Jakarta, IDN Times - Menteri Luar Negeri (Menlu) Amerika Serikat (AS), Marco Rubio membantah tuduhan pemerintah AS memfasilitasi kaburnya Flavio Bolsonaro dari Brasil. Anak mantan Presiden Brasil, Jair Bolsonaro itu kabur setelah kalah dalam pemilihan presiden (pilpres).
“Kami tidak berpartisipasi dalam segala persiapan Flavio Bolsonaro pergi dari Brasil. Setidaknya, pemerintah AS tidak terlibat secara langsung dalam segala pergerakannya,” kata Rubio, dikutip dari EFE, Minggu (1/11/2026)
Rubio menekankan bahwa Flavio Bolsonaro sudah memiliki visa untuk masuk ke AS. Setelah itu, Presiden AS, Donald Trump secara personal bukan atas nama pemerintah memperbolehkan senator Brasil itu untuk masuk ke negaranya.