Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, berpartisipasi dalam wawancara dengan Bev Turner dari GB News di Ruang Roosevelt, Gedung Putih, pada 14 November 2025. (flickr.com/The White House viacommons.wikimedia.org/The White House)
Dalam pernyataan terbarunya kepada wartawan pada Rabu, Trump mengatakan harga minyak global kini sudah menurun drastis. Ia mengklaim penurunan tersebut terjadi usai Washington menguasai dan membuka Selat Hormuz secara penuh. Dengan cara ini, kata Trump, kapal-kapal tanker jadi bisa mengangkut minyak dari Timur Tengah ke pasar global dengan aman melalui Selat Hormuz.
"Mereka tadinya membicarakan (harga minyak global adalah) 350 dolar AS per barel. Namun, hari ini, harganya hanya 84–85 dolar (per barel). Selat Hormuz tidak akan sepenting dulu. Orang-orang telah menemukan alternatif lain dan jumlah jalur pipa yang dibangun mencapai rekor tertinggi. Kami berhasil mengeluarkan banyak minyak," ujar Trump, seperti dilansir Jerusalem Post.
Situasi pelayaran di Selat Hormuz sendiri saat ini masih belum kondusif. Hal ini karena AS dan Iran masih berseteru soal kekuasan di perairan tersebut. Oleh karena itu, jumlah pelayaran kapal di Selat Hormuz kini fluktuatif. Kendati demikian, jumlah pelayaran di selat tersebut dikabarkan sedikit meningkat pada akhir pekan lalu.