Kalapas Cibinong dan 4 Anak Buah Dinonaktifkan Imbas Sidak Ombudsman

Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan menonaktifkan Kalapas Cibinong Wisnu Hani Putranto dan empat pejabat struktural.
Penonaktifan dilakukan untuk pemeriksaan terkait temuan fasilitas mewah dalam sidak Ombudsman.
Yusril Ihza Mahendra meminta temuan tersebut dibuktikan dan diklarifikasi secara terbuka.
Jakarta, IDN Times - Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan menonaktifkan Kepala Lapas Kelas II Cibinong, Wisnu Hani Putranto dan empat anak buahnya. Hal ini dilakukan menyusul skandal fasilitas mewah yang ditemukan saat Sidak Ombudsman.
"Kami menonaktifkan 5 pejabat struktural yang diduga ya bertanggung jawab terkait peristiwa yang ditemukan oleh Ombudsman," ujar Irjen Kementerian Imipas, Rudi Setiawan dalam konferensi pers di Lapas Kelas IIA Cibinong, Jawa Barat, Sabtu (26/9/2026).
Selain Kalapas, empat pejabat yang dinonaktifkan ialah KPLP, Kasi Binadik, Kasi Kamtib, Kepala Urusan Umum.
Mereka dinonaktifkan untuk diperiksa terkait temuan Ombudsman seperti tempat fitness, simulator golf, minuman keras, dan sejumlah fasilitas mewah.
"Tadi minuman keras ya, kemudian tempat yang diduga sebagai simulator ya, tempat fitness, kemudian foto, barang-barang lain, kulkas, dan semuanya itu menjadikan objek buat kami untuk memeriksa. Di mana barang-barang itu? Keberadaannya dan kenapa berpindah dan sebagainya," ujarnya.
Diketahui, Lapas Cibinong, Jawa Barat menjadi sorotan publik setelah Ombudsman melakukan sidak. Saat sidak, ditemukan dugaan fasilitas menyerupai apartemen di Lapas tersebut.
Menurut laporan Ombudsman, mereka sempat dihalangi oleh petugas ketika sidak. DPR pun menyangkan hal tersebut terjadi.
Sementara itu, Menko Kumham Imipas Yusril Ihza Mahendra meminta temuan Ombusman dibuktikan secara terbuka. Ombusman juga diminta mengklarifikasi temuannya.
“Seandainya temuan Ombudsman itu tidak benar, atau mereka salah persepsi, ya kami persilakan mereka melakukan klarifikasi secara terbuka,” ujarnya, Kamis (24/9/2026).
Yusril mengatakan, persoalan tersebut harus diselesaikan dengan melihat fakta secara langsung agar dugaan yang berkembang tidak menjadi tuduhan tanpa dasar. Karena itu, dia meminta media datang langsung ke Lapas Cibinong.
“Jangan ada dusta di antara kita. Tapi jangan pula ada fitnah di antara kita,” kata Yusril.

![[INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_9c2883de31fbc7ad993691764c90e6e3_dfc3c6ee-e42f-48f6-9f1a-cde1ce74477c.jpg)


















