Ketua Partai Armenia Kuat, Samvel Karapetyan, saat ini masih berstatus sebagai tahanan rumah. Ia menghadapi tuduhan makar terkait dugaan rencana penggulingan kekuasaan setelah mendukung aksi protes kelompok keagamaan.
Pengusaha tersebut membantah tuduhan konspirasi dan mengklaim kasusnya memiliki motif politik. Meski pergerakannya dibatasi, Karapetyan tetap menjalankan kampanye. Untuk menyiasati pembatasan tersebut, ia memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk kampanye daring, serta rutin mengadakan pertemuan politik dengan warga di kediaman pribadinya.
"Rakyat Armenia akan membuat pilihan yang tepat dan Armenia akhirnya akan memiliki pemerintahan yang sah," ungkap Samvel Karapetyan, dikutip dari Associated Press.
Pengadilan Anti-Korupsi Armenia telah memperpanjang masa tahanan rumah Karapetyan selama tiga bulan ke depan. Meski begitu, larangan baginya untuk tampil di hadapan publik dan memberikan wawancara kepada media kini telah dicabut.