Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Trump Unggah Peta Selat Hormuz yang Sudah Jadi Wilayah AS

Trump Unggah Peta Selat Hormuz yang Sudah Jadi Wilayah AS
Peta Selat Hormuz yang sudah jadi wilayah teritorial Amerika Serikat. (truthsocial.com/@realDonaldTrump)
  • Donald Trump mengunggah peta Selat Hormuz sebagai “wilayah baru AS” dan menyatakan blokade AS terhadap seluruh pelabuhan Iran di selat itu tetap berlanjut.
  • Trump mengklaim AS telah menguasai penuh Selat Hormuz, menyingkirkan ranjau Iran, serta berencana mendeklarasikannya sebagai teritorial AS demi keamanan pelayaran komersial.
  • Iran menolak klaim tersebut, menegaskan Selat Hormuz tetap wilayahnya dan akan ditutup sampai AS memenuhi tuntutan, termasuk pencabutan blokade dan sanksi minyak.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, semakin mempertegas kekuasaan AS di Selat Hormuz. Pada Selasa (18/8/2026), Trump mengunggah sebuah peta yang menunjukkan bahwa selat tersebut sudah menjadi wilayah teritorial baru Negeri Paman Sam. 

Foto itu diunggah Trump di laman Truth Social pribadinya. Foto tersebut dilengkapi kalimat “New US Territory” sebagai penegasan bahwa Selat Hormuz kini sudah menjadi wilayah AS dan tidak lagi dikuasai oleh Iran. Dalam unggahan terpisah, Trump juga mengatakan bahwa blokade AS terhadap semua pelabuhan Iran yang ada di Selat Hormuz tetap berlanjut. 

"Tidak ada pembicaraan atau diskusi yang sedang berlangsung atau dijadwalkan dengan Iran," kata Trump.

  1. 1. Trump sempat mengatakan akan menetapkan Selat Hormuz jadi wilayah AS

    Selat Hormuz.
    potret Selat Hormuz (commons.wikimedia.org/European Space Agency)

    Peta kontroversial tadi diunggah Trump usai dirinya mengatakan akan segera menetapkan Selat Hormuz sebagai salah satu wilayah teritorial AS. Dalam pernyataannya pada pekan lalu, Trump menjelaskan, ia akan mendeklarasikan selat tersebut sebagai teritorial Negeri Paman Sam usai mengalahkan Iran.

    “Setelah kita selesai mengalahkan Iran, yang sedang mengalami kekalahan telak, sebentar lagi saya akan mendeklarasikan Selat Hormuz sebagai wilayah Amerika Serikat,” kata Trump sambil tertawa saat sedang berkunjung ke Garden City, New York, pada Jumat (14/8/2026) pekan lalu, seperti dilansir Al Jazeera

    Sebelumnya, Trump juga mengklaim bahwa AS saat ini sudah 100 persen menguasai Selat Hormuz. Semua ranjau laut yang dipasang Iran di Selat Hormuz kini juga sudah dibasmi oleh angkatan laut Negeri Paman Sam. Menurut Trump, langkah ini dilakukan untuk menjamin kebebasan dan keamanan kapal-kapal komersial yang ingin berlayar di perairan tersebut.  

  2. 2. Iran menyebut Selat Hormuz tidak bisa dianeksasi AS

    Kazem Gharib Abadi sedang berbicara kepada seseorang.
    potret Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Kazem Gharib Abadi (commons.wikimedia.org/Majid Asgaripour)

    Pernyataan Trump tadi langsung menuai respons dari Pemerintah Iran. Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Kazem Gharibabadi, mengatakan, AS tidak bisa mengambil alih kekuasaan di Selat Hormuz hanya dengan cuitan di media sosial, pengerahan kapal perang, perintah, atau pidato. Ia menegaskan bahwa Iran akan tetap mempertahankan Selat Hormuz sampai kapan pun. Sebab, menurutnya, selat itu merupakan wilayah teritorial Iran, bukan AS.  

    “Selat Hormuz adalah milik Iran, tetap milik Iran, dan akan tetap menjadi milik Iran. Selat ini hanya akan ditutup dan dibuka atas perintah Iran dan sampai Anda menerima kenyataan kekalahan Anda dan meninggalkan fantasi Anda, Iran akan terus memberlakukan blokade (di Selat Hormuz),” kata Gharibabadi dilansir Anadolu Agency, Sabtu (15/8/2026). 

  3. 3. Trump kerap melontarkan klaim sepihak soal Selat Hormuz dalam beberapa pekan terakhir

    Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, sedang menandatangani dokumen perintah eksekutif di Gedung Putih pada 20 Januari 2025.
    Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, sedang menandatangani dokumen perintah eksekutif di Gedung Putih pada 20 Januari 2025. (commons.wikimedia.org/The Trump White House)

    Dalam beberapa pekan terakhir, Trump memang kerap melontarkan klaim sepihak yang berkaitan dengan Selat Hormuz. Ia kerap mengklaim bahwa Selat Hormuz kini sudah dibuka dan sudah berada di bawah kekuasaan Washington. Padahal, realitanya, Iran hingga saat ini masih mengontrol dan menutup selat tersebut secara penuh.

    Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, dalam pernyataan terbarunya pada Selasa mengatakan, Iran tetap akan menutup Selat Hormuz sampai AS mau mematuhi semua syarat yang diberikan oleh negaranya. Oleh karena itu, Ghalibaf mendesak AS untuk mematuhi semua syarat yang diberikan Iran pada 8 Agustus lalu jika ingin selat tersebut kembali dibuka.

    "Selat itu tidak akan dibuka kecuali Amerika (Serikat) memenuhi komitmennya yang tercantum dalam nota kesepahaman, termasuk mencabut blokade, mencairkan dana yang dibekukan, mencabut sanksi minyak, mengakhiri ancaman dan operasi militer di semua lini, dan syarat-syarat lain yang telah disepakati Amerika," kata Ghalibaf dilansir The New Arab

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More