Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Marco Rubio. (Gage Skidmore from Peoria, AZ, United States of America, CC BY-SA 2.0, via Wikimedia Commons)
  • Menlu AS Marco Rubio membantah pemerintahnya memfasilitasi kepergian Flavio Bolsonaro dari Brasil, menyatakan ia telah memiliki visa dan AS tidak terlibat langsung.
  • Donald Trump mengatakan Flavio boleh tinggal di AS selama yang diinginkan, sementara senator Brasil itu memperoleh izin tinggal satu tahun setelah kalah pilpres.
  • Sebanyak 25 anggota parlemen Demokrat meminta penjelasan soal masuknya Flavio ke AS; ia juga berencana wawancara tanpa edit sambil menolak hasil pilpres Brasil.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Menteri Luar Negeri (Menlu) Amerika Serikat (AS), Marco Rubio membantah tuduhan pemerintah AS memfasilitasi kaburnya Flavio Bolsonaro dari Brasil. Anak mantan Presiden Brasil, Jair Bolsonaro itu kabur setelah kalah dalam pemilihan presiden (pilpres). 

“Kami tidak berpartisipasi dalam segala persiapan Flavio Bolsonaro pergi dari Brasil. Setidaknya, pemerintah AS tidak terlibat secara langsung dalam segala pergerakannya,” kata Rubio, dikutip dari EFE, Minggu (1/11/2026)

Rubio menekankan bahwa Flavio Bolsonaro sudah memiliki visa untuk masuk ke AS. Setelah itu, Presiden AS, Donald Trump secara personal bukan atas nama pemerintah memperbolehkan senator Brasil itu untuk masuk ke negaranya. 

1. Trump sebut Flavio boleh tinggal di AS selama yang diinginkan

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. (Gage Skidmore from Peoria, AZ, United States of America, CC BY-SA 2.0, via Wikimedia Commons)

Pada saat yang sama, Trump mengatakan bahwa ia belum bertemu secara langsung dengan Flavio Bolsonaro setelah melarikan diri dari Brasil. Namun, ia memastikan bahwa anak Jair Bolsonaro itu diperbolehkan tinggal di AS selama yang diinginkan. 

“Saya tidak punya rencana bertemu dengannya, tapi saya pikir mereka memperlakukannya dengan buruk. Maka, dia boleh tinggal selama yang diinginkan. Pilpres sudah dicurangi,” ungkapnya, dikutip dari Democrata.

Sementara itu, Flavio mendapatkan izin tinggal selama 1 tahun di AS. Ia diketahui pergi bersama beberapa anggota keluarganya setelah kalah dalam pilpres dari calon petahana, Luiz Inacio Lula da Silva. 

2. Anggota parlemen Partai Demokrat pertanyakan masuknya Flavio Bolsonaro

ilustrasi bendera Amerika Serikat (unsplash.com/cscreates)

Pekan lalu, sebanyak 25 anggota parlemen dari Partai Demokrat mempertanyakan masuknya Flavio Bolsonaro ke AS kepada Kemlu AS. Mereka mendesak Rubio menjelaskan terkait dengan kemungkinan memfasilitasi penerbangannya dari Brasil ke AS. 

Puluhan anggota parlemen itu menyebut bahwa parlemen ingin tahu apa yang ditawarkan kepada mereka jika memang membantu kepergiannya. Mereka juga ingin tahu apakah ada hubungan antara Kedutaan Besar AS di Brasil dan institusi lain dengan kaburnya Flavio. 

3. Flavio Bolsonaro akan hadiri wawancara di media Brasil dan internasional

Senator Brasil, Flavio Bolsonaro. (Agência Senado from Brasilia, Brazil, CC BY 2.0, via Wikimedia Commons)

Di sisi lain, Flavio Bolsonaro mengaku bersedia untuk diwawancara oleh sejumlah media besar di Brasil dan internasional. Ia mengaku wawancara ini akan disiarkan tanpa potongan atau tanpa filter sehingga siapapun dapat mendengarkannya. 

Flavio mengkritik jaringan televisi Globo, salah satu media dengan audiensi terbesar di Brasil yang menolak wawancara tanpa edit. Menurutnya, media tersebut takut mengutarakan semua yang harus dikatakan terkait dengan politik di Brasil. 

Politikus Brasil itu tetap bersikukuh menolak hasil pilpres. Ia menjustifikasi kepergiannya sebagai alasan personal, tapi karena persekusi politik di Brasil. Menurutnya, ia dapat berekspresi lebih luas di AS daripada di Brasil. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article