Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Arab Saudi Klaim Hancurkan Drone Houthi yang Diluncurkan ke Makkah
bendera Arab Saudi. (Aerra Carnicom, CC BY-SA 4.0, via Wikimedia Commons)
  • Koalisi pimpinan Riyadh mengklaim mencegat dan menghancurkan drone Houthi menuju wilayah Makkah pada 30 Oktober 2026, setelah sebelumnya menembak jatuh sejumlah rudal dan drone.
  • Houthi membantah menargetkan Makkah atau sekitarnya, dengan menyatakan serangan lintas batas mereka berfokus pada infrastruktur energi dan militer Arab Saudi, termasuk kilang serta bandara.
  • Konflik berlanjut dengan serangan dan bentrokan di Yaman; Taiz dilaporkan mengalami pengeboman yang mengenai permukiman, sementara akses medis, air, dan bahan bakar terhambat.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Koalisi pimpinan Riyadh di Yaman melaporkan telah mencegat dan menghancurkan sebuah drone yang diluncurkan oleh kelompok Houthi ke wilayah Makkah di Arab Saudi pada Jumat (30/10/2026). Koalisi tersebut sebelumnya telah menuduh kelompok yang didukung Iran tersebut menargetkan Makkah dan Madinah dalam serangannya.

Sehari sebelumnya, koalisi tersebut juga mengklaim telah menghancurkan sebuah rudal balistik yang ditembakkan oleh kelompok Houthi ke wilayah timur kerajaan tersebut. Selain itu, pihaknya juga melaporkan telah berhasil mencegat dan menghancurkan dua rudal balistik yang diluncurkan ke arah ibu kota Riyadh, dilaporkan oleh Al Jazeera.

Houthi mengeklaim serangan terhadap sejumlah kilang minyak dan bandara di Arab Saudi pada Kamis. Lokasi yang menjadi target serangan mencakup kilang minyak Ras Tanura, yang merupakan kilang terbesar Riyadh, kilang Rabigh, serta fasilitas Aramco di Abqaiq. Selain itu, serangan juga menyasar Bandara King Khalid di Riyadh dan Bandara King Fahd di Dammam.

1. Houthi bantah serangannya menargetkan kota suci umat Islam

ilustrasi peta Arab Saudi (pexels.com/Lara Jameson)

Seorang juru bicara Houthi, Yahya Saree, membantah telah menargetkan kota suci umat Islam atau wilayah di sekitarnya. Saree menegaskan kembali bahwa serangan lintas batas yang dilakukan kelompok tersebut tetap berfokus secara ketat pada infrastruktur energi dan militer Arab Saudi.

Insiden pada Jumat merupakan bagian dari serangkaian serangan lintas batas terbaru yang dilakukan oleh kelompok Houthi terhadap Arab Saudi. Kelompok tersebut telah menggunakan drone dan rudal yang menyasar instalasi militer, bandara, serta infrastruktur energi Riyadh dalam serangannya, dilansir The Jerusalem Post.

Klaim antara Arab Saudi dan Houthi yang saling bertentangan muncul di tengah permusuhan yang terus berlanjut tanpa tanda-tanda mereda. Sejumlah lembaga kemanusiaan telah memberi peringatan memburuknya kondisi warga sipil akibat permusuhan, seiring pertempuran di sepanjang garis depan yang masih terus berlangsung.

2. Koalisi Riyadh juga hancurkan rudal yang menyasar wilayah barat Arab Saudi

bendera Arab Saudi (pixabay.com/Chickenonline)

Juru bicara koalisi, Turki al-Malki, melaporkan bahwa pertahanan udara koalisi telah mencegat dan menghancurkan sebuah rudal jelajah milik kelompok Houthi yang menyasar wilayah barat Arab Saudi pada Kamis. Media afiliasi kelompok tersebut melaporkan serangan udara koalisi telah menyasar distrik Mahliyah di Marib, Haifan di Taiz, serta Huwaishan di al-Jawf.

Gubernur Taiz mengatakan bahwa kota tersebut mengalami pengeboman hebat, yang turut menghantam kawasan permukiman penduduk. Suara pesawat semakin sering terdengar di atas kota, yang saat ini masih berada dalam kepungan yang mencekik oleh pasokan medis, air, maupun bahan bakar yang tidak dapat masuk, mengutip laporan Al Jazeera.

Selain itu, bentrokan sporadis juga terjadi di front barat, sementara front utara relatif lebih tenang, meski sesekali diwarnai pertempuran. Eskalasi permusuhan yang cukup signifikan masih terjadi di sekitar Jabal Saber dan Jabal Habashi.

3. Keamanan Makkah menjadi garis merah yang tidak dapat dilewati

Pemandangan kota Riyadh, Arab Saudi (unsplash.com/ekrem osmanoglu)

Pada bulan lalu, koalisi militer pimpinan Arab Saudi mengatakan bahwa keamanan Makkah merupakan garis merah yang tidak dapat dilewati. Pihaknya mengatakan akan mengambil langkah-langkah yang diperlukan terhadap kelompok Houthi, mengutip The Guardian.

Meningkatnya serangan terhadap Riyadh telah memicu kekhawatiran bahwa lebih banyak negara Muslim dapat terseret ke dalam kekerasan yang meluas di Timur Tengah. Pada Agustus lalu, kesepakatan antara Arab Saudi, Turki, dan Pakistan menyepakati bahwa serangan terhadap salah satu negara tersebut akan dianggap sebagai serangan terhadap semua.

Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) juga mengutuk apa yang mereka sebut sebagai serangan keji terhadap Makkah, seraya menyalahkan kelompok Houthi. Organisasi yang beranggotakan 57 negara dengan mayoritas penduduk Muslim tersebut mengecam agresi yang terus berlanjut terhadap Kerajaan Riyadh.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article