi kreatif, serta lebih dari 25 pembicara internasional akan terlibat.
  • Where?
    Forum akan berlangsung di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC), Bali.
  • When?
    APMF 2026 dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, pada 5–7 Agustus 2026.
  • Why?
    Forum digelar untuk membantu pelaku industri menyusun strategi adaptif, mengubah data dan teknologi menjadi dasar keputusan efektif, serta membangun keterlibatan konsumen di Asia Pasifik.
  • How?
    APMF 2026 menghadirkan Applied Intelligence Lab, Conference Stage, Innovation & Experience Showcase, dan Leadership Gatherings untuk kelas implementatif, diskusi, pengalaman teknologi, serta kemitraan lintas industri.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
APMF 2026 akan diadakan di Bali pada 5 sampai 7 Agustus. Banyak orang dari brand, media, teknologi, dan dunia kreatif akan datang. Mereka mau belajar tentang AI dan cara bicara dengan pelanggan. Mereka juga mau bekerja bersama supaya siap menghadapi perubahan di masa depan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
APMF 2026 menawarkan ruang yang konstruktif bagi pelaku marketing untuk mengubah derasnya data, teknologi, dan tren menjadi strategi yang lebih terarah. Dengan kelas implementatif, pengalaman teknologi langsung, serta pertemuan lintas sektor, forum ini mempertemukan beragam keahlian guna memperluas perspektif dan memperkuat kesiapan organisasi menghadapi perubahan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Perkembangan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), pesatnya pertumbuhan creator economy, hingga perubahan perilaku konsumen dinilai telah mengubah lanskap industri marketing dan komunikasi secara signifikan. Di tengah perubahan yang berlangsung semakin cepat, pelaku industri dituntut tidak hanya mampu mengikuti tren, tetapi juga membangun strategi yang adaptif untuk menjaga relevansi brand.

Perubahan tersebut membuat siklus kampanye pemasaran menjadi jauh lebih singkat dibanding sebelumnya. Keputusan konsumen pun kini dipengaruhi oleh berbagai platform digital, komunitas, hingga teknologi baru yang terus berkembang.

Menjawab tantangan tersebut, Asia Pacific Media Forum (APMF) 2026 akan kembali digelar pada 5-7 Agustus 2026 di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC), Bali, dengan mengusung tema Blueprint the Beyond.

Forum yang telah berlangsung sejak 2005 itu akan mempertemukan pemimpin industri dari sektor brand, media, teknologi, agensi, platform digital, hingga ekonomi kreatif untuk membahas strategi baru dalam membangun keterlibatan konsumen (consumer engagement) di kawasan Asia Pasifik.

1. Tak sekadar bahas tren industri

Chairman APMF, Andi Sadha, mengatakan, industri saat ini tidak lagi kekurangan data, teknologi, maupun tren baru. Menurut dia, tantangan terbesar justru terletak pada bagaimana mengubah berbagai informasi tersebut menjadi dasar pengambilan keputusan yang efektif.

“Saat ini tidak kekurangan insight. Hampir setiap hari kita disuguhkan data baru, teknologi baru, dan tren baru. Tantangan sesungguhnya adalah bagaimana mengubah semua insight tersebut menjadi struktur pengambilan keputusan yang mampu membantu organisasi bergerak lebih cepat dan lebih adaptif,” ujar Andi.

Dia mengatakan, APMF 2026 dirancang berbeda dengan konferensi marketing pada umumnya yang lebih banyak membahas tren atau studi kasus.

Melalui tema Blueprint the Beyond, forum ini mendorong para praktisi untuk menyusun kerangka berpikir dan strategi jangka panjang yang dapat diterapkan menghadapi perubahan industri.

Menurut Andi, organisasi saat ini tidak cukup hanya bereaksi terhadap perkembangan teknologi seperti generative AI, programmatic commerce, maupun berkembangnya ekosistem kreator, tetapi juga perlu merancang ulang cara membangun hubungan dengan pelanggan.

2. Hadirkan forum AI, teknologi hingga kolaborasi industri

Selama tiga hari penyelenggaraan, APMF 2026 menghadirkan empat pengalaman utama yang ditujukan untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor.

Melalui Applied Intelligence Lab, peserta akan mengikuti kelas implementatif mengenai AI, perdagangan digital (commerce), intellectual property, hingga persepsi konsumen. Sementara Conference Stage menghadirkan sesi keynote dan diskusi bersama tokoh-tokoh dari bidang marketing, media, teknologi, hingga budaya.

Forum ini juga menghadirkan Innovation & Experience Showcase yang mempertemukan berbagai solusi teknologi, platform, dan brand dalam bentuk pengalaman langsung, serta Leadership Gatherings, ruang diskusi tertutup untuk membangun kemitraan strategis lintas industri.

APMF 2026 akan menghadirkan lebih dari 25 pembicara dari berbagai negara, di antaranya Regional Chief Creative Officer IMPACT BBDO Ali Rez, Co-founder Imajinari Ernest Prakasa, Managing Editor WARC APAC Rica Facundo, Co-Founder EnMasse Sunny Gho, serta Managing Director Accenture Song Tuomas Peltoniemi.

3. Dorong kolaborasi bangun masa depan marketing

Keberagaman latar belakang para pembicara mencerminkan perubahan lanskap marketing yang kini semakin terhubung dengan teknologi, media, kreativitas, investasi, data, hingga ekonomi kreatif. Karena itu, APMF dirancang sebagai ruang kolaborasi lintas disiplin agar mampu menghasilkan perspektif dan solusi yang lebih komprehensif bagi pelaku industri di kawasan Asia Pasifik.

Pada penyelenggaraan sebelumnya, APMF diikuti oleh 921 peserta yang terdiri atas chief marketing officer (CMO), business leaders, growth leaders, pemilik brand, pelaku industri kreatif, media, agensi, hingga platform teknologi.

“Blueprint the Beyond bukan sekadar tema konferensi. Ini adalah ajakan untuk bersama-sama membangun fondasi baru bagi industri marketing. Kami percaya bahwa tantangan yang dihadapi saat ini tidak dapat diselesaikan oleh satu organisasi atau satu sektor saja. Masa depan consumer engagement hanya dapat dibangun melalui kolaborasi lintas industri,” kata Andi.

Dia berharap APMF 2026 tidak hanya menjadi ruang berbagi pengetahuan, tetapi juga menghasilkan keputusan, kemitraan, dan kerangka kerja yang mampu membantu organisasi menghadapi perubahan industri dalam dekade mendatang.

Curated For You

Editorial Team

Related Article