Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
AS Janjikan Bantuan Rp17,8 T untuk Pemerintahan Baru Kolombia
Presiden Kolombia Abelardo de la Espriella (Abelardo de la Espriella, CC0, via Wikimedia Commons)
  • AS merencanakan bantuan keamanan 1 miliar dolar AS atau Rp17,8 triliun bagi pemerintahan Presiden Kolombia Abelardo de la Espriella untuk memberantas organisasi perdagangan narkoba.
  • Kolombia bergabung dalam aliansi Perisai Amerika; kerja sama mencakup teknologi militer, efisiensi pertahanan, dan operasi gabungan. De la Espriella dilantik di Cali dengan pengamanan ketat.
  • De la Espriella, pengacara-pengusaha berusia 48 tahun, berjanji memangkas lembaga negara, menghidupkan sektor minyak-gas, memberantas kokain, membangun penjara raksasa, serta menawarkan markas bagi pasukan AS.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Pemerintah Amerika Serikat (AS) mengumumkan rencana pemberian paket bantuan keamanan senilai 1 miliar dolar AS atau sekitar Rp17,8 triliun untuk pemerintahan baru Kolombia di bawah Presiden Abelardo de la Espriella. Dana ini bertujuan membantu Washington dan Bogota mencapai tujuan keamanan bersama dalam memberantas organisasi perdagangan narkoba.

Pengumuman tersebut disampaikan Departemen Luar Negeri AS usai pelantikan De la Espriella pada Jumat (7/8/2026). Langkah ini menandai babak baru penguatan kemitraan strategis dan kerja sama ekonomi antara kedua negara.

1. AS juga sambut Kolombia gabung aliansi Perisai Amerika

ilustrasi bendera Amerika Serikat (unsplash.com/Brandon Mowinkel)

Departemen Luar Negeri AS menyatakan akan bekerja sama dengan Kongres AS untuk memuluskan paket bantuan keamanan tersebut. Bantuan ini mencakup penyediaan teknologi militer AS, peningkatan efisiensi anggaran pertahanan, serta kerja sama operasi gabungan.

Selain memberikan bantuan keuangan, AS menyambut bergabungnya Kolombia ke dalam aliansi Perisai Amerika. Aliansi yang dibentuk Presiden AS Donald Trump ini bertujuan menumpas kelompok kartel narkoba dan terorisme di kawasan Amerika Latin.

"De la Espriella adalah seorang pemimpin yang cerdas, kuat, dan tangguh," kata Trump, dilansir Euronews.

2. Pelantikan De la Espriella digelar di Cali

Bendera Kolombia (unsplash.com/flaviacarpio)

De la Espriella mengucapkan sumpah jabatan sebagai Presiden Kolombia pada Jumat di kota Cali, Kolombia barat daya. Pilihan lokasi ini memecahkan tradisi pelantikan yang biasanya digelar di ibu kota Bogota, guna menegaskan komitmennya melawan kelompok bersenjata.

Upacara pelantikan di Pangkalan Militer Batalyon Pichincha tersebut mendapat pengawalan ketat dari aparat militer dan kepolisian. Sejumlah pemimpin dunia hadir dalam acara tersebut, termasuk Raja Felipe VI dari Spanyol dan Presiden Argentina Javier Milei.

Mantan Presiden Gustavo Petro memilih tidak menghadiri upacara pelantikan dan menolak mengakui kemenangan De la Espriella. Ketidakhadiran Petro diiringi oleh aksi unjuk rasa warga oposisi di beberapa kota besar seperti Bogota dan Barranquilla.

"Masa untuk berdialog telah sepenuhnya habis dan saatnya mengembalikan ketertiban serta otoritas negara,” ujar De la Espriella, dilansir The Guardian.

3. Profil De la Espriella dan arah kebijakannya

Presiden Kolombia Abelardo de la Espriella (Abelardo de la Espriella, CC0, via Wikimedia Commons)

Abelardo de la Espriella merupakan pengacara dan pengusaha berusia 48 tahun yang memiliki kewarganegaraan ganda Kolombia dan AS. Berjuluk "El Tigre" atau "Sang Harimau", ia tampil sebagai pendatang baru di panggung politik tanpa latar belakang jabatan publik.

De la Espriella memenangkan pemilu putaran kedua pada Juni lalu setelah mengalahkan senator sayap kiri Ivan Cepeda. Kemenangannya mengukuhkan pergeseran peta politik Amerika Latin yang semakin ke arah kanan.

Dalam program kerjanya, De la Espriella berjanji akan memotong anggaran dan ukuran lembaga negara hingga 40 persen demi efisiensi. Selain itu, ia berencana menghidupkan kembali industri minyak dan gas melalui metode fracking serta memperkuat perusahaan minyak negara Ecopetrol.

Untuk memberantas tanaman kokain, pemerintahannya berencana menggunakan herbisida udara yang diklaim aman bagi lingkungan dan kesehatan manusia. Ia juga berencana membangun penjara raksasa dan menawarkan wilayah Kolombia sebagai markas pasukan AS.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article