Dalam demo kali ini, para pengunjuk rasa masih memprotes masalah yang sama, yakni kenaikan biaya hidup di Italia. Namun, mereka juga memprotes isu lain, yakni keberadaan polisi di Italia yang dianggap menghambat aksi demo. Mereka menilai polisi Italia mengekang kebebasan berekspresi dan mengkritik pemerintah lewat aksi unjuk rasa.
Italia Membara Lagi, Ribuan Massa Gelar Demo di Puluhan Kota

- Ribuan pelajar dan pekerja berdemonstrasi di puluhan kota Italia pada 30 Oktober 2026, memprotes kenaikan biaya hidup serta kehadiran polisi yang dinilai membatasi kebebasan berekspresi.
- Mahasiswa menyoroti mahalnya kuliah dan sewa tempat tinggal di Roma, dengan kamar single dilaporkan dapat mencapai 1.200 euro atau Rp24,3 juta per bulan.
- Aksi juga mengangkat solidaritas Palestina dan desakan agar Italia menekan Israel menghentikan agresi; dua pekan sebelumnya, demo Milan berakhir ricuh dengan 271 orang ditangkap.
Jakarta, IDN Times - Demo besar dikabarkan kembali pecah di puluhan kota yang ada di Italia, termasuk Roma, Bologna, Genoa, Naples, dan Turin pada Jumat (30/10/2026). Menurut otoritas setempat, aksi kali ini diikuti oleh ribuan massa yang terdiri dari kalangan pelajar dan pekerja. Mereka ramai-ramai turun ke jalan untuk memprotes pemerintah.
1. Mahasiswa kesulitan membayar biaya kuliah karena biaya hidup tinggi

potret mahasiswa (pexels.com/clmcdk fejcn) Dalam demo kali ini, seorang mahasiswi dari sebuah universitas di Roma, Beatrice Chilelli, mengatakan, kenaikan biaya hidup sudah mencekik ekonomi orangtuanya. Akibatnya, orangtuanya jadi kesulitan membayar biaya kuliah dan membayar sewa kos selama ia berkuliah. Apalagi, harga sewa kos mahasiswa di Roma saat ini juga naik.
“Mereka tidak mampu membayar biaya kuliah yang sangat mahal dan biaya sewa (tempat tinggal) yang sangat membebani pundak orangtua mereka,” kata mahasiswi berusia 21 tahun itu kepada kantor berita AFP. Ia menambahkan bahwa biaya sewa tempat tinggal mahasiswa di Roma bisa mencapai 1.200 euro atau Rp24,3 juta per bulan untuk kamar single.
2. Pendemo juga membawa isu agresi Israel di Palestina

potret demo pro-Palestina (pexels.com/Abdulmomen Bsruki) Dalam demo kali ini, para pengunjuk rasa juga memprotes agresi Israel di Palestina. Mereka mendesak Pemerintah Italia di bawah kepemimpinan Perdana Menteri Giorgia Meloni untuk mendesak Israel menghentikan agresinya di negara tersebut. Sebagai bentuk solidaritas, para peserta demo juga sambil membawa dan mengibarkan bendera Palestina di tengah aksi yang sedang berlangsung.
“Kami akan turun ke jalan untuk mengecam kebijakan persenjataan kembali pemerintah (Perdana Menteri Italia Giorgia) Meloni dan meningkatnya biaya hidup yang semakin membebani keluarga, pekerja, dan mahasiswa,” kata mahasiswa lainnya yang berusia 18 tahun bernama Laura Teresi dilansir Times of Israel.
3. Demo besar juga terjadi di Italia dua pekan lalu

potret demo (pexels.com/Luca Nardone) Sebelum ini, demo besar di Italia juga terjadi sekitar dua pekan lalu, tepatnya pada 17 dan 18 Oktober. Kala itu, ribuan mahasiswa berdemo di Kota Milan. Sayangnya, demo tersebut berlangsung anarkis. Sebab, selain menggelar demo, para mahasiswa juga cekcok dengan polisi serta merusak dan menjarah toko-toko barang mewah yang ada di kota tersebut.
Kepolisian Italia mengklaim pihaknya berhasil menangkap 271 orang yang terlibat dalam aksi demo anarkis di Milan. Meloni lantas mengecam aksi anarkis tersebut dan berjanji akan menghukum semua pihak yang terlibat di dalamnya.
"Sekali lagi, para perempuan dan laki-laki dari pasukan penegak hukum harus menghadapi kekerasan dari para penjahat yang bahkan melalui kelompok-kelompok terorganisir, mengeksploitasi demonstrasi untuk mencari konfrontasi dan menabur kekacauan," tulis Meloni dalam sebuah unggahan di media sosial X dikutip Fox News.




















