Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Pameran UMKM Hari Jadi Jateng Catat 15.159 Pengunjung

Pameran UMKM Hari Jadi Jateng Catat 15.159 Pengunjung
Gelaran Pameran UMKM dalam rangka Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Tengah mecatatkan 15.159 orang pengunjung, dengan total transaksi mencapai Rp1,165 miliar. (Dok. Pemprov Jawa Tengah)
  • Pameran UMKM Hari Jadi ke-81 Jawa Tengah pada 20-22 Agustus 2026 mencatat 15.159 pengunjung dan total transaksi Rp1,165 miliar.
  • Wakil Gubernur Taj Yasin menilai pameran membuka peluang UMKM naik kelas, dari pasar lokal menuju nasional hingga internasional, termasuk rencana MoU pelaku jamu dengan Malaysia.
  • Pameran 221 stan ini juga menghasilkan kerja sama Pemprov Jateng-BPJPH untuk meningkatkan kepercayaan produk UMKM dan mendorong omzet, di tengah peran UMKM menopang ekonomi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Gelaran Pameran UMKM dalam rangka Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Tengah mecatatkan 15.159 orang pengunjung, dengan total transaksi mencapai Rp1,165 miliar.

Walakin, kegiatan yang dilaksanakan pada 20-22 Agustus 2026 di halaman Kantor Gubernur dan DPRD Jateng itu bukan sekadar diukur dari jumlah pengunjung maupun nilai transaksinya, melainkan didorong agar ada peningkatan kelas dan jangkauan pasar produk UMKM.

  1. 1. Pengembangan potensi UMKM

    IMG-20260822-WA0011.jpg
    Gelaran Pameran UMKM dalam rangka Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Tengah mecatatkan 15.159 orang pengunjung, dengan total transaksi mencapai Rp1,165 miliar. (Dok. Pemprov Jawa Tengah)

    Hal itu disampaikan Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen, saat menutup Pameran Program dan UMKM HUT ke-81 Provinsi Jawa Tengah, di Halaman Kantor Gubernur Jawa Tengah, Sabtu, 22 Agustus 2026.

    Taj Yasin berharap, event tersebut mampu meningkatkan potensi masing-masing UMKM untuk memasarkan produknya ke pasar yang lebih luas.

    “Ada salah satu pelaku UMKM jamu yang menyampaikan kepada kami, akan melakukan MoU dengan Malaysia,” ujarnya.

  2. 2. Bukti bahwa pameran dapat menjadi sarana untuk meningkatkan skala bisnis

    IMG-20260822-WA0005.jpg
    Gelaran Pameran UMKM dalam rangka Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Tengah mecatatkan 15.159 orang pengunjung, dengan total transaksi mencapai Rp1,165 miliar. (Dok. Pemprov Jawa Tengah)

    Ia menilai, capaian tersebut menjadi bukti bahwa pameran dapat menjadi sarana bagi pelaku usaha untuk meningkatkan skala bisnis. UMKM yang sebelumnya hanya menjangkau pasar kabupaten/kota, dapat berkembang ke tingkat nasional bahkan internasional.

    “Artinya, kita mengantarkan para pelaku UMKM kita yang skala kecil menjadi menengah, menengah menjadi besar. Yang awalnya hanya di sekitar kabupaten/kota, lompatannya bukan hanya di tingkat provinsi, tetapi sampai ke luar negeri,” kata Taj Yasin.

    Taj Yasin berharap penyelenggaraan tahun depan dapat semakin menarik, bukan hanya dalam mendatangkan pengunjung, tetapi juga mendorong masyarakat untuk berbelanja produk UMKM.

    “Bagaimanapun juga, ini bagian dari menyejahterakan UMKM, menyejahterakan masyarakat Jawa Tengah, dan bagian dari pengentasan kemiskinan,” ujarnya.

  3. 3. Penguatan UMKM mampu menopang perekonomian

    IMG-20260822-WA0013.jpg
    Gelaran Pameran UMKM dalam rangka Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Tengah mecatatkan 15.159 orang pengunjung, dengan total transaksi mencapai Rp1,165 miliar. (Dok. Pemprov Jawa Tengah)

    Menurutnya, penguatan UMKM dinilai sangat penting, karena sektor tersebut terbukti mampu menopang perekonomian dalam menghadapi berbagai krisis, termasuk krisis moneter dan pandemi Covid-19.

    Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Pemprov Jawa Tengah juga menghasilkan kerja sama dengan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH). Kerja sama tersebut diharapkan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap produk UMKM sekaligus membantu meningkatkan omzet penjualan.

    Plt Kepala Dinas Koperasi dan UKM Jawa Tengah, Desy Arijani mengatakan, pameran ini dirancang dengan konsep zonasi, meliputi zona Kranasda Expo, zona kuliner dan jamu, zona program, zona tematik UMKM binaan Bank Jateng, serta zona mobil pelayanan.

    Pameran tersebut diikuti 221 stan. Rinciannya, 35 stan zona Kranasda Expo, 50 stan zona komersial dan jamu, 110 stan zona program, 20 stan zona tematik UMKM binaan Bank Jateng, serta enam unit mobil pelayanan dari organisasi perangkat daerah (OPD) teknis.

    Selama tiga hari pelaksanaan, berbagai kegiatan pendukung turut digelar untuk menarik minat masyarakat. Di antaranya lomba memasak ikan bagi siswa SMK, job fair yang melibatkan puluhan perusahaan pencari tenaga kerja, lomba mural tingkat SMA sederajat, lomba menggambar tingkat SD sederajat, lomba stan terbaik, hiburan musik, hingga nonton bareng film-film lawas setiap malam.

    Desy berharap, kegiatan tersebut dapat menjadi momentum strategis untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, khususnya sektor UMKM.

    “Kami berharap kegiatan pameran ini dapat menjadi momentum strategis dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah, khususnya sektor UMKM, serta mempererat kolaborasi antara instansi, pelaku usaha, dan masyarakat Jawa Tengah,” katanya.

    Pada acara penutupan, panitia juga mengumumkan para pemenang lomba sebagai bentuk apresiasi terhadap peserta yang telah menampilkan kreativitas, keberanian, dan inovasi selama pameran. (WEB)

Sponsored Content: This article is a paid collaboration. While this content is sponsored, all insights, reviews, and editorial standards remain entirely our own.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More